
Setelah beberapa hari berlalu sejak meninggalnya ayah Elena. Shaka akhirnya kembali ke kantor.
Berita tentang istri pertamanya masih di siarkan beberapa kali, karena Ken tidak bisa mengatasi mereka.
Hari ini Elena masih belum keluar rumah. Dia masih merasa sangat sedih atas kepergian ayahnya.
Anak-anaknya sudah kembali ke rumah kakeknya, seperti setelah kakeknya pulang dari rumah sakit. Evan, Hana dan Manse merasa sedih karena kakeknya telah pergi untuk selamanya.
Elena hanya mengurus mereka di rumah, biasanya Elena akan mengantar jemput tapi beberapa hari belakangan dia tidak melakukannya. Dia memilih untuk mengurusnya selama mereka di rumah.
*
*
*
Jam sudah hampir mendekati waktu makan siang. Shaka teringat dengan Elena yang di rumah. Dia berencana akan memberitahu soal istri pertamanya pada Elena.
''Sayang, aku ingin makan siang bersamamu. Apa kamu bersedia.?'' Tanya Shaka pada Elena dalam sambungan telepon.
''Mas mau makan siang di rumah.?'' Tanya Elena.
''Tidak sayang, aku ingin makan siang di luar. Berdua.'' Shaka berharap Elena tidak menolak ajakannya. Walau dia tidak memaksa bahwa Elena harus mau.
''Mas, aku pikir, sebaiknya kamu makan siang di rumah aja. Aku akan nyiapin semuanya. Kebetulan anak-anak juga sebentar lagi akan pulang. Kita bisa makan siang bareng.'' Ucap Elena menolak ajakan Shaka.
Elena bukan tidak mau keluar, hanya saja dia sedang menata kembali hatinya. Kabar tentang kedatangan istri pertama Shaka sudah dia ketahui melalui kabar gosip di televisi.
Shaka belum bicara langsung padanya soal berita itu. Jadi dia diam tanpa membahasnya sama sekali.
Sekarang dia harus mempersiapkan dirinya untuk pergi dari hidup Shaka. Itulah sampai saat ini mereka masih tinggal di rumah Elena.
__ADS_1
Elena sudah memikirkannya dengan matang. Anak-anak lebih membutuhkan ibunya dari pada dirinya. Elena masih ingat ketika dia bertanya pada Evan dan Hana soal ibu kandungnya.
''Iya, aku sangat merindukan ibu. Jika ada kesempatan aku ingin bertemu dengannya, tapi saat ini itu hal yang sangat tidak mungkin.''
''Iya aku rindu sama ibu.''
Begitulah jawaban Evan dan Hana ketika di tanya soal ibunya. Kerinduan seorang anak untuk ibu yang sudah pergi memang menyakitkan.
Mereka punya kesempatan untuk menikmati kasih sayang yang hampir hilang. Ya.. mereka butuh keluarganya kembali utuh.
''Ya sudah kalau begitu, sekarang aku akan pulang. Sampai jumpa nanti sayang.'' Shaka mengalah pada Elena untuk makan di rumah.
''Hmm.. iya mas. Hati-hati.'' Jawab Elena
Elena langsung bersiap-siap untuk membuat makan siang mereka. Dia dibantu salah satu pelayan dari rumah utama Shaka.
*
*
''Mas, kamu sudah datang. Makannya udah beres. Kita tunggu anak-anak dulu ya. Nih kamu minum dulu.'' Ucap Elena menyodorkan gelas berisi air putih pada Shaka.
Shaka dan Elena sudah berada di ruang tamu duduk santai sambil menunggu anak-anaknya pulang.
''Sayang, ada hal yang mau aku sampaikan ke kamu.'' Shaka memegang tangan Elena, melihat manik matanya yang indah.
''Ada apa mas. Kamu membuatku penasaran.'' Jawab Elena tersenyum.
''Sayang, Mitha telah kembali.'' Ucap Shaka cepat.
Deg..
__ADS_1
Akhirnya Elena mendengar berita ini langsung dari suaminya. Ada perasaan campur aduk dalam hatinya.
''Mba Mitha kembali, itu adalah kabar bahagia mas. Anak-anak pasti akan senang mendengar ini.''
''Berarti kabar pada waktu itu salah ya mas, bukan meninggal tapi menghilang.''
Elena berpura-pura terkejut, tapi ucapannya tidak sama seperti terkejut membuat Shaka mengerutkan keningnya.
''Kamu udah dengan beritanya.?'' Tanyanya penasaran.
''Hmm.. Aku baru dengar tadi mas, pas nonton televisi ada di gosip.'' Bohong Elena.
''Sayang kamu jangan percaya dengan yang di beritakan ya, aku sama sekali belum bertemu dengannya. Aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu. Kehadirannya tidak akan merubah apapun.'' Shaka meyakinkan Elena.
''Aku percaya padamu mas, makasih sudah menjadi suami yang baik dan pengertian buat aku.'' Ucap Elena tersenyum.
Shaka langsung mencium keningnya Elena dan memeluknya erat.
''I Love you sayang.''
''Aku juga mencintaimu mas.''
Shaka langsung mencium bibir Elena yang sangat menggoda untuknya.
Elena menikmati dan membalas ciuman Shaka membuat Shaka ingin meminta lebih. Tapi Elena menyudahinya karena dia langsung teringat anak-anaknya akan pulang sekolah.
''Mas, bentar lagi anak-anak akan sampai.'' Ucapnya.
Shaka pun menyudahinya lalu memeluk Elena kembali.
''Jangan pernah pergi dariku, apapun yang terjadi. Aku akan pastikan kamu tidak akan pernah di usik oleh siapapun.'' Janji Shaka pada Elena.
__ADS_1
Elena hanya mengangguk dalam pelukan Shaka.
...****************...