
''Maafkan aku mas. Aku juga tidak ingin melakukan ini tapi semua demi anak-anak. Mereka butuh orang tua yang utuh.'' Ucap Elena pada Shaka yang masih menyandarkan kepalanya di bahu Elena.
Shaka mengingat penghianatan Mitha dan Rony.
''Mulai sekarang kamu tidak perlu memikirkan perasaan anak-anak. Aku sudah bicara pada Evan kalau ibunya sudah kembali. Aku juga sudah bicara padanya bahwa aku dan ibunya tidak bisa bersatu kembali. Sekarang kita akan memulai semuanya dari awal. Aku akan menyelesaikan masalah ini segera. Kamu bersabarlah sebentar lagi.'' Ucap Shaka yang sudah duduk menghadap Elena.
Elena langsung memeluk Shaka. Dia sebenarnya tidak ingin pergi tapi melihat anak-anak sambungnya membuat hatinya sedih dan ingin mengalah. Elena tidak mengetahui bahwa Mitha telah mengkhianati Shaka sebelum kejadian kecelakaan itu. Jadi dia berpikir bahwa tidak apa jika Shaka dan Mitha memulai dari awal.
''Mulai besok kita akan kembali ke rumah. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu. Sekarang istirahatlah sebentar mumpung anak-anak masih tidur. Aku ingin cek kerjaan sebentar.'' Shaka berdiri dari duduknya meraih tas kerjanya, lalu mengeluarkan labtop dari sana.
Elena melihat Shaka yang sibuk dengan layar di depannya. Dia sungguh mengagumi ketampanan Shaka. Dia senyum dan bersyukur bisa di pertemukan dengan Shaka yang super paket komplit.
Aura tampannya masih kelihatan walau sudah punya anak 3. Hati dan perlakuannya yang hangat sangat membuat Elena nyaman.
''Mas.!'' Tiba-tiba Elena memanggil Shaka.
''Ya sayang, kenapa.?'' Jawab Shaka yang melirik ke arah Elena.
''Gak jadi.!'' Elena nyengir kuda.
Shaka menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.
*
*
*
__ADS_1
''Kak aku mau bicara.'' Mitha menemui kakaknya.
''Ada apa. Apa kamu sudah memutuskan untuk kembali pada Shaka.?'' Tanya Randy yang masih memaksa Mitha kembali pada Shaka.
''Kak, aku minta maaf aku nggak mau kembali pada Shaka. Dia sudah tahu kalau aku selingkuh darinya. Dia tidak mau menerimaku kembali kak. Tolong jangan paksa Shaka untuk menerimaku. Lagian aku sudah memutuskan untuk tidak kembali padanya. Aku akan fokus merawat Rony sampai sembuh. Aku tidak akan bisa tenang kalau keadaan Rony masih seperti itu. Tolong kak biarkan aku, jangan paksa aku kembali pada Shaka. Urusan anak-anak aku akan menemui mereka, Shaka tidak melarang ku bertemu dengan mereka. Shaka sudah bilang kalau dia akan membawa anak-anak padaku. Aku mohon sama Kakak.'' Mitha memohon agar Randy tidak memaksanya untuk kembali pada Shaka.
Randy merasa bersalah pada Mitha karena telah memaksanya untuk kembali pada suaminya. Melihat adiknya memohon dengan air mata membuatnya ikut sedih.
''Sekarang keluarlah, aku masih ada pekerjaan.'' Ucap Randy tanpa menjawab permohonan Mitha.
''Kak..!'' Mitha ingin mendengar jawaban dari kakaknya.
''Keluar.!'' Ucap Randy dingin.
Tanpa memaksa lagi, Mitha keluar dari ruangan kerja kakaknya. Dia menemui Nancy Kakak iparnya.
''Mitha, ada apa. Ayok masuk dulu.'' Nancy membuka pintu dan mengajak Mitha duduk di sofa yang ada di kamarnya.
''Kak, tolong bantu aku bicara sama kak Randy. Aku nggak bisa kembali Shaka kak, aku sudah salah karena selingkuh darinya. Lagian aku sudah tidak berniat akan kembali padanya kak. Shaka sudah tahu kalau aku selingkuh dengan Rony. Aku menyebabkan kecelakaan itu, sampai membuat keadaan Rony seperti itu. Tolong bantu aku kak. Aku sudah bicara dengan Shaka soal anak-anak, kami akan mengurusnya bersama tanpa harus satu atap. Aku akan menebus semua kesalahanku pada Shaka dengan tidak menggangu keluarga barunya. Aku tidak mau menjadi perempuan yang jahat kak. Bantu aku meyakinkan kak Randy, aku akan baik-baik saja tanpa harus kembali pada Shaka kak.'' Mitha kembali menjelaskan keinginannya pada Nancy, dia berharap Nancy bisa membuat kakaknya sadar dan tidak memaksanya.
