Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Ken menyerahkan surat pengunduran diri


__ADS_3

2 Minggu berlalu, hubungan antara Mitha dan anak-anaknya semakin membaik.


Begitu juga dengan Shaka dan Elena yang semakin hari semakin menunjukkan rasa cinta di antara keduanya. Elena yang sudah tidak malu-malu dengan Shaka.


''Permisi tuan.'' Ken masuk ke ruangan Shaka.


''Hem.. Ada apa Ken, apa ada rapat yang mendesak.?'' Tanya Shaka.


''Saya ingin menyerahkan ini tuan. Saya telah mengurus perceraian tuan dan nyonya Mitha. Pengadilan sudah memutuskan bahwa tuan dan nyonya Mitha telah resmi bercerai. Hak asuh anak-anak jatuh kepada tuan dan nyonya Mitha tetap bisa bertemu anak-anak kapan pun dan dimana pun asal tidak membahayakan nyawa mereka. Tugas saya telah telah selesai tuan. Mohon untuk menerima surat pengunduran diri saya.'' Ken menyerahkan sebuah amplop bertuliskan surat pengunduran diri di hadapan Shaka.


''Terima kasih Ken, Sekarang Elena bisa tenang dengan status saya dan Mitha.''


''Apakah kamu sudah bosan bekerja dengan saya. Atau kamu sudah menemukan perusahaan baru.?'' Tanya Shaka sambil memegang surat dari Ken tanpa membukanya.


''Maaf tuan, bukannya tuan sudah mengetahui siapa saya.?'' Tanya Ken heran dengan reaksi tuannya.


''Hem.. kamu adalah Ken adiknya Rony, kekasih Mitha.''Jawab Shaka dengan santai.


''Tuan sudah tahu tujuan saya bekerja tapi kenapa..'' Ucapan Ken di potong Shaka.


''Aku sudah tahu dari awal kamu ada maksud lain mendekati saya . Tapi aku tidak merasa pernah di rugikan olehmu. Aku melihat kerja kerasmu dan kinerjamu.''


''Tapi tuan..''


''Aku tidak akan menerima ini. Aku akan menerima ini ketika kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih dari perusahaan ini. Aku akan memberikan kamu cuti. Pergilah berlibur setelah kamu puas segera kembali karena sudah pasti pekerjaanmu akan menumpuk.''


''Aku sudah berdamai dengan masa lalu, kuharap kamu juga bisa melakukan hal yang sama.''


''Aku akan menunggumu kembali.''


Shaka tanpa memberikan kesempatan untuk Ken berbicara langsung mengatakan keputusannya menolak pengunduran diri Ken.


''Terima kasih tuan. Aku sangat menghormatimu, aku minta maaf atas kakakku.''


''Tidak masalah Ken, aku sudah memaafkan nya. Aku berdoa agar kakakmu bisa segera pulih.'' Ucapan tulus.


''Saya permisi tuan.'' Ken keluar dari ruangan Shaka.


Shaka kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


''Kita ke kantor istriku.'' Ucap Shaka pada supirnya yang sudah duduk di depan setir.


''Baik tuan.'' Ucapnya langsung menjalankan mobilnya menuju kantor istri Shaka.


''Sibuk banget.'' Shaka sudah berada di depan meja Elena.


''Mas.. kamu.. Aku kaget banget tau. Mas kok tumben ke sini diam-diam begini.''Sungut Elena.


''Haha... maaf sayang, aku merindukanmu makanya aku mampir ke sini.''


''Sekarang kamu jadi mesum begini.'' Elena geleng kepala melihat Shaka yang sudah di depannya dan sedang mencium bibirnya.


''Sama istri sendiri tidak masalah bukan.''


''Mesumnya jangan di kantor mas. Kamu gak liat tempat, itu yang jadi masalahnya.''


''Sayang aku sudah resmi bercerai dengan Mitha.'' saat ini Shaka sudah duduk di kursi di depan meja menghadap Elena.


''Aku bingung antara mau senang atau tidak.''


''Aku nggak minta kamu harus apa. Aku hanya ingin kamu bisa lebih percaya diri bahwa aku sudah memilihmu.'' Ucap Shaka tersenyum.


''Makasih mas, aku sudah tidak apa-apa mas. Lagian mba Mitha selama ini masih baik padaku. Aku tidak masalah jika anak-anak sudah lebih sering bersama ibunya. Aku senang banget melihat mereka saat ini. Semoga anak-anak kita selalu bahagia.'' Ucap Elena tulus.


''Aku belum lupa kok, kalau aku menikahi seorang malaikat. haha'' Ucap Shaka sambil tertawa.


''Oh iya mas, tadi Ken menghubungi aku. Katanya dia mau mengundurkan diri. Apa kamu sudah menerima permohonannya.?'' Tanya Shaka tiba-tiba teringat dengan telepon perpisahan dari Ken pagi tadi.


