
''Surat ini.!''
''Pantas saja kamu gelisah mencari ini.''
''Dasar ceroboh.!'' Ucap Shaka sambil menyimpan kertas itu ke dalam saku celananya.
Shaka menemui Elena yang sedang bersiap-siap.
''Apa kamu sudah siap.?'' Tanyanya.
''Sebentar mas, sedikit lagi.'' Jawab Elena sambil mempercepat pergerakannya.
10 menit menunggu Elena akhirnya selesai. Mereka akhirnya pergi keluar dengan Shaka menyetir.
Wajah Elena terpancar kebahagian, setelah sekian lama sibuk dengan dunia barunya akhirnya dia di ajak keluar oleh Shaka.
''Mas, kamu tumben ngajak keluar seperti ini.''
Tanya Elena hati-hati.
''Tidak apa-apa, aku hanya ingin membawamu keluar karena kamu sudah bekerja keras sampai sekarang.''
''Hih.''
''Itu sudah menjadi tugasku mas, aku sudah berjanji untuk melakukan yang terbaik.''
Elena sampai saat ini masih sadar statusnya dengan Shaka adalah pernikahan kontrak, jadi dia hanya bisa melakukan semuanya dengan baik dan dengan hati yang tulus.
Walau kesan pertama mereka tidak baik tapi Elena mengesampingkan semua itu.
Dia harus menjadi ibu sambung yang baik. Apalagi dia hanya punya waktu sementara.Dia harus bisa meninggalkan kebahagiaan buat anak-anak sambungnya.
''Kita ke restoran mana. Apa kamu sudah memikirkannya.?''
''Hmm .. Aku sudah memutuskan kita ke warung makan di jalan a..., Itu adalah tempat yang sering aku kunjungi. Tapi akhir-akhir ini aku tidak punya waktu untuk ke sana.''
''Tapi, mas yakin kita ke sana.?''
'' Tidak masalah, aku sudah berjanji. Aku tidak akan melanggar janjiku.'' Ucap Shaka tegas.
Elena membawa Shaka ke sebuah warung pinggir jalan yang terbilang sangat sederhana.
Shaka yang biasanya makan di restoran mewah, tapi kali ini Elena membawanya makan di warung pinggir jalan.
Mengingat itu membuat Elena tersenyum, bagaimana nanti reaksi Shaka setelah sampai di sana.
Setelah 30 menit perjalanan mereka berhenti di sebuah warung yang bangunannya sangat sederhana tapi sangat rame pengunjung.
''Ayok mas masuk.'' Elena membawa Shaka ke dalam.
''Halo Nenek, apa kabar.?'' Sapa Elena ketika masuk ke dalam dan ingin mencari tempat duduk.
''Aku sudah lama tidak melihatmu, aku kira setelah menikah kamu melupakan warung nenek.'' ucap nenek.
''Maaf nek, aku sangat sibuk jadi nggak sempat.'' Balas Elena.
''Tuan Shaka lebih tampan aslinya dari pada di televisi dan surat kabar.'' ucap nenek tertawa.
Shaka yang mendengar itu tersenyum pada nenek.
__ADS_1
Elena menjelaskan pada Shaka tentang menu-menu makanan dan minuman di sana. Shaka yang belum pernah mencobanya lebih memilih memesan makanan dan minuman yang sama dengan Elena.
''Nenek, kami pesan yang biasa 2 porsi.''
''Baiklah, mohon di tunggu ya nak.'' ucap sang nenek sembari menyiapkan makanan.
''Kamu kelihatannya dekat dengan nenek itu.?''
''Aku mengenalnya di warung ini. Aku sering datang ke sini sama teman-temanku.''
Elena tiba-tiba teringat temannya yang sering datang ke sini adalah dari Skandal news. Dia lalu melihat sekeliling warung, memeriksa apakah ada wartawan dari skandal news.
Setelah melihat tidak ada yang sedang makan di sana, dia pun lega dan mengelus dadanya.
''Apa yang kamu lihat.?'' Tanya Shaka penasaran melihat tingkah Elena.
''Aku sedang melihat apa ada reporter di sini.''
Hal itu membuat Shaka tertawa, mengingat wanita di depannya adalah seorang mantan reporter.
''Kenapa tertawa. Kamu emang gak akan marah kalau mereka mengambil gambar diam-diam.?''
''Ck.''
''Dulu aja mas begitu marah ketika aku mengambilnya dengan diam-diam.'' Jelas Elena dengan wajah yang di buat cemberut.
