Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Ayah Elena Pulang


__ADS_3

''Ayah.. '' Sapa Elena pada ayahnya yang masih duduk di sofa.


Evan, Hana dan Manse sedang tidur di sofa. Elena merasa bersalah melihat anak-anaknya tidur dengan tidak nyaman.


''Ayah juga istirahat ya, biar aku bantu ke ranjang.'' Elena memapah ayahnya ke ranjang.


''Dimana suamimu. Apa dia kembali ke kantor.?'' Selidik ayah Elena.


''Tidak ayah, mas Shaka lagi di kamar mandi. Bentar lagi juga datang.'' Bohong Elena.


Shaka membuka pintu, berjalan mendekat pada ayah mertuanya dan istrinya.


''Sayang, aku udah bicara dengan dokter. Katanya ayah sudah di ijinkan pulang.'' Ucap Shaka memulai percakapan seolah tidak terjadi apa-apa dengan mereka.


''Oh benarkah. Ayah udah bisa pulang. Kita pulang ya sekarang. Kita bisa bareng-bareng terus ayah. Ayah bisa main juga sama anak-anak di rumah.'' Ucap Elena penuh semangat pada ayahnya.


''Bawa ayah pulang ke rumah kita, ayah ingin tinggal di sana.'' Ucapnya.


''Ayah..


''Baiklah, kalau ayah mau pulang ke sana tidak apa-apa. Kita semua akan pindah ke sana, jadi ayah tetap bisa main dengan anak-anak.'' ucap Shaka memotong ucapan Elena.


''Aku akan mengurus administrasi kepulangan ayah. Sebaiknya kamu beres-beres barang ayah.'' Shaka pergi ke bagian administrasi.


''Pak Mul, tolong ke rumah sakit sekarang. Ayah akan pulang. Tolong minta beberapa orang ke rumah ayah untuk membereskan rumah. Ayah akan pulang ke rumah itu.'' Shaka menghubungi pak Mul untuk membantu mereka pulang.


Setelah segala urusan administrasi selesai, dan Elena yang membereskan semua barang-barang ayahnya selesai. Shaka akhirnya mendekati Elena.


''Sayang, aku sudah meminta pak Mul untuk membereskan rumah ayah.'' Ucapnya.


''Mas, kenapa kamu bilang kalau kita akan tinggal di rumah ayah. Akan lebih baik kalau ayah yang ke rumah kita.'' Elena masih belum setuju dengan keputusan Shaka.


''Ayah ingin ke sana, akan lebih baik kalau kita ke sana juga. Aku juga ingin tinggal di rumah tempat kamu lahir hingga besar.''


''Mas, kasian anak-anak. Mereka tidak akan bisa menyesuaikan diri dengan keadaan rumah ayah. Kamu tahu sendiri kan kalau rumahku....'' Ucapan Elena terhenti.


''Itu juga rumah kami, rumah kita. Sayang semua tentangmu sekarang menjadi tentang kita. Anak-anak pasti akan bisa menyesuaikan diri. Kita hanya perlu memberikan penjelasan pada mereka.''Ucap Shaka pada Elena sedikit mengecilkan suaranya.


Shaka tidak ingin ayah mertuanya mendengar perdebatannya dengan Elena.


''Kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja. Harusnya kamu senang, ayah bisa pulang. Jadi kamu bisa selalu memantau perkembangan kondisi ayah.'' Shaka memeluk Elena untuk menenangkan suasana hatinya.


''Permisi tuan. Sapaan pak Mul ketika masuk keruangan ayah Elena. Semuanya sudah beres tuan.'' Ucap pak Mul melaporkan bahwa rumah ayah Elena sudah siap di bersihkan.


''Terima kasih pak. Kita nunggu anak-anak bangun dulu biar mereka nggak keganggu tidurnya. Ayah juga masih tidur, setelah mereka bangun baru kita pulang.'' Ucap Elena.

__ADS_1


''Pak, bawa barang-barang ayah aja, Biarkan supir yang membawa kami.'' Titah Shaka pada pak Mul.


''Baik tuan, mobil sudah saya ganti. Saya akan menunggu tuan dan nona di rumah.'' Ucap pak Mul lalu membawa barang-barang ayah Elena kedalam mobil.


Pak Mul sudah sangat paham dengan sifat Shaka. Dia merasa bahwa sangat sayang pada Elena sampai rela pindah ke rumah Elena yang sangat sederhana.


*


*


''Ayah, sudah bangun. Ayah kita akan pulang sekarang. Apa ayah sudah siap.? Atau ada yang ayah butuhkan?'' Tanya Elena ketika melihat ayahnya terbangun dari tidurnya.


''Ayah ingin ke kamar mandi.''


''Biar aku bantu.'' Shaka langsung membantu ayah mertuanya ke kamar mandi.


Tak lama Evan, Hana dan Manse pun bangun. Tidak secara bersamaan tapi Evan bangun lebih dulu dan disusul adik-adiknya.


''Sayang, kalian sudah bangun. Apa kalian butuh sesuatu.?'' Tanya Elena pada anak-anaknya dan dijawab dengan gelengan kepala dari mereka.


Manse langsung berjalan menuju ke pelukan Elena. Dengan senang hati, Elena memangku Manse yang masih setengah sadar.


''Kak, kakek dimana.?'' Tanya Evan pada Elena.


''Oh kakek lagi dikamar mandi, ditemani sama ayah.'' Ucap Elena tersenyum sambil menggendong Manse.


