Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

''Sesuai pemeriksaan kemarin keadaan nona sudah lebih baik.''


''Dan hari ini Nona sudah bisa pulang, Setelah infus yang di pake saat ini habis anda sudah bisa pulang nona.'' Ucap dokter Elena.


Elena dan Shaka senang mendengar ucapan dokter. Bagi Elena keluar dari sini adalah hal yang paling dia tunggu.


Ada banyak hal yang perlu dia lakukan, terutama menemui ayahnya di rumah sakit.


Dia ingin sekali langsung melihat ayahnya tapi Shaka menolak. Dia hanya bisa mengikuti semua ucapan Shaka.


''Baik dokter, terima kasih.''


Dua jam berlalu sisa infus Elena akhirnya habis, Shaka bersiap-siap untuk pulang ke rumah.


Dia membereskan semua barang-barang nya dan Elena sembari Elena masih di buka jarum infus oleh perawat.


''Semoga sehat selalu ya Bu, untuk beberapa hari ke depan kami akan tetap memantau kesehatan ibu.'' Ucap perawat.


''Terima kasih mba. Makasih juga sudah merawat ku dengan baik.'' Ucap Elena sambil tersenyum.


''Sudah menjadi tugas saya Bu untuk melayani anda dengan baik.'' Balas perawat.


Setelah semua sudah beres dan Elena juga telah selesai Shaka menghubungi supirnya untuk mengambil barang-barang mereka ke mobil.


Shaka membawa Elena menuju mobil dengan memapahnya berjalan.


Walau Elena sudah sehat dan sudah bisa berjalan sendiri tapi tetap saja Shaka kwatir dan memutuskan untuk memapah Elena sampai ke mobil.


Shaka dan Elena duduk di kursi belakang, Shaka meminta Elena untuk istirahat saja sampai mereka di rumah.


Elena merasa perhatian Shaka keterlaluan, dia merasa ini bukanlah Shaka melainkan orang lain.


''Pak, tolong pelan-pelan saja ya.'' Pintanya Pada supirnya.


''Baik tuan.'' Jawab supir.


''Mas aku itu sudah sehat loh, kamu nggak usah berlebihan begini.''


''Aku juga ingin menikmati perjalan menuju ke rumah.'' Ucap Elena sedikit kesal.


'' Baiklah kalau begitu. Aku hanya kwatir kamu belum kuat apalagi baru pulang dari rumah sakit.'' Jelas Shaka.


''Tidak mas, aku sudah sehat. kamu tidak usah kwatir lagi.''


''Hm. baiklah.''Jawab Shaka.


Setelah itu mereka tidak ada percakapan lagi di perjalan sampai ke rumah. Elena yang merasa kesal atas perhatian berlebihan Shaka membuatnya sedikit terjaga agar hatinya tidak menjadi salah paham atas perhatian Shaka.


Shaka yang merasa tidak ingin membuat Elena berubah kesal, dia lebih memilih untuk berdiam saja.


''Kita sudah sampai tuan dan nona.'' Ucap pak supir.

__ADS_1


Shaka membantu Elena keluar dari mobil menuju ke rumah.


'' Kamu mau duduk di sini dulu atau langsung ke kamar.?'' Tanya Shaka.


''Aku mau di sini dulu ya mas, nanti aku pindah kalau sudah ingin istirahat.'' Jawab Elena.


''Ya sudah kamu duduk aja, apa kamu butuh sesuatu.?''


''Mas bolehkah ambilkan aku minum, aku sangat haus.'' Ucap Elena.


''Pak Mul, Elena ingin minum tolong ambilkan.'' Shaka meminta pak Mul untuk mengambil air minum Elena.


Elena yang mendengar itu langsung memasang ekspresi kesalnya. Dia tidak suka jika harus melibatkan pak Mul dalam hal seperti ini.


Selama ini dia selalu mengerjakan semuanya sendiri walau di bantu oleh pak Mul dan beberapa pekerja lainnya. Tapi dia lebih suka melakukannya sendiri.


Sedangkan ini, Shaka yang menanyakan apa yang dia butuhkan justru meminta orang lain melakukannya.


''Mas aku mau kamu yang ambilkan bulan pak Mul. Kalau pak Mul aku juga bisa, tinggal panggil doang.'' Ucap Elena menatap Shaka dengan bibir cemberut.


