
Makan malam selesai dengan baik, sikap anak-anak pada Elena juga baik. walau sebenarnya Evan dan Hana masih dingin kepadanya.
Mulai hari ini Elena akan di sibukkan dengan menjaga anak-anak mulai dari bangun berangkat sekolah sampai pulang sekolah.
Hari ini Elena tidur di kamar Manse. Ntah apa yang terjadi tadi malam bangun tidur pagi ini dia ternyata ada di kamar Manse.
Elena membantu anak-anak untuk bersiap siap pergi ke sekolah.
membantu menyiapkan seragam sekolah, tas dan sepatunya. Elena juga membantu mengikat rambut Hana dengan lembut.
Shaka sudah berpakaian rapi ketika elena masuk ke kamarnya.
''Selamat pagi, kamu sudah rapi.'' ucapnya sambil tersenyum.
Saatnya Elena untuk bersiap-siap juga, dia akan mengantar dan menjemput anak-anak mulai hari ini.
Kegiatan beres beres telah selesai, mereka akan menuju ruang tamu untuk sarapan bersama.
Shaka sudah berpakaian rapi dan duduk di meja makan. Meja makan di penuhi dengan 5 kursi. Ayahnya di tengah dan di samping kiri elena dan Manse. sedangkan Evan dan Hana ada di depan elena.
Layaknya keluarga bahagia lainnya mereka juga menjalani pernikahannya sementara nya dengan baik.
''Mulai hari ini aku akan mengantar dan menjemput kalian ke sekolah.'' ucap Elena.
Shaka mendengar sambil melihat reaksi anak-anaknya.
''Ucapkan terima kasih pada Elena.'' ucapnya tegas.
''Terima kasih Kaka.'' ucap Evan,hana dan Manse serempak.
Mendengar pembicaraan Elena, pak Mul kaget dengan Elena, dia berusaha melakukan yang terbaik. Kelihatan nona Elena adalah gadis yang baik dan penyayang.
''Semoga keluarga ini utuh seperti ini selamanya.'' ucapnya
Hari ini Elena akan belajar dari anak-anak,apa yang mereka sukai dan lakukan setiap harinya.
Dia sangat semangat untuk melakukan tugasnya dengan baik.
...***...
Di perusahaan Sanjaya Group, semua karyawan sudah terlihat sibuk dengan segala pekerjaan mereka.
dua hari lagi adalah acara ulang tahun perusahaan, mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Shaka memeriksa setiap perkembangan persiapan untuk acaranya. Semua sudah di atur dengan baik oleh Ken. Tinggal menunggu hari H acaranya saja.
Tok .. tok.
''Permisi Tuan, nona Kirana ingin bertemu.'' ucap sekretaris Shaka.
''Silahkan dia masuk.''
''Baik tuan.''
Sekretaris mempersilahkan kira masuk ke ruangan Shaka.
''Hi Shaka selamat atas pernikahanmu.''
__ADS_1
''Kamu benar-benar membuatku kecewa.''
''Bukankah kamu tau kalau aku menyukaimu.?''
''Kamu sangat jahat padaku, berapa lama aku harus menunggu. Bahkan dari istri pertamamu aku sudah menunggumu. Tapi kenapa sekarang aku harus menunggu lagi.?''
Shaka di serang dengan pertanyaan Kirana. Ini bukan pertanyaan justru ungkapan perasaan.
''Kirana.''
''Aku minta maaf. Tapi aku sudah katakan sejak dulu jangan menungguku, aku hanya menganggap kamu teman dari universitas yang sama.''
''Selama ini aku juga tidak memberimu harapan.!''
Shaka langsung to the point menjawab Kirana.
''Pernikahan ini apakah ini sungguhan.?''
''Kalian mendadak jadi sepasang kekasih pura-pura dan sekarang menikah secara sah. Apa ini pernikahan sungguhan.?''
''Atau kalian memang sepasang kekasih sungguhan tapi di depanku kamu berpura-pura.?''
''Seharusnya dari awal kamu tidak perlu mengatakan kalau ini pura-pura Shaka. Aku bodoh seharusnya dari awal tidak menyukaimu.''
Kirana menangis di depan Shaka. sampai dia lemas hampir jatuh. Shaka langsung menangkap nya dan membawanya duduk di sofa.
''Kirana, aku tidak ingin hubungan kita hancur. Sejak awal aku sudah mengatakan aku tidak bisa melihatmu sebagai wanita.''
''Kenapa aku tidak bisa memilikimu. Kenapa mereka bisa.?''
