Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Ulang Tahun Perusahaan


__ADS_3

Setelah 2 Minggu menyiapkan acara ini, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.


hari ini Ulang tahun perusahaan Shaka yang ke 10 tahun.


Seperti keinginan paman Shaka. Hari ini datang dan Shaka di dampingi sang istri Elena.


Kebahagiaan terpancar dari raut wajah sang paman.


Paman Andy sengaja datang lebih awal ke rumah Shaka. Dia berniat mereka akan pergi bersama ke hotel tempat acara di laksanakan.


Sesuai dengan permintaan Shaka, anak-anak tidak boleh ada yang ikut. Elena menitipkan anak-anak pesan agar jangan keluar sendiri. takut ayahnya akan marah.


''Evan , jaga adik-adik mu di rumah ya. Ayah nggak ingin kalian ikut. Kalau kalian bosan kalian bisa keluar sebentar tapi harus di temani oleh pak Mul dan pengawal.''


''hmm , aku mengerti.'' ucap Evan.


Pakaian yang di kenakan Shaka dan elena sungguh sangat serasi. Mereka layaknya suami istri sungguhan. Elena yang memoles wajahnya sedikit sangat cantik dan benar-benar elegan.


Mereka berangkat ke hotel dengan mobil yang sama. Paman Shaka sedari tadi kelihatan sangat bahagia.


''Aku tidak menyangka hari ini pun tiba. Shaka sungguh sangat hebat sedari beranjak remaja.10 tahun lalu belum pernah gagal sekalipun membangun perusahaan ini.Paman sangat bangga padamu nak.''


''Elena, kamu harus mendampingi Shaka sampai menua bersama.Jangan pernah berpikir untuk berpisah.'' Ucap pamannya sambil memegang tangan elena.


''Paman, aku akan selalu ada di sisinya, paman jangan kwatir lagi.''


''Paman jangan terlalu memujiku, aku bisa seperti ini juga semua karena paman.'' Ucap Shaka.


Paman Andy adalah orang yang menjadikan Shaka seperti sekarang. Orang tua Shaka meninggal sejak kecil pada kecelakaan mobil. Kejadian itu menjadi luka yang sangat dalam untuknya. Belum bisa melupakan kejadian orang tuanya, hal yang sama terjadi pada istri pertamanya.


Andy Senang sekarang Shaka sudah mau membuka hati dengan wanita lain. Dia berharap Elena bisa membantu Shaka merubah segala kesedihan selama ini menjadi bahagia yang tidak ada habisnya.


Perjalanan mereka masih panjang, mengingat hari ini hari libur jalanan sangat macet. Beruntung mereka berangkat lebih awal sehingga tidak akan membuat mereka terlambat sampai di hotel.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit , mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di lobi hotel. Shaka turun dari mobil di ikuti Elena dan pamannya.


Melihat mobil Shaka di depan Ken langsung menyapa mereka. Dia sengaja datang lebih dulu untuk memeriksa keamanan di sekitar hotel.

__ADS_1


''Halo tuan, seluruh tamu undangan sudah berdatangan.''


''Ken apakah semuanya aman.?'' tanya Shaka.


''Semuanya aman tuan, saya sudah memeriksa semuanya dengan baik.''


''Acara hari ini akan berjalan tanpa ada kendala.''


''Bagus.'' Puji Shaka.


Tuan Andy, Shaka dan Elena berjalan berdampingan menuju meja yang sudah di siapkan untuk mereka.


Semua tamu undangan sangat terpesona dengan kegagahan pemilik perusahaan serta istrinya. Mereka benar-benar memuji secara langsung hingga terdengar oleh mereka yang di sana.


''Istri tuan Shaka ternyata lebih cantik dari dugaan ku.''


''Wah,mereka sangat serasi. Pasangan yang ganteng dan cantik.''


''Beruntungnya Istrinya bisa bersama tuan Shaka.''


Pernyataan-pernyataan itu tidak membuat Shaka dan Elena marah dan kesal. Mereka terus berjalan sambil tersenyum sampai di meja yang di sediakan.


Shaka memulai kata sambutannya dengan baik. Tak lupa dia juga menyebutkan istrinya dalam sambutan itu.


