
Shaka dan Ken menertawakan kepergian Elena, bedanya Shaka merasa kesal sedangkan Ken merasa Lucu.
Mereka yang tersadar tentang berita hari ini pun langsung saling menatap dan Shaka langsung meminta Ken untuk kembali memanggil Elena.
"Ken cepat kejar wanita itu, jangan sampai dia bertemu dengan wartawan di bawah." ucap Shaka.
"Baik tuan." Ken langsung berlari mengejar Elena.
"Kirana maaf kamu menunggu lama." Shaka memulai pembicaraan dengan Kirana.
"Aku bisa mengerti, kamu sedang ada tamu." balas Kirana sambil senyum.
"Shaka bagaimana kamu akan menghadapi berita ini, apa yang akan kamu lakukan.?" selidik Kirana.
"Aku harus mengatakan yang sebenarnya, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis itu, aku melakukan itu karena emosi dan mencoba untuk memperingati dia."
"banyak komentar miring yang membuatmu semakin di benci masyarakat, aku juga melihat saham perusahaan juga jadi anjlok."
"aku juga bingung harus apa dengan berita ini, jika aku mengakui bahwa pada saat itu aku sedang marah hal ini pasti akan berdampak pada perusahaan."
Shaka serba salah. Jika dia mengakui yang sebenarnya maka saham perusahaan nya akan anjlok karena dinilai menganiaya wanita.
Tapi kalau dia mengakui bahwa dia hendak memeluk gadis itu, apa gadis itu bisa menerima hal ini.?
"Shaka semoga keputusan mu tidak salah, apapun itu aku akan selalu mendukungmu."
"Sepertinya aku harus kembali ada pekerjaan yang harus aku lakukan." ucap Kirana pamit pulang.
"Baiklah Kirana, makasih sudah mampir."
...***...
Elena yang tadi buru-buru pulang, akhirnya masih sempat ketemu dengan Ken. Elena terkejut karena Ken mendekatinya dengan nafas yang tidak teratur. Melihat itu Elena sadar bahwa Ken berlari.
"Nona." panggil Ken sambil mengatur nafasnya.
"Tuan Ken, ada apa." tanya Elena heran.
"Nona, tuan Shaka ingin bertemu kembali dengan nona."
"Bukan untuk wawancara,tapi ingin membahas berita hari." lanjut Ken.
"Apakah tuan Shaka marah.?"
"Aku benar-benar nggak tau tentang berita ini kenapa bisa tersebar."
"Nona, sebaiknya nona ikut saya untuk membahasnya bersama tuan Shaka." Mari nona lewat sini.
Ken membawa Elena kembali bertemu Shaka.
...***...
__ADS_1
"Rendy, apa kabar.?" Kirana menyapa Rendy yang baru saja sampai di kafe tempat Kirana berada.
(flashback)
Kirana yang kesal atas pengakuan Shaka bahwa mereka hanya sebatas teman, langsung menghubungi Randy. dia berharap dengan minum bersama Randy dia bisa melupakan kekesalannya.
"Bagaimana bisa kamu tidak pernah melihatku sebagai wanita Shaka, aku sudah terang terangan kepadamu tapi kenapa kamu malah tetap tidak melihatku.?"
"Aku sudah cukup menunggumu dari istri pertama mu, dan sekarang setelah sekian lama kamu masih belum melihatku."
"Hah yang benar saja, aku memang terlalu bodoh.!"
Kirana akhirnya memutuskan untuk minum ke cafe dan menghubungi Randy agar bisa menemaninya.
(flashback selesai)
"Hi , seperti yang kamu lihat aku baik baik saja." ucap Randy.
"Tumben kamu ajak aku minum, apakah kamu sedang patah hati.?"
Randy pura-pura bertanya karena sebenarnya dia sudah tahu apa yang membuat Kirana seperti ini.
Randy tahu betul bagaimana Kirana menyukai Shaka sejak masih di universitas.
"Aku sudah mengingatkan kamu untuk membuka hati untuk pria lain, bagaimana kamu bisa bertahan untuk satu pria yang tidak melihatmu." sindir Randy.
"Randy aku harus bagaimana sekarang.?" tanya Kirana lirih.
Kirana belum rela jika harus melepaskan Shaka, walau Shaka tidak melihatnya sampai saat ini. Kirana bertekad untuk membuat Shaka menjadi miliknya.
