
''Aku nggak mau kak, biarkan aku sendiri. Aku udah rela hidup seperti ini.'' Mitha berontak pada Randy ketika akan di bawa menemui Shaka.
Randy berencana akan mempertemukan Mitha dengan Shaka. Randy ingin mereka kembali bersama tidak peduli dengan adanya Elena saat ini.
Randy berpikir Mitha dan Shaka sudah memiliki 3 orang anak, sudah pasti jika Shaka akan mau kembali pada Mitha.
Lagian perpisahan Shaka dan Mitha tidak ada kata cerai mereka hanya di pisahkan karena kecelakaan.
''Kembalilah pada Shaka. Dia pasti akan menerimamu.'' Ucap Randy pada Mitha.
''Kak biarkan aku mengurus masalah ini sendiri, aku nggak mau kembali pada Shaka.'' Pintanya pada kakaknya.
''Bagaimana dengan anak-anakmu? Apa kamu tidak ingin melihat mereka. Apa kamu tidak ingin mengurus mereka.? Apa kamu yakin kalau istri muda Shaka bisa mendidik mereka dengan baik.?''
''Kamu itu ibunya, kamu yang lebih pantas untuk menjaga mereka.''
''Aku tidak ingin kamu membuang waktu dengan tidak melakukan apapun. Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini, ini adalah rumah kamu.''
''Kembalilah ke kehidupanmu sebelum bertemu Shaka.'' Titah Randy pada Mitha lalu meninggalkan Mitha di ruang tamu bersama istrinya.
...***...
Hari ini hari pertama Shaka dan anak-anaknya tinggal di rumah Elena. Elena membantu anak-anaknya bersiap untuk berangkat sekolah. Begitu juga dengan Shaka yang hendak pergi ke kantor.
Shaka sudah rapi dengan kemeja putih,celana hitam nya. Shaka di jemput oleh supir. Biasanya dia akan di jemput oleh Ken, tapi hari ini Shaka berangkat bersama supir.
Elena mengantar anak-anaknya ke sekolah seperti rutinitas yang dia lakukan setiap hari kerja.
''Anak-anak ayok pamit pada kakek.'' Elena mengajari anak-anaknya untuk pamit pada ayahnya.
__ADS_1
Evan, Hana dan Manse pamit dengan bergantian menyalami kakeknya. Begitu juga dengan Shaka pamit pada ayah mertuanya.
''Ayah, aku harus ke kantor. Kalau ayah butuh sesuatu katakan saja pada pak Samsul, dia akan membantu ayah selama kami tidak di rumah.'' Pesan Shaka pada ayah mertuanya.
''Aku akan melakukannya. Kalian hati-hatilah.'' Balas ayah Elena.
Elena dan Shaka pisah mobil. Elena mengantar anak-anaknya ke sekolah di antar supir, begitu juga dengan Shaka di antar oleh supir.
Shaka sengaja hanya menyiapkan 2 mobil di rumah Elena. Dia sudah meminta supir untuk membawa mobil yang tidak terlalu mencolok untuk lingkungan Elena.
Bagaimana tidak, mobil yang dibawa supir saat mereka pulang dari rumah sakit adalah mobil Alphard. Untuk lingkungan Elena itu tergolong berlebihan. Shaka akhirnya mengganti mobil tersebut.
''Sayang, hari ini biarkan supir yang menjemput anak-anak. Aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat.'' Ucap Shaka sambil pamit ke kantor.
''Hmm.. Sampai jumpa nanti mas, kamu hati-hati.'' Jawab Elena
*
*
*
''Terima kasih Ken.'' Balasnya datar.
Shaka memang tidak pernah meragukan kinerja Ken selama bekerja dengannya. Tapi tidak dengan perasaan Ken pada Elena. Ken sudah pernah mengakui itu pada Shaka, dan itu membuatnya lebih sensitif ketika Ken dan Elena sedang berdua.
''Ken, bagaimana dengan orang yang kamu temui di restoran Xx ?'' Tanya Shaka.
''Maaf tuan, kami belum bertemu dengannya. Kami akan segera mencari tahu dan langsung memberitahukan pada anda.'' Ken berbohong pada Shaka.
__ADS_1
''Baiklah, saya percayakan padamu.''
''Oh iya, tunda jadwal makan siang dengan perusahaan kerjasama, aku ingin melakukan sesuatu.'' Pinta Shaka pada Ken.
''Baik tuan. Saya permisi dulu.'' Ken berlalu meninggalkan ruangan Shaka.
*
*
*
Shaka menyiapkan kejutan untuk Elena. Dia ingin menikmati waktu berdua dengan Elena. Kegiatan Elena setiap harinya hanya untuk mengurus dirinya dan anak-anak. Shaka menyiapkan makan romantis bersama Elena.
''Silahkan duduk sayang.'' Shaka menarik kursi dan mempersilahkan Elena duduk.
''Mas , ini..'' Tanya Elena pada Shaka. Elena merasa heran kenapa Shaka yang membawanya ke restoran ini.
''Nikmatilah, ini adalah kencan pertama kita.''Jawab Shaka.
''Sayang, terima kasih untuk semua yang kamu lakukan buat aku dan anak-anak. Aku sangat senang ada kamu bersama anak-anak.''
''Mulai hari ini, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk kita. Aku mencintaimu sayang. Maafkan aku kalau aku sempat marah waktu itu, aku tidak ada maksud lain. Aku hanya tidak ingin ada pria lain yang mendekatimu.'' Pengakuan Shaka membuat Elena merasa tersipu.
''Mas, sebelum kamu minta maaf aku sudah memaafkan kamu, Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk kamu dan anak-anak.'' Jawab Elena dengan tulus.
Shaka dan Elena menikmati makan siang romantis bersama, terkadang mereka mengobrol kecil dan bercanda ria.
Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Walau terpaut beda usia yang cukup banyak tapi tidak mengurangi keserasian mereka.
__ADS_1
...****************...