''Apa kurangnya aku. aku sudah berusaha menjadi yang terbaik buatmu tapi kenapa aku, aku bahkan tidak bisa masuk ke hatimu sedikit pun.''
Shaka yang di serang Kirana hanya bisa diam tanpa menjawab apapun lagi. Jika dia menjawab makan Kirana akan semakin merasa tersakiti.
Dia membiarkan Kirana meluapkan segala emosinya.Mungkin setelah ini dia akan merasa lebih baik.
Setelah menunggu 30 menit , Kirana pun diam dan mencoba untuk merapikan rambut dan wajahnya yang kacau akibat air matanya.
Dia sudah puas meluapkan kekesalannya pada Shaka. walau sebenarnya ini memalukan tapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali.
''Mungkin mulai sekarang aku harus menjaga sikap di depanmu. Tidak baik untukku dekat dengan suami orang. Apalagi aku selama ini menyimpan rasa.''
''Aku akan kembali. silahkan melanjutkan pekerjaanmu.''
''Kirana...''Ucapan Shaka di potong Kirana.
''Aku baik-baik saja sekarang. aku akan berusaha melupakan perasaan ini. Biar bagaimana pun aku tidak bisa memaksakan hatimu untukku.''
''Aku akan kembali.'' Kirana beranjak dari duduknya lalu pergi.
Shaka melihat kepergian Kirana dengan penuh kesedihan. Dia tidak bisa membela diri dan menyalahkan Kirana. Ini semua kesalahannya.
''Aku seharusnya dari awal menjauhinya..'' ucapnya pelan.
tidak bisa di pungkiri, Kirana pintar baik dan sangat berbakat. Tapi Shaka tidak bisa melihat dia sebagai wanita. Dia adalah teman sejati Shaka. Dia berharap suatu saat nanti Kirana akan menemukan kebahagiaannya sendiri.
...***...
__ADS_1
Sepulang sekolah bersama anak-anak Elena membawa mereka ke toko buku. Dia berencana akan membawa anak-anak belajar sambil bermain di ruang terbuka.
''Kenapa membawa kita ke sini. Apa ayah tau kalau kita ke sini.?'' tanya Evan.
''ohh..?'' Elena terkejut dia belum berbicara dengan Shaka. tadi dia sudah mencoba menghubungi tapi tidak di angkat oleh Shaka.
''Aku sudah menghubunginya tadi, tidak usah kwatir.'' jawab Elena.
''Baiklah, hari ini kita akan di sini selama 2 jam aja. setelah itu kita akan pulang ke rumah.''
Mereka menikmati sore hari ini dengan ceria, terutama Manse. dia sangat menyukai bisa keluar rumah seperti ini.
''Kak, bisakah kita setiap hari melakukan ini.?'' tanya Manse.
''Nanti aku akan bicara pada ayah, kamu menikmatinya.?''
''Hmm.. ''
''Aku senang.''
''Evan apa suka keluar seperti ini.?''
''Tidak, aku lebih suka kalau di rumah.''
''Aku juga lebih suka di rumah.'' ucap Hana.
Elena yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum. Baiklah kalau begitu kita pulang saja.
''Manse, lain kali kita bermain di luar ya.'' Elena membujuk Manse.
''Janji.?''
''Iya janji.''
Elena pun membawa mereka kembali pulang ke rumah. Biar gimana pun dia tidak mau memaksakan keinginannya untuk anak-anak.
Melihat elena dan anak-anak pulang telat, pak Mul bertanya apakah ada masalah.
''Nona, anda dan anak-anak pulang telat,apa ada masalah di jalan.?''
''Tidak, tadi aku membawa anak-anak mampir ke suatu tempat.'' jawab Elena.
''Ayok semuanya masuk kamar ganti pakaian kalian, nanti aku akan mengantar minuman dan cemilan.''
Elena menyuruh anak-anak untuk kembali ke kamar masing-masing.
''Pak Mul , anak-anak biasanya melakukan kegiatan apa sepulang sekolah.?'' tanya Elena.
''Mereka hanya akan di dalam kamar sampai jam makan makan nona.''
''aa baiklah pak Mul. silahkan lanjutkan pekerjaan nya.''
Elena berpikir untuk mencari ide agar anak-anak tidak berdiam diri di dalam rumah.
''Anak-anak harus tau kapan waktunya untuk bermain, kalau belajar terus kasian mereka pasti butuh waktu untuk refreshing.''
Elena semakin memikirkan anak-anak Shaka. Kenapa hidup mereka terlalu di paksa untuk belajar terus.
__ADS_1
...****************...