Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena


__ADS_3

Shaka dan Ken telah sampai di rumah sakit. Shaka langsung lari menanyakan Elena.


Ken mengikuti Shaka dari belakang. Melihat Shaka yang sangat panik dia pun ikut panik.


Ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi.


''Dimana Elena.?'' Tanya Shaka tanpa basa-basi pada perawat.


''Nona masih di ruangan UGD di tangani oleh dokter tuan.''


''Silahkan menunggu sampai dokter selesai.'' ucap perawat.


Shaka benar-benar kacau. Dia kembali mengingat kejadian istrinya mengalami kecelakaan.


Dia sadar bahwa Elena adalah istri sementara. Mereka menikah dengan terpaksa karena situasi kedua belah pihak.


Tapi kenapa harus Elena lagi. Pikiran Shaka sudah berpikir jauh.


''Dia di UGD, Apa yang terjadi dengannya.?''


''Kenapa dia, kenapa harus dia.?'' Shaka frustasi.


Ken yang melihat tuannya sangat kacau hanya bisa berdiam. Dia juga tidak ingin hal buruk terjadi pada Elena.


Ken mencoba menghubungi pak Mul untuk memberitahu bahwa Shaka tidak akan pulang ke rumah.


''Halo, pak Mul tuan Shaka malam ini tidak akan pulang.''


''Besok pagi saya akan ke rumah, tolong siapkan beberapa pakaian untuknya.


''Nona Elena sedang di rumah sakit mengalami kecelakaan.''


Jelas Ken pada asisten rumah tangga Shaka.


...***...


Pak Mul mendengar kabar Elena kecelakaan langsung kaget dan menyalahkan diri sendiri.


''Seharusnya tadi saya harus mencegahnya.''


''Bagaimana keadaan nya.?''


Astaga aku bahkan tidak sempat menanyakannya.


Pak Mul yang sedang bersama dengan anak-anak Shaka langsung memberitahukan informasi itu.


''Anak-anak, Nona Elena mengalami kecelakaan jadi ayah sedang di rumah sakit menjaga nona Elena.''


''Apa yang terjadi dengan Kaka pak.?'' Tanya Evan.


Mereka bertiga juga terkejut mendengar berita itu. Manse dan Hana bahkan sudah menangis.


Tak bisa di pungkiri kedekatan mereka dengan Elena selama ini. Bahkan di saat mereka belum bisa membuka hati tapi Elena tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka.


''Ayok kita liat Kakak.'' Ucap Hana sambil menangis.


''Aku mau liat kakak.'' Ucap Manse.


''Anak-anak besok sepulang sekolah kita akan ke rumah sakit. Sekarang tidak bisa. Ayah tidak mengijinkan kalian untuk keluar.''


''Sekarang kalian istirahat, besok kita akan ke rumah sakit.'' Ucap pak Mul.


Pak Mul langsung menyiapkan beberapa pakaian untuk Shaka selama di rumah sakit.


Dia tidak ingin menunggu besok, supaya besok Ken datang langsung bisa kembali ke rumah sakit dengan cepat.


Pak Mul tau bahwa Shaka pasti akan sangat terpukul. Kecelakaan adalah hal yang paling membuat dia kacau.


Pak Mul hanya bisa berharap agar Elena baik-baik saja.

__ADS_1


...***...


Di rumah sakit. Shaka masih diam tanpa bicara sepatah katapun. Dia sudah langsung memikirkan hal yang buruk.


Itu membuat suasana hatinya semakin kacau.


Dia yang duduk dengan kedua tangannya memegang kepalanya. Sangat jelas bahwa dia sedang frustasi.


''Tuan, maafkan saya.'' Ucap pak supir yang menabrak Elena.


Tiba-tiba seorang pria paruh baya mendatanginya.


Shaka langsung melihat ke atas melihat siapa pemilik suara itu.


''Saya mohon maafkan saya tuan. Saya sangat menyesal.'' Ucap pak supir sambil memohon.


Ken yang melihat pria itu mendatangi Shaka pun langsung menyuruh supir untuk diam.


Ken tau jika Shaka sedang tidak ingin di ganggu.


''Maaf tuan sebaiknya tuan berbicara dengan saya di sebelah sana.'' Ajak Ken.


Ken menanyakan kejadian yang sedang terjadi. Ken adalah asisten Shaka yang tidak pernah diragukan kinerjanya.


Setelah mengetahui kejadian yang sedang terjadi. Ken menyuruh supir truk untuk kembali pulang ke rumahnya.


Bukan tanpa alasan, Ken sudah memegang kartu nama dan nomor plat truk yang di bawa.


''Sebaiknya saat ini bapak pulang aja.''


''Jangan mengajak tuan Shaka berbicara tentang nona.'' Jelas Ken.


''Maaf tuan, saya akan menunggu sampai nona sadar. Saya akan menjauh dari tuan itu.'' Jawab sang supir.


