Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Kekecewaan Elena


__ADS_3

''Ken...'' Suara Shaka penuh dengan penekanan.


Shaka yang sedang menuju kembali ke ruangan ayah mertuanya, melihat Elena dan Ken sedang berpelukan.


Bagaimana tidak, Shaka kenal dengan postur tubuh dan pakaian yang di pakai Elena.


Mendengar suara panggilan itu, Elena dan Ken langsung melihat ke arah suara.


''Mas..''


''Tuan.''


Elena dan Shaka terkejut melihat kedatangan Shaka.


''Apa yang kamu lakukan di sini.?'' Tanya Shaka pada Elena dan langsung menarik Elena untuk mendekat padanya.


''Mas, aku tadi mau jatuh, Ken membantu aku agar tidak terjatuh ke lantai.'' Elena mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Ken..!


''Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud untuk memeluk nona. Apa yang di katakan nona benar, semoga anda tidak berpikir yang lain tentang saya dan nona.'' Ucap Ken membuat Shaka berdecak kesal.

__ADS_1


''Ck... Aku tidak akan mencurigai istriku, tapi tidak dengan kamu Ken.'' Ucap Shaka membawa Elena meninggalkan Ken.


''Apa yang kamu lakukan bersama Ken.?'' Tanya Shaka penuh emosi pada Elena. Elena yang sudah berada di taman rumah sakit menarik tangannya dari genggaman Shaka.


''Mas lepas, sakit.'' Balas Elena kesakitan.


''Bagaimana kalau anak-anak melihat kalian. Bukankah aku udah bilang jangan pernah dekat dengan Ken. Urusan apa yang membuatmu harus bertemu dengannya.?''


''Ayo jawab. Apapun urusanmu dengannya, aku akan melakukannya untukmu.!'' Shaka setengah berteriak pada Elena membuat Elena meneteskan air mata.


''Mas, apa kamu tau seberapa kuat aku berusaha untuk menjadi seseorang yang layak untukmu. Aku berusaha untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Aku menghabiskan waktuku bersama dengan kalian. Aku tidak punya kegiatan lain selain dengan kamu dan anak-anak.''


''Aku tidak perlu menjauhi Ken untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu. Kamu harusnya sudah menyadari itu mas.''


Elena pergi meninggalkan Shaka di taman. Elena kecewa pada Shaka. Elena ke kamar mandi untuk menenangkan hatinya dan membasuh wajahnya agar tidak ketahuan pada ayah dan anak-anak bahwa dia menangis.


...****************...


Randy menelusuri jalanan dengan kecepatan tinggi. Setelah menghubungi Mitha, dia baru percaya bahwa adiknya telah kembali. Randy ingin sekali melihat keadaan adiknya.


''Kak..'' Teriakan Mitha membuat Randy semakin mempercepat langkahnya.

__ADS_1


''Apa yang terjadi. Bagaimana keadaanmu. Dimana kamu sembunyi.?'' Randy menghujani Mitha pertanyaan yang ingin dia ketahui.


Randy melihat seluruh tubuh Mitha untuk memastikan bahwa Mitha baik-baik saja tanpa kurang suatu apapun.


''Kak , aku baik-baik saja.'' Mitha meneteskan air matanya lalu memeluk Randy lagi.


''Maafkan aku kak. Aku nggak tau harus mulai dari mana lagi. Maafkan aku.'' Mitha memohon maaf pada Randy.


''Kamu nggak salah, Kaka yang salah tidak mencari keberadaan mu, maafkan Kaka.'' Randy masih memeluk erat Mitha dan menangisi adiknya yang baru kembali setelah beberapa tahun.


Tidak ada yang berubah pada Mitha, hanya saja wajahnya saat ini terlihat lesu.


''Kenapa kamu tidak pulang. Kamu punya rumah, kenapa malah berada di tempat seperti ini.?'' Tanya Randy.


Randy merasa tempat tinggal Mitha saat ini sangat jauh dari rumah mereka. Randy merasa kasihan dengan keadaan adiknya.


''Aku tidak punya tujuan lain selain ini kak. Maafkan aku.''


''Aku akan membawamu kembali. Ayok kita pulang sekarang.'' Randy menarik tangan Mitha dan membawanya ke dalam mobil.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2