
Selama 2 hari persiapan pernikahan Shaka dan Elena pun telah beres. Ken mengurus semuanya dengan baik.
Hari ini adalah hari ulang tahun Elena. sesuai permintaan ayah nya elena akan menikah pada hari ini.
Elena sudah berganti pakaian pengantin. Dia terlihat sangat cantik dan menawan memakai gaun putih.
Shaka juga sangat gagah menggunakan jas pengantin warna hitam di lapisi kemeja warna putih.
Mereka adalah pasangan yang sangat cocok. Andai saja pernikahan ini terjadi tanpa ada perjanjian mungkin pasangan ini adalah pasangan yang paling bahagia di duni ini.
Ken mendatangi ruangan Elena berada, Dia menebarkan senyuman yang manis untuk elena.
''Anda sangat cantik menggunakan baju pengantin ini nona,'' puji Ken.
''Ken seperti yang kamu tau, ini semua hanya simbol saja.''
''Andai ini sungguhan mungkin aku akan sangat bahagia.'' ucap Elena.
''Ken apakah masih ada yang kurang di penampilanku.?''
''Aku nggak mau membuat Shaka malu nanti.''
''Tidak semuanya sudah sempurna. Nona sangat cantik.''
Elena dan Ken tertawa bersama. Mereka menunjukkan bahwa mereka cukup dekat. Tiba-tiba Shaka masuk. Melihat itu Shaka sedikit terkejut tapi dia tetap gengsi untuk menunjukkan nya.
Dia sadar selama ini Elena dan Ken memang dekat.
''Ada apa, bukannya pengantin pria tidak boleh masuk ke sini.?'' tanya Elena.
''Apakah ayah kamu sudah datang.?''
''Saya akan memeriksanya tuan, saya sudah menyuruh teman nona untuk membawanya ke sini.''
Ken pamit keluar untuk menemui ayah Elena.
Ayah Elena sudah sampai sejak tadi. Dia bersama teman kantor Elena hendak mendatangi ruangan pengantin wanita.
Siapa sangka setelah sampai di ruangan pengantin sang ayah justru kembali hilang ingatan.
Dia berpikir bahwa Elena adalah istrinya bukan anaknya.
''Istriku , kamu sangat cantik sekali.''
''Jangan mendekati istriku.!''
Ayah Elena mengusir Shaka yang kebetulan ada di dekat Elena. Hal itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Elena justru tidak bisa menahan tangisnya.
''Ayah, ini aku putri ayah.''
__ADS_1
''Istriku kenapa bicara seperti itu. kamu istriku.'' ucap ayah Elena lagi.
''Ayah.. ini aku Elena putri ayah.'' Elena bicara teriak pada ayahnya.
''Istriku kenapa kamu marah-marah.Apakah aku melakukan kesalahan.?''
Elena benar-benar tidak kuat melihat ayahnya kembali sakit di saat seperti ini. Dia pun menangis sambil jatuh terduduk karena lemas.
Ayah Elena langsung di bawa ke sebuah ruangan untuk menenangkan dirinya. Dokter juga sudah datang dan langsung memberikan obat penenang untuk ayahnya.
Elena masih belum mengakhiri tangisannya. Dia masih terus nangis sampai make up di wajahnya sudah mulai luntur.
Shaka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia meminta Ken untuk menunda waktu mereka naik ke altar.
''Ken tolong tunda sebentar lagi, kami akan masuk bersama.''
Seperti pernikahan lainnya, pengantin pria lebih dulu naik ke altar dan di ikuti pengantin wanita yang di antar oleh ayah atau walinya.
Hal itulah yang harusnya mereka lakukan tapi kenapa ayahnya malah kembali sakit.?
Hati Elena benar-benar sangat kacau , dia tidak bisa berbuat apa-apa selain melanjutkan pernikahan ini.
Elena menghapus air matanya dan membuang ingusnya di sapu tangan milik Shaka. lalu memberikannya kembali pada Shaka.
Dia harus kuat, dia merapikan penampilan dan make up nya. memutuskan untuk masuk ke aula pernikahan.
''Aku tidak apa-apa, kita sudah bisa mulai acaranya.''
