
''Ayah..''
''Kakek..''
Panggil Elena dan anak-anak sambungnya ketika sudah sampai di depan ruangan inap ayah Elena.
Elena dan anak-anak langsung berlalu memeluk ayah Elena yang sedang duduk di ranjang tidurnya.
Kondisi ayah Elena sudah lebih baik sekarang. Elena juga setelah 2 hari pulang dari rumah sakit dia memutuskan untuk menjenguk ayahnya dengan membawa anak-anaknya.
Dia sudah meminta ijin pada Shaka, Shaka tidak masalah Elena dan anak-anak pergi asal tetap di antar oleh supir.
''Cucuku..''
''Wah aku sangat senang kalian datang melihatku. Aku sangat merindukan kalian.'' Ucap ayah Elena sambil membalas pelukan mereka.
''Kami juga merindukan kakek.''
''Kami bawa hadiah untuk kakek.''
Evan, Hana dan Manse bergantian memberikan kado yang mereka bawa untuk kakeknya.
Ayah Elena sangat terharu melihat anak-anak sambung putrinya begitu perhatian padanya.
Dia juga ingin melihat cucu dari Elena sendiri. Bukan nya tidak menerima anak sambung Elena tapi dia ingin kebahagiaan ini lebih lengkap dengan kehadiran cucu kandungnya sendiri.
''Ayah bagaimana keadaan ayah sekarang.?'' Tanya Elena.
''Ayah baik-baik saja nak.''
''Ayah hanya merindukanmu beberapa hari ini, Suamimu bilang kamu sedang ada urusan makanya tidak bisa datang menjengukku.''
''Apa yang sedang kamu lakukan sampai tidak bisa datang menemui ayah.?'' Tanya Ayah Elena.
''Itu hanya pekerjaan ayah, maaf aku tidak sempat menjenguk ayah.''
''Aku akan menemani ayah di sini sampai beberapa hari ini.''
''Aku akan ijin pada mas Shaka biar aku bisa bersama dengan ayah.''
Ucap Elena mengalihkan perhatian ayahnya agar tidak menanyakan kesibukannya beberapa hari.
Dia sungguh tidak ingin jika harus memberitahukan ayahnya tentang keadaannya kemarin. Yang penting sekarang dia sudah sehat dan bisa menemani ayahnya.
''Ayah tidak ingin jika kamu harus tinggal di sini. Bagaimana dengan suami dan anak-anakmu.?'' Tolak ayahnya.
''Hanya beberapa hari saja ayah, lagian anak-anak akan di jaga sama pak Mul.''
''Ayah tidak perlu menolak, aku akan tinggal di sini sama ayah.''
''Aku akan mengantar anak-anak pulang lalu akan kembali ke sini. Aku ingin menemani ayah di sini.''
Elena memaksa akan menemani ayahnya di rumah sakit. Untuk menebus kesalahannya yang menyebabkan dirinya celaka.
''Baiklah,ayah tidak bisa lagi menolak keinginanmu.'' Ucap ayah Elena.
.
.
__ADS_1
.
3 jam sudah berlalu anak-anak bermain dengan ayahnya, Elena pun mengajak anak-anaknya untuk kembali pulang.
''Anak-anak kita harus pulang sekarang.'' Elena mengajak mereka pulang.
Evan dan adik-adiknya tidak menolak, karena mereka sudah merasa lelah sepulang sekolah langsung ke rumah sakit.
Mereka pamit pada kakeknya.
''Ayah aku akan mengantar anak-anak pulang, nanti aku akan kembali lagi.'' Ucap Elena.
''Anak-anak jangan nakal ya, baik-baik belajarnya.'' Pesan ayah Elena pada anak-anak Shaka.
''Kakek sehat ya, besok kami akan kembali lagi kek. Kami masih ingin bermain lama dengan kakek.''
''Wah.. kalian sudah sangat dewasa ya. Ayah senang punya cucu yang sangat baik seperti kalian.''
''Kami juga sayang sama kakek.'' Ucap Evan Hana dan Manse lalu memeluk kakeknya.
Elena dan anak-anak pun meninggalkan rumah sakit.
...***...
Satu harian di kantor Shaka sangat sibuk, banyak jadwal rapat dan juga banyak berkas yang perlu di periksa.