''Aku akan coba bicara padanya. Kamu kan tahu sendiri kakak kamu keras kepala. Kamu yang sabar ya, kakak kamu pasti akan luluh, hanya butuh waktu. Dia sangat terluka sejak kecelakaan itu, dia berpikir kalau kecelakaan itu di sengaja oleh Shaka. Jadi sejak itu dia sangat membenci Shaka. Kamu jangan terlalu banyak berpikir, rileks lah jangan sampai kamu stres yang ada nanti kesehatan kamu drop. Semua masalah akan terselesaikan. Aku akan mencoba membujuk kakakmu.'' Nancy memeluk Mitha yang kelihatan sangat kacau.
''Makasih kak, tapi ini sangat berat untukku. Selama ini aku pikir aku tidak akan kembali ke kota ini, tapi ternyata aku malah kembali ke sini.'' Mitha menangis di pelukan Nancy.
''Itu artinya, kamu harus menyelesaikan masalah bukan bersembunyi. Sudah jangan menangis. Sekarang istirahat lah. Aku akan bicara pada kakakmu.'' Nancy melepaskan pelukannya, dan meminta Mitha kembali ke kamarnya.
''Mas..'' Nancy mengetuk pintu ruangan kerja Randy dan masuk setelah Randy memintanya masuk.
__ADS_1
''Mas, apa pekerjaanmu belum selesai.?''Tanya Nancy hati-hati.
''Sedikit lagi, ada apa.?''Jawab Randy heran tumben istrinya mengganggunya saat kerja.
''Kalau gitu selesaikan dulu aja mas, nanti aku balik lagi.''Nancy berbalik hendak keluar.
''Ada apa Nancy, jangan membuat pekerjaanku jadi lebih lama.'' Nada Randy dingin.
Nancy tidak punya nyali untuk keluar, karena kalau Randy sudah menyebut namanya tandanya dia sedang marah. Nancy mendekati Randy dan membawanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
''Ada apa ini, kenapa harus duduk di sofa.''Tanya Randy sewot pada istrinya.
''Mas, aku bukannya mau mengurusi urusan kamu dengan Mitha. Tapi kasihan Mitha mas. Lihatlah badannya sudah kurus begitu. Wajahnya yang sangat letih begitu. Aku nggak tega lihat dia seperti itu mas. Jadi biarkan dia dengan keputusannya. Lagipula Shaka sudah tahu jika Mitha selingkuh, kalau kamu memaksanya kembali pada Shaka, entah apa lagi yang akan terjadi pada mereka. Jadi kumohon sama kamu mas, biarkan Mitha dengan pilihannya. Kita hanya perlu mendukungnya mas, bukan memaksanya.''
''Melihat dia sudah kembali sudah cukup untuk kita mas, apa kamu mau kehilangan dia lagi.?'' Nancy memberikan gambaran pada Randy, dia berharap Randy mau menerima permintaan Mitha.
''Aku juga sudah memikirkannya. Entah bagaimana aku harus bertemu Shaka. Setelah apa yang kulakukan padanya.'' Ucap Randy merasa malu pada Shaka.
''Shaka tidak seperti itu mas. Aku tahu dia tidak akan menuntut mu atau apapun itu. Selama ini dia tidak pernah membalas apa yang kamu ucapkan padanya kan. Dia keluarga kita mas, tidak apa jika kita pernah melakukan kesalahan. Kita hanya perlu minta maaf.''
''Makasih ya sayang, sudah peduli dengan Mitha.'' Randy melihat Nancy dengan tatapan nanar.
''Sudah seharusnya mas, dia juga kan adikku. Sekarang kamu mengizinkan Mitha dengan pilihannya.?'' Nancy bertanya dengan hati-hati.
''Hmm.. Aku juga nggak bisa terus-terusan memaksanya. Aku mengerti posisi Shaka jika begini , aku tidak akan memaksanya untuk menerima adikku.'' Jawabnya.
''Makasih ya mas, Mitha akan sangat senang mendengarnya. Kamu minta maaflah padanya. Aku akan menemuinya, mas lanjut lagi kerjaannya.''Nancy berlalu meninggalkan Randy di ruangannya.
__ADS_1
...****************...