''Tidak baik membuat keluarga dan semua undangan menunggu terlalu lama. kamu masuklah aku akan menyusul.''
Shaka mengikuti omongan Elena tanpa ada yang di bantah.
''Baiklah, aku akan masuk.''
MC memanggil pengantin pria untuk masuk ke aula. Shaka berjalan dengan gagah nya sambil tersenyum kearah paman dan anak-anak nya.
Setelah Shaka berada di depan Pendeta, MC pun kembali memanggil pengantin wanita.
Elena bersiap untuk berjalan sendiri. tiba-tiba dia di kejutkan dengan kedatangan ayahnya.
''Ayah.''
''Putriku aku akan menggandeng tanganmu naik ke altar.''
''Ayah makasih sudah datang.''
''Ayah harus datang, kamu adalah satu-satunya putriku. aku tidak ingin melewatkan pernikahanmu.''
Ayah Elena menggandeng tangan Elena dan membawanya ke altar.
Bertemu dengan Shaka, dia menitipkan Elena pada Shaka.
__ADS_1
''Aku titipkan putri padamu.Tolong jaga dia, jangan sakiti hatinya. Jangan membuatnya menangis.'' ucap ayah Elena lalu memberikan tangan Elena ke genggaman Shaka.
''Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati dan tidak akan pernah membuat dia terluka ayah. Terima kasih sudah mau menitipkannya padaku.''Ucap Shaka sambil menerima tangan Elena.
Setelah itu kedua mempelai akan di berkati oleh pendeta dan saling tukar cincin.
Acara nya berjalan dengan lancar dan penuh dengan kebahagiaan di pancarkan keluarga dan tamu undangan.
berbeda dengan kedua mempelai.
Acara resepsi pernikahan pun langsung di adakan pada hari itu juga. Semua tamu undangan bergantian naik ke altar pengantin berada.
Mengucapkan salam dan memberikan doa doa yang baik untuk rumah tangga Shaka dan Elena.
''Elena terima kasih sudah mau menikah dengan Shaka. Semoga kalian bahagia selalu.''
''Aku titipkan anak-anak Shaka padamu. Jaga mereka dan sayangi mereka seperti anakmu sendiri.'' pesan paman Andy pada Elena.
''Paman, aku akan melakukan yang terbaik untuk menjaga mereka selalu. paman tetap jaga kesehatan ya.'' ucap Elena memeluk paman Shaka.
Shaka yang melihat kedekatan Elena dengan pamannya sedikit curiga. bagaimana bisa langsung kelihatan dekat seperti itu.
Anak-anak Shaka tidak banyak bicara, mereka hanya diam mengikuti segala acara pernikahan ayah dan ibu baru mereka.
''Randy mendatangi Shaka lalu berbisik. Tidak pantas kamu bahagia di atas penderitaan adek Perempuanku.'' Ucapnya pelan hingga tak bisa di dengar oleh Elena.
''Selamat atas pernikahan kalian.'' Ucap nya lagi lalu beranjak pergi dari sana.
suasana hati Randy pun ikut kacau, mengingat adiknya Mitha meninggal akibat kecelakaan 7 tahun lalu. sekarang Shaka malah menikahi wanita lain.
Randy memutuskan untuk meninggalkan acara pernikahan Shaka. Dia pun pamit pada keponakan nya dan berlalu begitu saja.
Acara pernikahan pun berjalan dengan baik dan waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Tamu undangan sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Tandanya acara sudah selesai.
Pengantin dan keluarga sudah bisa masuk ke kamar hotel tempat mereka istirahat.
Shaka dan Elena masuk ke kamar pengantin yang telah di siapkan pihak hotel tempat mereka menikah.
Suasana di kamar itu tidak semanis yang orang lain duga layaknya pengantin baru.
Elena justru mengingatkan Shaka untuk tidak berbuat macam macam.
''Jangan melupakan perjanjian yang telah kamu tanda tangani .'' ancamnya.
''cih.''
''Aku tidak akan melakukan itu, kamu tenang Saja. aku tidak pernah melanggar janji yang ku buat.'' Ucapnya kesal.
Malam ini pun berakhir dengan Elena tidur di kasur dan Shaka di sofa.
...****************...
__ADS_1