Di tengah-tengah kesibukannya Shaka masih menyempatkan diri untuk menanyakan kabar Elena. Mengingat Elena yang masih baru sakit, dia tetap memantau keadaan Elena.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, semua jadwal rapat Shaka sudah selesai, tinggal beberapa berkas di mejanya yang harus di periksa.
Mengingat Elena dan anak-anaknya sedang di rumah sakit, dia berencana akan menyusul mereka ke rumah sakit.
''Halo.''
''Kami sudah dalam perjalanan menuju ke rumah mas. Kamu hari ini pulang kantor jam berapa.?'' Terdengar suara Elena dari seberang.
''Aku akan pulang sekarang.'' Jawab Shaka.
''Baik mas, kami akan tunggu di rumah. Hati-hati mas.'' Balas Elena.
Shaka pun langsung mengajak Ken untuk pulang.
''Ken kita pulang sekarang.'' Ucapnya tegas.
''Baik tuan.'' Ken langsung bersiap dan keluar bersama Shaka dari gedung yang menjulang tinggi itu.
Mobil yang di Kendarai mereka menelusuri jalanan yang lumayan macet.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Shaka dan Ken akhirnya sampai di rumah.
Ken langsung pamit pulang tanpa harus singgah.
''Tuan, saya akan langsung pulang.''
__ADS_1
''Saya ingin menemui kakak saya di rumah sakit.''
Shaka mengangguk
''Baiklah. Besok nggak usah jemput Ken, saya ada urusan. Kamu urus perusahaan.'' Perintah Shaka.
''Baik tuan.'' Jawab Ken lalu berlalu dari pekarangan rumah Shaka.
Shaka di sambut oleh pak Mul. Elena dan anak-anak tidak ada di ruang keluarga. Sepertinya mereka sibuk di kamar masing-masing.
Shaka langsung menuju kamarnya.
Dia masuk ke kamar dan melihat sekeliling dia tidak melihat Elena di sana.
Dia menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.
Dia kaget melihat ada Elena di sana. Elena sedang merapikan pakaian lalu memasukkannya ke dalam koper.
Shaka heran, seolah-olah Elena hendak pergi dari rumah.
''Apa yang kamu lakukan.?'' Tanya Shaka membuat Elena kaget karena tiba-tiba Shaka sudah ada di belakangnya.
''Mas, kamu sudah pulang?''
''Hm. Kamu mau kemana? Ada apa dengan koper ini.?'' Tanyanya lagi.
''Mas ini aku mau ke rumah sakit menemani ayah. Kamu tau aku sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengannya. Aku memutuskan untuk di sana beberapa hari ini.!'' Jelasnya sekalian ingin meminta ijin dari Shaka.
Shaka berpikir sejenak.
''Aku ingin mengajakmu menemui paman.'' Ucapnya.
''Mas, bisakah kita menemui paman nanti aja. Aku ingin bersama ayah.'' Mohon Elena.
''Aku bukan nggak mau ngasi, tapi paman juga sedang drop. Jadi aku berencana membawa kamu ke sana.''
''Aku akan menemani kamu ke rumah sakit, besok kita akan menemui paman.''
Shaka memberikan pilihan pada Elena.
Elena tidak mau egois, dia berpikir sejenak. Dia juga ingin sekali menemui paman Shaka mengingat keadaan paman Andy juga sedang sakit.
''Baiklah mas, aku setuju dengan ucapan mas. Besok kita bisa menemui paman.'' Ucapnya sambil tersenyum.
''Kalau begitu masukkan beberapa pakaianku, kita langsung dari rumah sakit saja. Nggak perlu pulang ke rumah.''
Elena mengangguk lalu mengambil beberapa pakaian Shaka dan memasukkannya pada koper yang sama.
''Mas yakin malam ini mau ikut aku di rumah sakit.?'' Tanya Elena yang nggak yakin dengan keputusan Shaka.
''Kamu lupa yang jagain kamu di rumah sakit siapa.?'' Jawab Shaka mengingatkan Elena.
Elena menatap Elena sambil tertawa.
''Baiklah, jangan salahkan aku jika kamu kamu merasa tidak nyaman.'' Ucapnya.
Shaka dan Elena lalu pamit pada anak-anak bahwa kemungkinan dua hari ini mereka akan tidur di rumah sakit.
''Pak Mul saya titip anak-anak ya.'' Ucap Elena.
__ADS_1
''Baik nona, anda tidak perlu kwatir soal anak-anak.'' Jawab pak Mul meyakinkan Elena.
...****************...