''Hah.. Ngapain dia telepon kamu. Nggak ada jeranya itu anak.'' Sungut Shaka dengan nada kesal.


''Sayang, dia hanya pamit katanya mau bawa kakaknya berobat ke luar negeri.'' Kini Elena berdiri dari kursinya mendekati Shaka dan menariknya duduk di sofa.


''Aku menolak pengunduran dirinya. Aku hanya memberikan waktu untuknya cuti selama yang dia mau. Mana mungkin aku bisa menerimanya, selama bekerja denganku dia tidak pernah melakukan balas dendam nya padaku atau anak-anak. Dia bekerja dengan baik untukku.'' Jelas Shaka membuat Elena terkejut dengan kalimat balas dendam.


''A..apa maksud kamu mas. Balas dendam apa. Siapa yang balas dendam.?'' Tanya Elena terkejut.


''Maaf sayang, aku belum kasi tahu kamu.''


''Sebenarnya niat pertama Ken ketika bekerja denganku hanya untuk balas dendam. Kakaknya adalah orang kepercayaan ku untuk merawat Mitha waktu itu. Pada waktu Mitha kecelakaan ternyata Rony ada di mobil itu, dan Ken berpikir akulah penyebab kecelakaan itu. Karena itu dia ingin menghancurkan aku sebagai ganti kakaknya yang masih di rumah sakit. Setelah Mitha kembali dia baru tahu kejadian yang sebenarnya dan ternyata Mitha dan Rony menjalin hubungan di belakangku. Ken dan aku baru tahu setelah bertemu dengan Mitha waktu itu.''

__ADS_1


''Aku sudah melarang Ken untuk mengundurkan diri karena sebenarnya kinerjanya sangat bagus. Aku sudah bicara padanya bahwa aku sudah memaafkan masa lalu dan ingin menjalani hubungan rumah tangga yang baru dengan kamu.''


''Aku sudah memberikan waktu untuknya menenangkan diri dan segera kembali setelah itu.''


''Mas aku sama sekali tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya ini. Apa Evan tahu kalau mba Mitha selingkuh di masa lalu.?''


''Tidak, aku tidak berniat memberitahunya. Aku akan menyimpannya dalam hatiku.'' ucap Shaka tersenyum pada Elena.


''Mas Kamu sangat berbesar hati dengan semua kejadian yang menyakitimu. Aku bangga padamu, kamu memang ayah yang sangat hebat.'' Elena memeluk Shaka.


''Tegur aku ketika aku salah, jangan pernah berpaling dariku apapun yang terjadi. Aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia berada di sisiku.''


''Hm. aku akan selalu setia bersamamu mas.'' Janji Elena pada Shaka.


Shaka melepaskan pelukannya karena ponselnya berdering.


''Hmm Ken ada apa.?'' Tanyanya karena ternyata Ken yang menghubunginya.


''Tuan, aku baru saja menerima notifikasi dari bank. Sepertinya tuan salah mengirim uang ke rekening saya.'' Ucap Ken karena terkejut menerima dana masuk dari rekening Shaka sebesar 100 juta.


''Tidak Ken, aku memang sengaja memberikan itu padamu. Bukannya kamu mau cuti, pakai itu selama kamu cuti.'' Jawab Shaka santai.


''Tuan itu uang 100 juta, bukan 10 juta tuan.'' Ken memastikan tuannya tidak salah kirim.


''Aku tahu, kamu jangan banyak bertanya lagi ,gunakan untuk pengobatan kakakmu. Aku tunggu kamu kembali bekerja.''


''Tut'' Shaka memutuskan panggilan dengan sepihak.


Elena yang mendengar nominal uang yang di kirim Shaka pun tersenyum. Tidak salah jika Ken menerima itu karena selama ini dia sudah bekerja keras.


''Sayang ayok kita jemput anak-anak. Aku udah janji hari ini mau jemput mereka.'' Elena mengajak Shaka keluar dari ruangannya.


Sampai di sekolah, Shaka memarkirkan mobilnya dan turun bersama Elena untuk menjemput anak-anak di pintu masuk sekolah.


''Ayok mas, sudah waktunya. Mereka pasti sudah menunggu.'' Elena dan Shaka buru-buru berjalan dari parkiran yang tidak jauh dari pintu masuk.


''Say..,'' Elena melihat ke arah Manse hendak memanggilnya tapi terhenti karena Mitha berlari ke arah Manse dan berteriak memanggil namanya.


Elena menghentikan langkahnya di ikuti Shaka. Shaka melihat arah pandangan Elena membuat hatinya sedikit kasihan karena Mitha sudah menjemput anak-anak.

__ADS_1


Dia ingat sejak dari kantor Elena sudah senang ketika akan menjemput mereka di sekolah.


...****************...


__ADS_2