''Selamat malam semuanya. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran bapak/ibu serta semua undangan yang hadir saat ini. Mengulas beberapa tahun lalu perusahaan Sanjaya Group terbentuk dari dorongan kuat dari yang saya sudah Angga orang tua saya yaitu paman Andy. Aku sangat berterima kasih paman bisa membawaku hingga ke titik ini. Semua ini karena kehebatan paman dalam mendidik aku. Dan tidak lupa juga kepada bapak/ibu dari perusahaan anak dan perusahaan kerja sama Sanjaya Group, saya mengucapkan terima kasih untuk kerjasama yang baik hingga detik ini.Sanjaya Group bisa sampai di titik ini karena kalian semua. Saya berharap Sanjaya Group akan semakin maju dan berkembang dengan baik. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih pada istri saya yang hadir pada hari ini, terima kasih sudah bersedia mendampingiku. Akhir kata selamat menikmati acara ini sampai selesai. Selamat Malam.''


Shaka menutup kata sambutan nya dengan sempurna. Sorak dan tepuk tangan dari para hadirin untuk Shaka dan Elena.


Elena tidak menyangka, namanya akan di sebut dalam sambutan itu. Dia sadar bahwa pernikahan ini hanya sementara jadi dia tidak terlalu berharap lebih.


Shaka mendatangi dia ke meja nya lalu melihat Elena dengan tatapan tidak bisa di tebak.


Elena membalas tatapan itu dengan senyuman.


Acara di lanjutkan dengan acara hiburan lainnya. Kita saatnya bagi Shaka untuk menyapa para tamu undangannya.


Tak lupa dia ikut serta membawa Elena.

__ADS_1


''Halo tuan, terima kasih sudah datang di acara ini.''


''Wah, tuan Shaka yang hebat. aku senang bisa ada di sini.''


Shaka menyapa beberapa koleganya. Kali ini dia di hampiri oleh undangan dari perusahaan yang ada di luar negeri.


dia menyapa dalam bahas Inggris. Elena sangat kagum shaka sangat hebat dan lancar percakapan dalam bahasa Inggris. Elena hanya diam karena tujuannya adalah mendampingi Shaka buat untuk ikut berbicara basa basi dengan para koleganya.


''Hi.. I'm so really Amazed to see your natural beauty.'' Pujian itu membuat Elena tersenyum.


''Thank you. My husband also said the same thing. So i thought it would be okay if i dress up naturally, because my husband like it.'' Ucap Elena langsung sambil memegang tangan Shaka.


''You are a lucky husband'' ucapnya pada shaka.


''Thank you. so we Will greet the other guests.'' Shaka pamit untuk menyapa tamu yang lain.


''Bahasa Inggris mu sangat bagus.''


''Ah aku hanya bisa sedikit-sedikit.'' ucapnya sambil tertawa kecil.


Shaka membawa Elena menyapa koleganya dari luar negeri tapi perusahaan yang berbeda dari yang sudah menyapanya tadi.


Setelah menyapa beberapa kolega Shaka, elena pun menyerah. Kakinya sudah mulai terasa pegal akibat heels yang di pakai. Dia tidak terbiasanya pakai heels l, jadi dia meminta Shaka untuk beristirahat sebentar.


''Mas, aku ingin istirahat sebentar. Kakiku mulai pegal. Udah gak kuat.'' ucapnya pelan.


Shaka yang mendengar itu langsung pamit dan membawa Elena kembali duduk di meja mereka.


''Seharusnya kamu jangan pakai heels, pakai yang nyaman aja.'' ucap Shaka.


''Gimana gak pake heels, ini kan acara kamu sangat penting. Aku juga harus membiasakan diri dengan ini. Sebentar saja, aku ingin istirahat. Kamu bisa pergi aja tanpa aku mas, aku gak apa-apa.'' ucap Elena.


''baiklah, aku akan mengantarmu ke meja dulu.''


mereka telah sampai di meja dan elena langsung mendaratkan bokongnya untuk duduk di kursi itu baru beberapa jam berdiri mengobrol mengikuti Shaka rasanya udah sangat pegal.


Dia mencoba membuka sepatunya dan memijat kakinya pelan. Kegiatannya tidak berlangsung lama karena ada yang mendatangi dia.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2