Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Balas Dendam Ken


__ADS_3

''Nyonya, Saya ingin menginformasikan bahwa tuan Andy telah meninggal. Beliau meninggal pada saat anda berbicara dengannya lewat telepon.''


''Saya ingin mengetahui tujuan anda menghubungi tuan Andy. Saat ini anda akan di jadikan tersangka oleh tuan Shaka.''


Asisten tuan Andy langsung to the point berbicara dengan Mitha.


''Paman..'' Ucap Mitha lirih sambil menahan air mata.


''Ckck..'' Ken menggelengkan kepala kesal dengan tingkah Mitha yang menangis.


''Jangan pura-pura anda. Bukankah anda memang sengaja melakukan itu.?'' Ken menuduh Mitha sengaja ingin membunuh pamannya.


''Ken.. Apa saya salah kalau menghubungi paman saya. Saya tahu saya salah karena mendadak. Tapi saya tidak punya tujuan lain.'' Jelas Mitha pada Ken.


''Nyonya, tuan Shaka akan menyelediki tujuan anda menghubungi tuan Andy. Saya berharap anda sebaiknya menemui tuan Shaka secara langsung.''


''Ken, sebaiknya sekarang kita kembali dulu. Kita sudah mengetahui orang yang menghubungi tuan Andy.'' Asisten tuan Andy mengajak Ken untuk kembali.


Dia tahu situasi Ken saat ini sedang tidak stabil, Ken tidak bisa mengontrol emosinya ketika melihat Lusi.


Tanpa ijin Ken dan asisten tuan Andy pergi meninggalkan Mitha di restoran itu.


''Ken aku perlu bicara dengan kamu.'' Ucap Mitha mencoba menghentikan Ken.


''Maaf nyonya, untuk saat ini kami akan pergi dari sini. Sebaiknya anda segera menemui tuan Shaka.'' Jawab asisten tuan Andy sambil menarik tangan Ken menuju keluar restoran.


*


*


*


''Ayah....'' Hana teriak dari pintu masuk sekolahnya ketika melihat Shaka, Elena dan Manse menunggu dirinya dan Evan.


Hana langsung memeluk ayahnya. Sangat jarang sekali ayahnya bisa menjemput mereka di hari kerja.


Evan juga sedikit terkejut dengan apa yang di lihat. Hubungan dirinya dan ayahnya semakin membaik berkat Elena.


Evan tersenyum pada Elena dan Shaka.


''Hai sayang, bagaimana belajar kalian.?'' Tanya Elena pada anak anaknya. Dia langsung memeluk Evan dan Hana.


'' Semuanya lancar. Ayah kok tumben bisa jemput.?'' Jawab Evan.


Shaka merasa malu karena ketiga anaknya menanyakan keberadaannya saat ini. Dia tidak pernah menjemput anak-anaknya, tapi sekarang justru menyempatkan semuanya karena Elena.

__ADS_1


''Ayah ingin makan siang dengan ibu kalian, tapi dia justru ingin kita makan bersama.'' Ucap Shaka menjawab semua pertanyaan anak-anaknya.


Evan sudah cukup dewasa untuk mengerti ucapan ayahnya. Saat ini ayahnya sudah membuka hati untuk ibu tirinya.


Evan juga menyayangi Elena, banyak sekali perubahan yang terjadi di rumahnya terlebih pada ayahnya sejak keberadaan Elena.


Evan sekarang sudah ikhlas jika ada pengganti ibunya di hati ayahnya.


Kedatangan Elena ke keluarga besarnya cukup mendadak, sehingga untuk memanggilnya ibu masih belum terbiasa untuknya.


Sejak awal mereka memanggil Elena sebagai Kakak, semuanya karena usia Elena masih muda jadi ayahnya awalnya tidak memaksa mereka untuk memanggil ibu.


Mendengar ayahnya menyebut kata ibu kalian, menandakan bahwa mereka sudah harus belajar memanggil Elena sebagai ibu.


''Ayok mas, sebaiknya kita ke mobil dulu. baru pikirkan mau makan di mana. Ini sudah jam makan siang. Anak-anak pasti lapar.'' Ajak Elena pada Shaka sambil memegang tangan Hana dan menggandeng tangan Evan.


Di mobil


''Ayah, apa kami harus memanggil ibu sekarang.?'' Evan langsung bertanya pada Shaka membuat Elena batuk karena merasa terkejut dengan pertanyaan Shaka yang tiba-tiba.


''Sayang, aku nggak akan memaksa kalian untuk memanggilku ibu. Aku mau kalian merasa nyaman. Aku juga sangat suka kalau kalian memanggilku Kakak.'' Jawab Elena dengan cepat,sebelum Shaka menjawab pertanyaan Evan.


