Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Tuan Shaka yang Dingin


__ADS_3

Ken dan Elena telah sampai di ruangan Shaka. Elena sangat kagum melihat ruangan kerja Shaka jauh lebih luas dari kamar. Bahkan kamarnya tidak seberapa di banding ruangan ini.


"Tuan Shaka kenapa tiba tiba mau di wawancarai dengan sukarela,?" tanya Elena curiga. Walau sebenarnya Elena telah mengetahui alasannya.


"Saya ingin menebus kesalahpahaman saya kemarin terkait anak saya Manse." Jawab Shaka dengan muka datarnya.


"Ahh.. makanya dengar dulu penjelasan nya sebelum langsung menilai yang tidak-tidak," Ucap Elena dengan nada sedikit pelan.


"Kamu.," Shaka tidak melanjut kalimatnya.


"Saya kasi kamu waktu selama 10 menit, silahkan tanyakkan apa yang ingin kamu tahu tentang saya."


"Baik tuan, mari kita mulai."


...***...


Kirana yang sudah mengetahui berita tentang Shaka , akhirnya memutuskan untuk mendatangi Shaka di kantornya. Dia datang tanpa menelpon lebih dulu.


Seperti dugaannya di depan kantor Shaka sudah banyak reporter yang ingin melakukan wawancara dengan Shaka.


Melihat kedatangan Kirana para reporter langsung menyerbu Kirana dengan berbagai pertanyaan.


"Nona Kirana bagaimana tanggapan anda terhadap foto tuan Shaka yang sedang beredar.?" tanya reporter satu.


"Nona bukankah Anda dan tuan Shaka punya hubungan khusus,kenapa tuan Shaka bisa bertemu wanita lain.?" kali ini reporter kedua.


"Apa tujuan anda mendatangi kantor tuan Shaka, apakah terkait berita yang menyebar ini.?" tanya reporter ketiga.


Kirana di serbu dengan berbagai macam pertanyaan dari para reporter.


Kirana yang sedikit kesal dengan berbagai pertanyaan reporter pun akhirnya memilih untuk bungkam, Kirana hanya tersenyum sambil berusaha masuk ke kantor Shaka.


Kirana berhasil melewati para reporter dan berjalan menuju lift.

__ADS_1


"Ah ya ampunn Shaka, kenapa bisa seperti ini, siapa wanita itu.?" Kirana bicara dengan diri sendiri.


...***...


Tok..tok.


"Permisi Tuan , nona Kirana ingin menemui tuan." Kirana di antar sekretaris Lusi ke ruangan Shaka.


Berbeda dengan Ken yang memasang muka santai, Shaka sedikit terkejut dengan kedatangan Kirana.


Elena yang melihat kedatangan Kirana langsung senang, seolah olah sedang memang undian.


"Terima kasih sudah memudahkan pekerjaanku nona Kirana." ucap Elena pelan.


"Kirana ,maaf saya mau melakukan wawancara," Shaka mempersilahkan Kirana menunggu di sofa yang ada di ruangan nya.


"Tuan Shaka"


"Perkenalkan saya Elena dari Skandal News." Elena langsung memulai wawancaranya.


"Apa makanan kesukaan anda tuan."


"Hah.. kamu hanya menanyakan hal sepele itu.?" Shaka tidak menjawab pertanyaan Elena.


"Tuan anda tinggal menjawab aja apa makanan kesukaan anda."


"Saya suka semua makanan" jawab Shaka kesal.


"Tuan Shaka kapan waktu terberat anda.?"


Shaka diam dan tidak mau menjawab pertanyaan Elena.


"Tuan apa makanan kesukaan anak anda.?"

__ADS_1


"Apa Film kesukaan anak anda .?"


"Kapan terakhir kali Anda mengikuti acara sekolah anak anda.?"


Shaka benar benar gak habis pikir pertanyaan yang di berikan Elena seperti ini. Shaka hanya tersenyum sinis.


"Tuan dari benar benar tidak dekat dengan anak anda, tuan tidak tau hal hal yang anak anak sukai." ucap Elena.


Shaka yang mendengar itu pun langsung kesal dan mencoba untuk tetap tenang walau raut wajahnya tetap kelihatan kesal.


Tuan kuharap anda tidak melewatkan pertanyaan ini.


"Apa hubungan anda dengan Nona Kirana, apakah hanya sebagai teman atau ada hubungan yang lain,.?" Elena bertanya sambil melihat ke arah Kirana.


"Kami hanya teman lama, ya teman lama, dulu kami kuliah di universitas yang sama." jawab Shaka.


"Jadi kalian hanya sebatas teman.?"


"Ya benar" jawab Shaka.


Shaka langsung melihat jam di tangannya.


"Waktu 10 menit telah habis,silahkan akhiri."


"Terima kasih atas wawancara hari ini tuan Shaka." ucap Elena sambil bersiap untuk kembali.


"Tuan, ini adalah sebuah hadiah dari Skandal News, isinya adalah celana boxer," ucap Elena pelan.


"Saya tidak memakai itu, silahkan bawa kembali," jawab Shaka yang membuat Elena tertawa terbahak-bahak.


"baiklah tuan ternyata anda pecinta pakaian dalam segitiga," ucap Elena.


Elena mengambil bingkisan yang ada ditangan Shaka,lalu memberikan kepada Ken.

__ADS_1


"Tuan Ken terima kasih , ini hadiah untuk anda." Elena berpaling meninggalkan ruangan Shaka.


...****************...


__ADS_2