...***...
"Tuan , nona Elena sudah datang."
Shaka mempersilahkan Ken dan Elena duduk di sofa. Shaka sudah memutuskan apa yang harus di lakukan ya sekarang.
"Elena, saya ingin membahas berita yang sedang beredar, saya meminta kamu untuk tidak pernah mengakui bahwa wanita di foto itu adalah kamu. saya akan menjelaskan kepada para reporter bahwa berita ini salah tanpa harus menyebutkan nama kamu.,''
''Saya yang akan bertanggung jawab penuh atas masalah ini, kamu hanya perlu diam tanpa mengakui siapa orang di foto itu.'' lanjut Shaka.
''Tuan''
''Jika anda mengatakan yang sebenarnya, banyak dampak yang akan di alami oleh perusahaan tuan, saat ini saham kita sudah sangat anjlok, tuan tidak bisa melakukan itu.''
''Ken''
''Tuan saya sudah menyiapkan ide untuk mengatasi masalah ini.'' Ken langsung memotong ucapan tuannya.
Elena hanya diam saja mendengarkan pembahasan antara bos dan asisten itu.
''Nona Elena dan tuan berpura-pura pacaran saja, dengan begitu masalah ini akan selesai.''
__ADS_1
''Ken..''
''Tuan Ken ..''
Shaka dan Elena menatap Ken dengan intens atas saran yang di berikan.
''Itu tidak mungkin, bagaimana saya akan pacaran dengannya saya baru bertemu 2 kali.'' Elena menolak .
''Saya setuju dengan ide tuan Shaka untuk mengatakan yang sebenarnya.''
''Nona..''
''Ken apa yang dikatakan Elena benar,kita harus mengatakan yang sebenarnya apapun yang terjadi.'' ucap Shaka dengan wajah yang banyak pikiran.
Elena tidak mau mengambil resiko jika harus berpura pura menjadi pacar Shaka. Elena tahu betul betapa Shaka adalah orang penting di kota ini.
Elena memutuskan untuk mengakhiri pembahasan dengan Shaka dan Ken.
''Tuan kalau begitu saya akan kembali, kuharap apa yang tuan Shaka katakan benar dan tidak akan membawa saya atas masalah ini.''
Shaka hanya mengangguk tanpa berkata sepatah kata pun. Tidak dengan Ken yang langsung mengikuti Elena dari belakang.
''Nona, saya mohon untuk mempertimbangkan usulan saya. tuan Shaka hanya bisa selamat dari berita berita miring jika nona bersedia untuk berpura-pura menjadi kekasih tuan.''
''Berita yang beredar saat ini semua menyalahkan tuan Shaka, jika mengakui yang sebenarnya tuan Shaka akan di tuding kekerasan terhadap wanita, dan hal itu sangat beresiko tinggi untuk kehancuran tuan Shaka nona.''
''Hanya satu bulan, setelah itu saya akan mencari alasan untuk membuat hubungan tuan dan nona berakhir.''
Elena tampak diam. Dia juga sebenarnya tidak tega jika harus Shaka menanggung semua resiko ini, biar bagaimana pun dia juga punya perasaan.
Elena memutuskan untuk membantu Shaka untuk berpura pura menjadi pacarnya selama 1 bulan.
''Tuan Ken, baiklah saya sudah memutuskan saya bersedia melakukannya ''
Ken yang mendengar itu langsung tersenyum lebar.
''Terima kasih nona, saya tahu nona adalah orang yang baik.''
Ken dan Elena kembali memasuki ruangan Shaka. Shaka terlihat banyak beban pikiran.
Shaka yang sedang berdiri memandang pemandangan dari dinding kaca di ruangannya terkejut melihat Ken dan Elena kembali datang bersama.
''Apa yang sedang terjadi, bukankah Elena sudah kembali.''
''Tuan, nona Elena bersedia membantu tuan.''
''Saya bersedia melakukannya dalam waktu 1 bulan tuan Shaka harus mencari cara agar hubungan kita berakhir tanpa masalah.'' ucap Elena meyakinkan.
''Tuan, saya akan menyiapkan wawancara anda dengan para reporter di bawah.'' Ken langsung pergi meninggalkan Shaka dan Elena.
...****************...
__ADS_1