
Setelah memberikan surat pengunduran diri kepada Shaka dan ditolak olehnya, Ken langsung mengambil cuti dan bergegas ke rumah sakit. Nominal uang yang diberikan Shaka sangatlah besar, sehingga Ken berencana akan membawa kakaknya ke Singapura. Dia langsung mengurus semua keperluan di rumah sakit. Ken tidak enak hati harus meninggalkan pekerjaannya karena sudah dapat dipastikan Shaka akan lebih sibuk dari biasanya.
''Kak, aku harap setelah kita pindah dari sini, kakak bisa ada perubahan. Aku akan berusaha mencari dokter dan rumah sakit terbaik, kak. Asalkan kakak bisa ikut berjuang denganku. Aku rindu pada kakak, berjuanglah untuk sembuh. Ada banyak hal yang harus aku sampaikan padamu.'' Ken berbicara pada kakaknya meski tidak ada respons.
''Aku akan membawa kakak ke Singapura!'' ucap Ken saat berbicara dengan Mitha melalui telepon. Biarpun awalnya ia enggan, akhirnya Ken menerima kehadiran Mitha.
''Ken, biarkan aku ikut bersama kalian,'' pintanya.
''Tidak perlu. Aku akan membawanya sendiri,'' larang Ken.
''Ken, biarkan aku bersama kalian,'' Mitha memohon agar ia bisa merawat Rony seperti biasanya.
__ADS_1
''Aku akan menghubungi jika membutuhkan bantuan. Saat ini, aku akan membawanya sendiri. Sebaiknya, kenalan dirimu dengan anak-anakmu agar mereka bisa kembali merasakan kehadiran ibu kandung mereka. Tapi, jangan pernah mencoba untuk menyakiti Elena,'' ucap Ken memberi peringatan tegas pada Mitha.
''Baiklah, aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya akan mendekati anak-anakku. Aku tunggu kabar darimu, segera hubungi aku kalau butuh bantuan,'' ucap Mitha lalu menutup panggilannya.
Rony sudah diperiksa dan ditangani oleh dokter terbaik di rumah sakit tersebut. Ken sudah bisa merasa sedikit tenang karena tinggal menunggu segala pemeriksaan dilakukan dan pengobatan. Dia sudah menandatangani persetujuan segala pengobatan yang akan dilakukan pada kakaknya.
Di apartemennya, Ken kembali sibuk dengan laptop di hadapannya. Sekretaris Shaka telah menghubunginya agar ia bisa membantu semua pekerjaan yang dulu dilakukannya dan dialihkan ke sekretaris Shaka.
''Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?'' Ken tampak berpikir dan menimbang apa yang harus dilakukan.
''Sebaiknya aku meminta bantuan Mitha aja. Ya, lebih baik Mitha menjaga kakak,'' ucapnya lalu mengambil ponselnya dari meja.
__ADS_1
''Aku butuh bantuanmu, tolong segera ke sini. Aku akan memesan tiket pesawat penerbangan pertama. Kamu siap-siaplah. Besok kamu akan dijemput Merlin dan membawamu ke rumah sakit tempat kakak di rawat. Besok kita tidak akan bertemu, semua kebutuhanmu dan kakak akan diurus oleh Merlin. Kamu hanya perlu memberitahukan apa yang kamu butuhkan padanya,'' tanpa basa-basi, Ken langsung meminta Mitha datang ke Singapura.
''Ken, apa yang terjadi? Kenapa kamu tiba-tiba memintaku ke sana?'' Mitha terlihat bingung.
''Ada hal yang harus aku urus, dan itu sangat penting. Bukannya kamu ingin menemani kakak?'' tanyanya pada Mitha tanpa memberi tahu tujuannya kembali ke Jakarta.
''I-iya, tapi kamu membuatku penasaran karena tiba-tiba begini.''
''Aku hanya meminta bantuanmu. Jika kamu bersedia, aku akan memesan tiket pesawatnya. Jika tidak, aku tidak memaksa,'' ucapnya dingin.
''Baiklah, baiklah. Aku akan ke sana.'' Mitha memutuskan panggilannya. Entah kenapa, Ken masih bersikap dingin padanya.
__ADS_1
Ken langsung memerintahkan Merlin agar mengurus Rony ditemani Mitha. ...****************...