''Sementara kita akan tinggal bersama kakek. Apa kamu keberatan? Kalau kamu nggak nyaman nanti boleh pulang ke rumah.'' Ucap Elena menjelaskan pada Evan tentang rencana kepulangan ayahnya.


''Aku nggak apa-apa kok, kita akan ikut kemana ayah dan Kaka pergi.'' Balas Evan pada Elena membuat Elena makin terharu melihat kedewasaan Evan.


''Kakek, kita akan pulang ke rumah.'' Ucap Hana yang melihat kakek dan ayahnya keluar dari kamar mandi.


''Iya kita akan pulang nak.'' Jawab ayah Elena dengan semangat.


Keadaannya sudah lebih baik, walau untuk berjalan masih perlu di jaga untuk menghindari kejadian tidak terduga.


''Ayah sekarang kita harus bersiap untuk pulang. Ayah ayok duduk di sini, mas Shaka akan membawa ayah ke mobil.'' Elena memberikan kursi roda untuk ayahnya.


Ayah Elena akhirnya di bawa pulang ke rumah. Setelah cukup lama berada dalam perawatan di rumah sakit. Hari ini dokter telah mengijinkannya pulang karena keadaannya sudah baik-baik saja. Hanya saja harus selalu rutin untuk kontrol dan melakukan terapi.


Shaka sudah menyewa seorang perawat untuk menjaga ayah mertuanya. Walaupun Elena tidak setuju tapi Shaka tetap membawa perawat itu. Shaka merasa bahwa akan lebih baik jika ada perawat yang lebih handal menjaga ayah mertuanya ketika terjadi sesuatu.


*


*

__ADS_1


Rumah Elena yang sederhana namun semua barang-barang tertata rapi, bukan karena di tata oleh pak Mul tapi memang keadaan rumah ini sudah rapi sejak dulu.


Rumah Elena hanya ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Kamar Elena waktu belum bertemu Shaka, kamar ayahnya dan kamar tersisa awalnya di pakai untuk tempat barang-barang.


Sekarang ketiga kamar itu telah di tata dengan rapi. Kamar ayahnya akan di tempati ayahnya dan perawat. Kamar Elena di tempati oleh Shaka , Manse dan Hana. Kamar terakhir di tempati oleh Evan.


Setiap kamar di rumahnya tidak seluas kamar mereka biasanya. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan kesederhanaan ibu sambungnya.


''Ayah, sekarang istirahat dulu ya. Nanti kalau butuh sesuatu panggil aku atau pak Samsul.''


''Pak maaf kamarnya tidak begitu luas, tapi karena keterbatasan kamar bapak dan ayah saya harus berbagi kamar. Hanya untuk beberapa hari saja, setelah beberapa hari mas Shaka dan anak-anak akan kembali ke rumah.'' Ucap Elena merasa yakin bahwa Shaka dan anak-anaknya tidak akan betah tinggal di rumah ayahnya.


''Tidak apa-apa Bu, akan lebih efektif buat saya merawat tuan jika berada di satu kamar. Saya sudah terbiasa Bu.'' Ucap pak Samsul Sambil tersenyum ramah pada Elena.


''Mas untuk pak Mul dan bibi tidak usah ke sini, aku akan melakukan semuanya sendiri. Kasian mereka jika harus di sini tapi tidak cukup kamar mereka untuk menginap.''


''Aku bisa melakukan semuanya sendiri. Biarkan mereka kembali ke rumah.'' Pinta Elena yang sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah sewaktu tinggal bersama ayahnya.


''Bibi akan di sini sayang, biarkan bibi melakukannya. Bibi akan datang pagi dan pulang sore setelah semua pekerjaannya selesai. Aku nggak mau kalau kamu harus mengurus semuanya.'' Jawab Shaka.


Drama kepulangan ayah Elena berakhir setelah mereka selesai makan malam bersama. Anak-anak yang harus belajar dengan fasilitas seadanya dan kondisi rumah yang sangat berbeda membuat Elena merasa kasihan pada mereka. Mereka harus rela belajar tanpa meja yang nyaman.


Shaka sudah menyiapkan semua keperluan anak-anaknya di rumah istrinya. Pak Mul telah mengatur semua keperluan mereka dengan baik.


*


*


*


''Ayah, aku nggak mau tidur sendiri. Aku mau di sini aja.'' Evan datang ke kamar ayahnya karena merasa takut tidur sendiri.


''Evan.. kamu nggak nyaman.? Atau mau pulang ke rumah aja.?'' Tanya Elena yang kasihan melihat Evan yang datang ke kamarnya.


''Aku takut sendirian.'' Jawabnya jujur.


''Sayang, itu biasa karena kamu belum pernah tidur di sini. Tidak apa-apa, malam ini kita akan tidur di kamar ini.'' Ucap Shaka.


''Baiklah, kalau begitu sekarang kita harus membereskan kamar ini. Apa kalian mau membantuku.?'' Tanya Elena pada anak-anaknya.


''Mau. jawab Manse yang selalu semangat jika berhubungan dengan Elena, baginya membereskan kamar seperti bermain untuknya.


Elena dan anak- anaknya membereskan kamar tidurnya di bantu Shaka. Elena memulai mengeluarkan tempat tidurnya keluar di ruangan tamu. Dia mengganti dengan alas tidur yang sedikit lebih tipis. Untuk pertama kali untuk Shaka dan anak-anak tidur tanpa tempat tidur yang empuk. Shaka menikmati kebersamaannya dengan Elena


dan anak-anak.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2