
Di kantor Ken sudah kembali sibuk dengan urusan kantor. Banyak hal yang harus di urus. Kecelakaan Shaka sudah mulai terdengar oleh media mengakibatkan semua pegawai heboh karena kedatangan para wartawan ke kantor. Hal itu membuat Ken harus bekerja keras untuk menghentikan para wartawan.
Ken juga harus mengurus kejadian itu di kantor polisi. Kecelakaan Shaka sudah masuk laporan ke kantor polisi.
Ken di temani Amran untuk mengurus semua kejadian yang menimpa Shaka. Mulai dari wartawan dan kantor polisi. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, Ken dan Amran belum sempat menikmati makan siang jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
''Akhirnya semuanya beres. Sekarang pulanglah, aku harus kembali ke rumah sakit.'' Ucap Ken pada Amran.
''Sampai jumpa Ken.'' Amran pergi menuju mobilnya.
''Bagaimana keadaannya. Apa semua pemeriksaan berjalan lancar.?'' Ken berbicara dengan Merlin di telepon. Biar gimanapun dia merasa gelisah meninggalkan kakaknya.
''Baiklah, aku titipkan padamu.''
''Hmm Makasih.'' Ucapnya lalu menutup panggilannya.
Hampir lupa dengan keberadaan Mitha di sana. Ken kembali mengambil ponselnya dari saku jasnya dan menghubungi Mitha.
''Bagaimana keadaan di sana. Apa semuanya baik-baik saja.?'' Tanya Ken tanpa basa basi pada Mitha.
__ADS_1
''Semuanya lancar. Kamu sudah mengatur semuanya. Kuharap Rony bisa segera pulih.'' Ucap Mitha.
''Hmm, aku juga berharap begitu. Kalau begitu saya percayakan pada kalian. Kalau butuh sesuatu katakan pada Merlin.'' Ucap Ken tegas lalu menutup panggilannya.
''Huh setidaknya ada yang menemani Kaka di sana.'' Ucapnya lalu pergi ke mobilnya.
...***...
Di rumah sakit Elena masih menemani Shaka. Hari ini Elena belum juga kembali ke rumah untuk menemui anak anaknya. Mengingat Shaka belum lama sadar.
Kondisi Shaka setelah sadar cukup baik. hanya saja Shaka di nyatakan lumpuh sementara oleh dokter.
''Gimana aku bisa ke kantor kalau gini?'' Shaka berucap sambil melihat ke arah kakinya yang tidak bisa dia gerakkan.
Mendengar ucapan Shaka Elena langsung kaget. Tapi dia harus berusaha kuat untuk menguatkan Shaka dengan keadaannya.
''Mas kaki kamu akan kembali seperti dulu. Kamu jangan berpikir macam-macam. Mulai besok kita sudah mulai melakukan terapi jadi jangan kwatir. Kaki kamu pasti sembuh.'' Ucap Elena berusaha menguatkan Shaka.
''Makasih sayang. Aku akan berusaha supaya aku bisa jalan lagi.''
__ADS_1
''Aku yakin ini tidak akan bertahan lama mas. Jadi mas jangan terlalu kwartir ya. Kita harus fokus pada terapi. Untuk saat ini mas sudah bisa istirahat ya. Ayok aku bantu kembali ke tempat tidur.''
''Tunggu.'' Ucap Shaka membuat Elena kaget.
''Ada apa mas?'' Tanyanya.
''Aku mau di sini sebentar lagi. Aku bosan harus di sana terus.'' Ucap Shaka.
''Mas, tapi kamu harus istirahat loh. Besok kita akan terapi. Akan menguras tenaga kamu. Jadi malam ini kamu istirahat lebih awal.'' Bujuk Elena.
''Ah baiklah kalau gitu. Aku memang paling gak bisa bantah ucapan istriku.'' Gombalan Shaka mampu membuat pipi Elena memerah.
'' Ayok sekarang aku bantu.'' Elena membantu Shaka kembali ke ranjang tidurnya. Dia mendorong kursi roda ke dekat tempat tidur untuk memudahkan Shaka kembali ke ranjang.
''Ayok mas. Hati -hati.''
''Sekarang kamu istirahat lah. Aku akan bereskan itu sebentar.'' Elena menunjuk ke arah meja yang di penuhi dengan sisa buah buahan yang tadi di makan Shaka.
Setelah selesai dengan aktivitasnya Elena langsung menemui Shaka di ranjangnya.
__ADS_1
...****************...