Shaka merasa sangat aneh melihat perubahan mood Elena. Dia jadi serba salah di depan Elena.Shaka tidak ingin memperdebatkan hal itu, dia akhirnya ke belakang untuk mengambil minuman untuk Elena.


''Silahkan nyonya. Apa ada hal lain yang anda butuhkan.?'' Shaka meletakkan minuman di depan Elena.


''Makasih mas. Aku tidak membutuhkan apapun lagi.'' Ucap Elena mengulas senyum pada Shaka.


Shaka merasa di permainkan oleh Elena. Dia tidak bisa marah mengingat Elena baru pulang dari rumah sakit. Dia menggelengkan kepalanya lalu duduk di samping Elena.


Shaka melihat Elena, dia sungguh kagum dengan kebaikan dan ketulusan Elena yang menyayangi anak-anaknya.


''Kamu istirahat dulu aja, biar nggak terlalu bosan menunggu mereka pulang.''Tutur Shaka.


''Mas hari ini kita jemput anak-anak ya.'' Ucap Elena dengan antusias.


''Elena.. Kamu itu baru pulang dari rumah sakit, sebaiknya jangan banyak bergerak dulu.'' Tolak Shaka.


''Aku udah sehat mas, ayok kita jemput anak-anak.''


''Tidak ada penolakan. Kamu harus istirahat. Sebaiknya kamu ke kamar untuk istirahat.'' Ucap Shaka tegas.


Elena akhirnya mengurungkan niatnya untuk memohon kembali pada Shaka.


Elena pun akhirnya mengikuti ucapan Shaka dan istirahat di kamar sambil menunggu anak-anaknya pulang sekolah.


...***...


Ken sudah mengetahui bahwa Elena sudah pulang dari rumah sakit. Karena Shaka menghubungi nya untuk mulai menjemput besok pagi karena dia akan kembali ke kantor.


Shaka juga sudah menghubungi Pamannya kalau Elena sudah di rumah. Keadaan pamannya sedikit drop dia juga baru di beritahu oleh asisten paman Andy.


Shaka sudah sedikit pusing. Pamannya dan ayah mertuanya sama-sama sedang drop. Dia berencana akan mengajak Elena berkunjung setelah berkunjung dengan ayah mertuanya.

__ADS_1


Shaka melihat Elena yang sudah tidur lelap. Mengingat Elena yang menolak untuk istirahat membuat dia geleng kepala.


Shaka memutuskan untuk ke ruang kerjanya, memeriksa berkas-berkas yang dikirim Ken.


...***...


Ken sedang memikirkan tentang wanita yang selalu datang membantu kakaknya di rumah sakit. Perawat yang terakhir datang dan dijumpainya ternyata bukanlah perawat yang selama ini datang.


Dia tidak bisa menebak siapa wanita yang dengan sukarela datang mengurus kakaknya.


Ken kembali menghubungi perawat rumah sakit untuk membantunya agar langsung menghubungi ketika perawat itu datang kembali.


Ken menduga hal yang tidak mungkin terjadi. Dia meyakinkan dirinya bahwa itu tidak mungkin terjadi. Hal itulah yang membuat dia semakin penasaran ingin bertemu dengan wanita itu.


...***...


''Tidak mungkin.!''


''Tidak mungkin.!''


''Tidak..!''


Elena tidur mengigau, sepertinya dia sedang mimpi buruk.


Shaka langsung menghampiri Elena, lalu membangunkannya.


''Elena.''


''Elena.''


Shaka membangunkan Elena.


Elena bangun dengan air mata yang sudah menetes di pipinya. Dia bangun dengan mata yang sembab.


Elena langsung bangun dan terduduk.


''Kamu mimpi buruk?'' Tanya Shaka langsung memeluk Elena.


Elena yang refleks langsung membalas pelukan Shaka.


''Tidak apa-apa, itu hanya mimpi.'' Ucap Shaka sambil mengusap air mata Elena.


Elena tidak menyangka bisa memimpikan hal itu, dia mulai gelisah dengan mimpinya yang seolah-olah nyata terjadi padanya.


Dia melepaskan pelukannya. Mencoba menenangkan hatinya.


''Tidak apa-apa, kamu baik-baik saja. itu hanya mimpi.'' Ucap Shaka kembali.


Elena menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Shaka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2