''Aku sudah mulai terbiasa dengan itu, mengingat istriku adalah mantan seorang reporter. Jadi aku harus mau menerima hal itu.''
''Sejak menikah denganmu pemberitaan tentang diriku tidak ada habisnya. Aku bisa apa, kamu selalu melarang agar tidak marah. Jika beritanya melewati batas maka Ken akan mengurusnya.'' Jelas Shaka.
''Makanannya datang..'' Ucap nenek membawa makanan Shaka dan Elena.
''Selamat menikmati tuan dan nona.'' ucap nenek tersenyum lalu meninggalkan mereka.
''Makasih nek.''
''Mas, ayok di makan.''
Shaka dan Elena mulai menikmati makanan yang ada di depan mereka.
Shaka mengakui makanan ini sangat enak.Pantes saja tempat ini rame.
Elena terkejut melihat seseorang yang baru datang dari pintu masuk warung.
''Direktur.''
Elena menutup wajahnya agar direktur dan pegawainya tidak melihat Elena dan Shaka.
Elena meminta Shaka untuk segera menyelesaikan makanannya. Akan sangat repot untuknya kalau direktur melihatnya.
Direktur selalu meminta untuk melakukan wawancara kehidupan rumah tangganya sejak menikah. Tapi Elena menolak, karena Shaka tidak akan menyukainya jika harus mengekspos kehidupan rumah tangganya.
Selama menikah dengan Shaka, dia sudah bersusah payah meminta Shaka untuk menerima semua pemberitaan tentang dirinya dan Shaka. Itupun tidak pernah melakukan wawancara, hanya saja mengambil foto diam-diam.
''Mas sebaiknya kita pulang saja.''
Elena mengajak Shaka pulang.
''Ada apa. Sejak tadi kamu kelihatan gelisah.'' Tanya Shaka sambil melihat sekelilingnya.
__ADS_1
''Mas itu ada reporter dari skandal news. Sebelum mereka meminta untuk wawancara denganmu sebaiknya kita pulang saja.''
''Kenapa kita harus menghindari mereka. Jika mereka meminta aku akan tetap menolak.'' ucap Shaka.
''Justru karena kamu menolak mas makanya kita harus keluar dari sini, akan sangat tidak baik untukku jika bertemu mereka.''
''Banyak pertanyaan mereka yang tidak bisa aku jawab.''
Elena memaksa Shaka agar keluar dari warung ini. Membuat Shaka mau tidak mau harus mengikuti Elena.
Mereka keluar dengan cara diam-diam sampai akhirnya di depan warung.
Elena menarik nafas panjang.
''Akhirnya gak ketemu dengan direktur.''
Tanpa di sadari ternyata direktur sudah melihatnya, direktur langsung bergegas mengejar Elena dan Shaka. Di depan pintu dia memanggil Elena.
''Elena.'' Teriak direktur membuat Elena kaget.
''Maafkan aku direktur, aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa lain kali.'' ucap Elena membawa Shaka masuk mobil mereka lalu pergi dari sana.
''Elena.'' teriak direktur.
''Cih..''
''Sejak dia menikah susah sekali untuk meminta bantuannya.''
''Apa salahnya wawancara dengan perusahaan tempatnya bekerja dulu. Awas aja kamu Elena,.''
''Kamu pura-pura tidak melihat ku.''
''Kamu pelit sekali memberikan informasi.''
Direktur kembali duduk di meja nya tapi masih dengan suasana hati yang kesal pada Elena.
''Direktur jangan terlalu memaksa kak Elena, kasian dia jika harus menghindari direktur terus.'' Ucap reporter lain.
''Aku harus membuat Elena datang sendiri ke kantor. Makanya kamu bekerja cari informasi tentang mereka.''
''Aku masih curiga mereka menyembunyikan sesuatu.''
Direktur dan reporter lain melanjutkan aktivitas makan nya di sana.
Elena dan Shaka sudah jauh keluar dari lingkungan warung tersebut.
''Mas makasih sudah mau membawaku keluar.''
''Kalau di pikir-pikir sejak menikah kita belum pernah melakukan hal-hal seperti ini.''
''Bahkan sebentar lagi waktu kita akan habis.'' ucap Elena pelan.
...****************...
BANTU AUTHOR PEMULA AGAR TETAP SEMANGAT UPDATE YA. LIKE, KOMEN.
FAVORIT KAN KARYA INI AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE TERBARUNYA.
DUKUNGAN KALIAN AKAN SANGAT MEMBANTU AUTHOR MENJADI LEBIH BAIK.
__ADS_1