Pak supir tidak ingin pulang sebelum mengetahui keadaan Elena.


Ken langsung pergi meninggalkan pak supir. Ken kembali menunggu dokter Elena keluar bersama Shaka.


Shaka yang melihat dokter keluar langsung buru-buru bertanya.


''Dokter, bagaimana keadaan istri saya dok.?''


''Istri anda saat ini sudah di tangani. Operasi berjalan dengan lancar.''


''Kita akan menunggu selama 1 jam sampai nona Elena sadar.''


''Nona Elena kehilangan banyak darah, untung segera di bawa ke rumah sakit. Kalau terlambat sebentar saja akan sangat berbahaya untuknya.''


Dokter menjelaskan panjang lebar membuat Shaka sedikit tenang. Operasi berjalan lancar dia akan baik-baik saja.


Mendengar penjelasan dokter Ken sadar bahwa supir yang menabrak Elena sangat bertanggung jawab. Langsung membawa Elena ke rumah sakit adalah tindakan yang patut di puji.


Di belakang Shaka dan Ken pak supir mendengar langsung penjelasan dokter. Membuat pak supir sedikit senang karena operasi berjalan dengan lancar.


''Dokter jika dalam 1 jam Elena tidak sadarkan diri apa yang akan terjadi.?'' Tanya Shaka.


''Maaf tuan, jika hal itu terjadi akan membuat keadaannya lebih kritis. Kita doakan agar dalam waktu 1 jam nona Elena sadar.''


''Operasinya berjalan dengan lancar, semua akan baik-baik saja tuan.'' Ucap dokter.


''Saya akan tinggal dulu, saya akan kembali setelah nona Elena sadar.''


''Saya permisi dulu.'' Dokter pamit.


''Baik dokter, terima kasih.'' ucap Shaka.


Dokter pergi meninggalkan Shaka dan Ken. Shaka masih belum bisa tenang melihat keadaan Elena yang seperti ini.


Dokter ayah Elena datang menemui Shaka.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan Elena tuan.?'' Tanyanya pada Shaka.


''Dokter, Operasi Elena berjalan dengan lancar, saat ini menunggu sampai Elena sadar.'' Jelas Shaka.


''Tuan Shaka ayah Elena sudah sadar.''


Deg...


Shaka langsung melihat dokter.


''Apa maksud dokter?''


''Bukannya ayah baik-baik saja.?''


''Anda sudah mengatakan kalau kemoterapi yang di lakukan ayah berjalan dengan lancar. Kenapa sekarang ayah bisa.?''


Ucapan Shaka menggantung. Dia nggak menyangka Elena ke rumah sakit sendiri karena kabar ayahnya yang drop.


''Apa yang dia pikirkan sampai -sampai tidak memberitahukannya padaku.?'' ucap Shaka.


''Dokter, jika terjadi sesuatu dengan ayah tolong hubungi saya.'' Pinta Shaka.


''Baik tuan, saya akan menghubungi anda.'' Jawab dokter.


''Terima kasih dok.''


''Saya akan ke ruangan ayah sekarang.''


''Ken, kalau Elena sudah sadar segera hubungi saya.'' Ucap Shaka pada Ken.


''Baik tuan.'' Jawab Ken.


Shaka pergi meninggalkan Ken menuju ruangan ayah mertuanya.


Shaka merasa sangat bersalah melihat keadaan ayah mertuanya yang kembali drop.


''Ayah..'' Sapaan Shaka membuat ayah mertuanya melirik ke arah pintu.


''Bagaimana keadaan ayah.?'' Tanya Shaka.


''Menantuku aku baik-baik saja.'' Jawab ayah Elena lemas.


''Ayah Elena lagi sama anak-anak, hari ini nggak bisa datang menjenguk ayah. Apa ayah marah jika hanya aku yang datang?''


''Elena akan datang jika pekerjaan nya yang mendesak itu selesai.'' Jelas Shaka.


Shaka tidak menceritakan kejadian yang menimpa Elena. Melihat kondisi ayah mertuanya yang sedang drop.


''Ayah tidak apa-apa.''


''Ayah hanya perlu istirahat saja kata dokter.''


''Iya ayah, ayah istirahat ya. Aku akan di sini. Jika ayah butuh sesuatu katakan padaku.'' Ucap Shaka.


ayah Elena mengangguk tanda dia mengerti. Ayah Elena istirahat di temani oleh Shaka.


...****************...


*


*


*


Apakah Elena akan sadar.? Nantikan terus kisah Shaka dan Elena ya.


KUNJUNGI JUGA KARYA KEDUA AUTHOR JUDULNYA DINIKAHI UNTUK JADI ISTRI KEDUA.


BANTU LIKE KOMEN DAN TAMBAHKAN KE FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE TERBARUNYA.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2