''Sekarang kalian putuskan mau makan apa. Kita akan ke sana sekarang.'' Ajak Elena menghindari pembahasan Evan.


''Aku mau makan bersama kakek.'' Ucap Hana secara tiba-tiba.


Melihat mereka dekat dengan ayahnya membuatnya merasa sangat beruntung hadir di kehidupan mereka.


''Sayang, tapi..''


''Aku juga ingin ketemu kakek.'' Evan memotong ucapan Elena.


''Baiklah, kita akan makan bersama dengan kakek. Tapi kita akan beli beberapa makanan untuk di bawa ke sana. Ayok siap-siap, kita berangkat.'' Shaka akhirnya menjalankan mobilnya.


*


*


*


''Ken , apa maksud ucapanmu pada nyonya Mitha. Bukankah tuan Shaka sudah memperlakukanmu dengan sangat baik. Dia sangat percaya padamu tapi ternyata kamu menusuknya dari belakang. Aku tidak menyangka kamu seperti ini Ken.''


Asisten tuan Andy menegur Ken karena sikapnya pada Shaka. Dibalik dia bekerja dengan baik dan selalu di andalkan Shaka ternyata Ken punya niat jahat padanya.


''Aku akan bicara dengan tuan Shaka tentangnya.'' Ucap Ken dingin lalu masuk ke mobilnya tanpa pamit pada asisten tuan Andy.

__ADS_1


''Hentikan penyelidikannya. Aku sudah menemukan orangnya.'' Ken berbicara dengan seseorang lewat telepon.


''Aku akan mengurus sisanya. Aku sangat menghargai kerja kerasmu. Aku akan menghubungimu kembali.'' Ken memutuskan panggilan teleponnya.


''Argghh....'' Ken berteriak dan memukul setir mobilnya.


Ada kekecewaan pada dirinya, tujuan awalnya untuk membalas dendam pada Shaka. Tapi Shaka sudah sangat mempercayainya.


Kehidupan Shaka sekarang sudah mulai ceria sejak kehadiran Elena. Dia merasa menyesal membuat Elena masuk ke kehidupan Shaka.


Andai dia tidak memaksa Shaka , maka pernikahan mereka tidak akan terjadi.


Dan sekarang, Shaka dan Elena sudah saling jatuh cinta. Ken tidak akan menyakiti Elena tapi dia harus membalaskan dendamnya pada Shaka walau mungkin Elena akan terluka.


Ken berpikir inilah saatnya Elena harus mundur dari kehidupan Shaka. Ada kesempatan untuknya bisa bersama Elena.


''Halo.. Ada hal penting yang mau saya sampaikan. Aku tunggu di tempat biasa.''


''Aku menuju ke sana.''


Ken berbicara dengan Randy. Ken memutuskan akan memberitahu Randy tentang adik perempuannya yang muncul kembali.


Ken akan meminta bantuan Randy membawa Mitha kembali dan memberitahukan semua orang bahwa adiknya Mitha belum meninggal.


''Hal penting apa yang ingin kau sampaikan Ken. Aku harap ini memang benar-benar penting. Aku tidak ingin membuang waktuku.'' Sapaan Randy pada Ken yang sudah menunggu di sebuah meja di sudut ruangan VIP sebuah restoran.


''Mitha adalah penyebab tuan Andy meninggal. Shaka sedang menyelidikinya.'' Ucap Ken


''Hahaha..'' Randy tertawa kuat mendengar ucapan Ken.


''Ken, apa kamu sudah mabuk.?'' Tanyanya heran. Bagi orang lain Mitha memang sudah meninggal tapi bagi dia Mitha adiknya hanya menghilang dan belum ditemukan. Sejak kepergian Mitha Randy selalu menekankan itu.


Tapi bukan berarti dia akan percaya dengan ucapan Ken.


''Mitha sudah kembali.'' Ucap Ken dingin.


''A..apa maksud ucapanmu. Jangan bercanda.'' Randy masih belum percaya pada Ken.


''Aku tidak lagi bercanda. Aku sudah bertemu dengannya. Aku sedang menyelidiki seseorang yang diduga penyebab jantung tuan Andy kambuh hingga menyebabkan beliau meninggal.''


''Orang itu adalah Mitha, adik anda.'' Ucap Ken penuh penekanan di setiap kalimatnya.


''Aku ingin, bawa dia kembali. Aku akan membalaskan dendamku pada Shaka.'' Lanjut Ken tidak peduli respon apa yang diberikan oleh Randy.


Akankah Shaka bisa menerima kehadiran mantan istri nya kembali.?

__ADS_1


Jangan lupa untuk tetap stay ya readers tercinta...


...****************...


__ADS_2