Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Kamu Boleh kembali tapi tidak sebagai istriku


__ADS_3

''Ada apa ini. Bagaimana kamu bisa kembali. Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa baru kembali sekarang. Bagaimana dengan selama ini.?'' Shaka langsung menghujani Mitha dengan berbagai pertanyaan yang ingin dia tanyakan.


Tanpa basa-basi Shaka langsung duduk di depan Mitha.


''Mas, aku minta maaf.'' Ucap Mitha pada Shaka.


''Aku tidak ingin mendengar kata maaf darimu. Kamu tau berapa lama aku menunggumu?''


''Bahkan setelah aku melepas mu, kamu baru kembali. Kenapa sekarang baru kembali. Hah..?'' Shaka sedikit berteriak pada Mitha.


Mitha yang melihat Shaka marah pun sedikit menciut, selama bersama dengan Shaka dia tidak pernah melihat Shaka Semarah ini. Dia pantas mendapatkannya tapi ini juga tidak seperti yang dirinya mau.


''Mas aku juga tidak ingin kembali, tapi aku sangat merindukan anak-anak.'' Ucap Mitha membela diri.


''Cih.. Rindu anak-anak.? Apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan. Kamu telah menghancurkan hati mereka. Jika selama ini kamu masih hidup terus kenapa tidak pulang lebih awal. Hah..?''


''Kamu keterlaluan sampai mengorbankan semuanya demi melindungi dirimu. Apa yang kamu lakukan selama ini.?''


'' Kamu tahu, sekeras apa aku berjuang selama ini. Kamu tidak tahu kan.?''

__ADS_1


''Hancurnya hatiku kamu tidak tahu itu. Sedihnya anak-anak juga kamu tidak tahu. Kamu hanya menyelamatkan dirimu sendiri.''


Shaka tidak habis pikir atas jalan pikiran Mitha. Jika selama ini dia masih hidup kenapa baru kembali sekarang. Itulah pertanyaan yang sangat membuat Shaka kecewa.


''Mas, aku sudah memikirkan semuanya. Aku sudah ikhlas jika harus menerima semua konsekuensinya, aku akan memperbaiki semuanya mas.''


''Aku minta maaf mas. Aku tahu aku salah tapi ijinkan aku menebus semua kesalahanku.''


Mitha memohon agar Shaka mau memaafkan dirinya.


''Aku juga minta maaf mas soal paman. Aku tidak bermaksud untuk menghubungi paman mendadak begitu, tapi aku benar-benar ingin menebus kesalahanku waktu itu mas. Aku ingin memberitahukan bahwa aku masih hidup.'' Ucap Mitha memohon maaf, tanpa dia sadari dia telah mengakui bahwa pamannya meninggal karena dia.


''Apa maksud kamu.?'' Tanya Shaka terkejut dengan ucapan Mitha.


''Jadi kamu adalah orang yang menghubungi paman, sampai membuat jantung paman lemah.?''


''Kamu tahu, apa yang telah kamu lakukan telah merenggut nyawa paman. Hah..?'' Shaka benar-benar tersulut emosinya.


''Kenapa kamu tidak datang kepadaku. Kenapa harus pada paman. Apa kamu tidak berpikir sebelum melakukannya.?'' Teriak Shaka membuat Mitha semakin meneteskan air matanya.

__ADS_1


''Mas, maafkan aku.'' Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Mitha.


Mitha tidak sanggup berkata-kata lagi, Shaka memang benar bahwa dirinya tidak berpikir sebelum bertindak.


''Maafkan aku mas. Maafkan aku.'' Ucap Mitha masih terisak di depan Shaka.


''Kamu benar-benar keterlaluan Mitha.'' Ucap Shaka penuh penekanan.


Mitha langsung melihat ke arah Shaka. Selama ini Shaka tidak pernah menyebut namanya, sekarang dia menyebut namanya dengan penuh emosi membuat Mitha semakin takut untuk bicara lagi.


''Jawab dengan jujur. Apa kamu sudah bertemu dengan Ken tentang penyebab kematian paman.?'' Tanya Shaka ingin memastikan apakah Ken berbohong padanya.


''Iya mas, aku sudah bertemu dengannya. Dan dia sudah memberitahukan bahwa kamu mencari orang yang menjadi penyebab kematian paman waktu itu.''


''Tap aku tidak bermaksud mencelakai paman mas. Aku minta maaf.'' Ucapnya lagi-lagi ingin maaf dari Shaka.


''Tidak semudah itu aku bisa memberimu maaf. Akibat ulahmu aku kehilangan paman untuk selamanya.''


''Kamu boleh kembali, tapi tidak sebagai istriku. Aku tidak bisa menerimamu kembali, ada hati yang harus ku jaga sekarang. Aku sudah bahagia bersamanya.''

__ADS_1


''Tebus kesalahanmu pada anak-anak. Kamu boleh kembali menjadi ibu mereka.'' Setelah mengucapkan itu Shaka langsung pergi tanpa pamit pada Mitha.


...****************...


__ADS_2