Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Aku hanya mencintaimu


__ADS_3

Setelah pertemuan anak-anak dengan Mitha, kini mereka telah kembali ke rumah utama. Sesuai permintaan Shaka mereka akhirnya kembali dan mereka bisa tidur di kamar masing-masing tanpa harus tidur sekamar ketika di rumah ayah Elena.


''Pak Mul , aku akan kembali ke kantor. Tolong urus anak-anak.'' Shaka pamit kembali ke kantor.


*


*


*


''Maaf Dit, aku agak lama.'' Elena kini kembali dari kamar mandi duduk di seberang Radit.


''Tidak apa-apa. Aku pikir kamu kabur.'' Radit tertawa kecil.


Kini mereka menikmati makan siangnya dengan sesekali berbicara. Mereka yang memang saling mengenal tidak begitu kaku ketika bersama. Elena tetap dengan profesionalnya menghadapi Radit yang selalu menggodanya.


''Aku akan menunggu sampai suamimu meninggalkanmu Len.''


''Radit.! Aku akan sangat kecewa kalau kamu bahas itu terus. Aku mencintai mas Shaka Dit.''


''Cih.. Aku juga ingin di panggil mas Len.''


''Baiklah tuan Raditya, aku akan pergi. Permisi.'' Elena hendak berdiri langsung di cegah oleh Radit.


''Baiklah, nona aku menyerah. Silahkan lanjutkan makannya.'' Radit tertawa kecil.


''Oh iya bagaimana kamu bisa ketemu dengan suamimu.?''

__ADS_1


''Ceritanya panjang, aku malu mau cerita. Yang jelas aku bersyukur bisa dipertemukan dengannya.''


''Bagaimana dengan anak-anaknya. Bukannya dia sudah punya anak.?''


''Benar, tapi anak-anaknya sangat baik Dit. Mereka mau menerimaku dengan baik.''


''Syukurlah. Oh iya istrinya bukannya baru kembali. Bagaimana denganmu.?''


''Aku baik-baik saja Dit, lagian mas Shaka nggak mau menerima mbak Mitha kembali. Awalnya aku syok dan memaksa mas Shaka untuk menerima mbak Mitha karena aku ingat anak-anak butuh ibunya. Tapi mas Shaka nggak mau Dit, makanya aku mutusin untuk bertahan. Aku kasi kesempatan untuknya menyelesaikan urusannya.''


''Kamu adalah wanita berhati malaikat.''


''Jangan selalu menggodaku Dit.''


''Aku doakan yang terbaik untukmu Len, kalau kamu punya teman wanita yang mirip denganmu tolong kenalin padaku.'' Radit tertawa.


''Baiklah, aku akan membayar sebentar.''


''Len makasih sudah mau ngobrol denganku. Gak bisa memiliki setidaknya kamu masih menganggap ku sahabatmu. Udah yuk.'' Radit mengajak Elena pulang.


15 Menit kemudian Radit telah mengantar Elena ke kantornya. Dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Elena. Radit pamit dan memegang pundak Elena ketika akan pergi.


''Aku balik dulu ya Len, lain kali semoga kita masih bisa bertemu dan ngobrol bareng.''


''Makasih Dit, sudah traktir.''


''Oh iya, pinjam sebentar.'' Radit mengambil ponsel Elena dari tangannya dan mengarahkan ponsel ke wajah Elena agar kuncinya terbuka. Dia memasukkan nomornya dan memanggil agar dia bisa tahu nomor Elena.

__ADS_1


''Dit, balikin ponselku.''


''Nih, aku sudah save nomorku. Kalo aku nelpon jangan lupa di jawab. Sampai jumpa Len.'' Radit berlalu dari pandangan Elena.


Kegiatan keduanya tidak lepas dari perhatian Shaka yang hendak menemui Elena di kantornya.


''Pemandangan yang indah.'' Ucapnya dingin pada Elena.


''Eh mas, kamu ke sini. Sudah lama.?''


''Kamu makan berdua dengan pria lain.?'' Tanya Shaka tanpa menjawab pertanyaan Elena.


''Itu teman lamaku mas.''


''Kenapa nggak anak Amran, kenapa harus cuma berdua saja.''


''Mas, aku serius dia hanya teman lamaku.''


''Kok bisa mesra begitu.?''


''Gak mesra kok, biasa aja. Kami udah lama gak ketemu mas. Jadi tadi kebetulan ketemu pas rapat, jadinya dia ngajak makan siang bareng. Kamu cemburu.?''


''Ya cemburu lah, melihat istriku makan dengan pria lain.''


''Cup , jangan cemburu ya, aku hanya mencintaimu seorang.'' Elena mengecup bibir Shaka dan segera berlalu dari pandangan Shaka menuju ruangannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2