
Setelah ujian beberapa minggu lalu, dan semua siswa di nyatakan lulus. SMA Sakura mengadakan promnight sebagai acara perpisahan.
Maki, sebagai OSIS selalu sibuk mengatur pengisi acara, pembawa lagu, dan pemberian piala untuk siswa yang berprestasi.
"Maki, emang gak ada model rambut lain apa? Tiap hari kondean terus. Kalau aku nih, langsung pusing!" ucap Chika cerewet. Maki tak menggubrisnya.
'Gini nih punya teman bawel. Suka ku lah pakai konde. Lebih unik dan gak mungkin ada yang tertarik,' batinnya savage.
"Haru! Aoi! Foto yuk!"
Ketiganya tersenyum manis, pose lain sampai Haruka jadi sasarannya.
"Fumie! Aku belum siap kok udah cekrek sih! Hapus gak? Hapus!" Haruka meraih ponsel Fumie, karena Haruka memejamkan matanya dan bibir terbuka. Ke-aestetikannya hilang.
Fumie tertawa. "Makannya Haru, fokus dong. Ini buat kenangan Haru. Ya gak Aoi?"
Aoi mengangguk. "Kalau dansa nanti, kalian punya pasangan gak?"
Fumie cemberut. "Gak punyaa! Mana ada cowok yang mau dansa sama aku," curhatnya. Tapi hatinya beharap Mitsuru.
"Kalau kamu pasti sama pak Makoto. Ciee tambah deket aja. Oh ya, jangan lupa undangannya ya kalau nikah," goda Haruka.
"Apaan sih. Jangan ngomong gitu! Kalau dia datang gimana?" sekarang dirinya yang panik gak panik gak ya paniklah masa gak.
"Kenapa emangnya?" suara berat itu membuat Aoi menoleh dengan terkejut.
"Lo? Nguping ya? Sana deh! Cari aja pasangan dansa yang lain!"
"Oh ya? Oke, aku bakal cari pasangan dansa yang lebih cantik," Makoto menelisik sekitar, hingga ia menemukan cewek berambut biru. Kuncir dua saja imut.
"Hai. Boleh jadi teman dansa?"
"Gak! Sini lo. Nakal banget sih," Aoi menarik tuxedo Makoto.
'Jadi cemburu? Duh senang banget. Aku kira Aoi cuek aja,' batinnya. Bisa di pastikan Aoi memiliki perasaan yang sama.
Haruka terkekeh. "Oh lihatlah sekarang. Mbak Aoi cemburu karena pak Makoto akan dansa dengan cewek lain," rasanya senang menggoda Aoi ketika salah tingkah atau marah.
Aoi mendelik tajam. "Gak kok. Siapa juga yang cemburu. Makannya gak usah nakal!" omel Aoi tepat di telinga Makoto biar dengar! Apa dirinya kurang cantik gitu?
"Tes tiga dua satu. Saya Daiji Sato sebagai kepala sekolah SMA Sakura mengadakan promenade untuk perpisahan akhir tahun bagi kelas 12. Acara yang pertama adalah pembukaan lagu romantis oleh salah satu teman kalian dengan suara merdunya yaitu Fumie Futaba, sebagai perwakilan kelas musik. Di persilahkan Fumie naik ke atas panggung," ucap pak Daiji.
"Semangat Fumie!"
"Bikin semuanya baper ya?"
"Fumie cantik. Watashi wa, anata o aishiteimasu!" (Aku mencintaimu)
Fumie berdeham. Membawakan lagu di depan semua orang membuatnya sedikit grogi, apalagi tatapan para cowok-cowok yang menggodanya.
明日、今日よりも好きになれる 溢れる想いが止まらない
ashita, kyou yori mo suki ni nareru afureru omoi ga tomara nai
Tomorrow I’ll love you more than today, these overflowing emotions just won’t stop
Esok aku akan mencintai mu lebih dari hari ini, rasa ini tak akan pernah berhenti tuk mencintai mu
今もこんなに好きでいるのに 言葉に出来ない
__ADS_1
ima mo konnani suki de iru noni kotoba ni deki nai
Right now I love you so much I can’t put it into words
Saat ini aku mencintai mu lebih dari apapun, ku tak dapat menggambarkannya dengan kata
君のくれた日々が積み重なり 過ぎ去った日々2人歩いた『軌跡』
kimi no kure ta hibi ga tsumikasanari sugi satta hibi futari arui ta ‘ kiseki ‘
The days you give me accumulate, the days we pass and the paths we walk
Hari hari yang kulewati bersama mu, hari dimana kita berjalan bersama
僕らの出逢いがもし偶然ならば? 運命ならば? 君に巡り合えた それって『奇跡』
bokura no deai ga moshi guuzen nara ba? unmei nara ba? kimi ni meguri ae ta sore tte ‘ kiseki ‘
Did we just meet by chance? Or by fate? For us to meet was surely a miracle
Apa kita bertemu hanya karena tidak sengaja? Atau karena takdir? Bertemu dengan mu sungguh suatu anugrah
(*)2人寄り添って歩いて 永久の愛を形にして
futari yorisotte arui te kowai no ai o katachi ni shi te
We walk along close together, giving our eternal love a form
Kita berjalan berdekatan, membentuk cinta abadi kita bersama
いつまでも君の横で 笑っていたくて
I want to be by your side forever, laughing like this
Aku ingin tetap berada disamping mu selamanya, tertawa seperti ini
アリガトウや Ah 愛してるじゃまだ足りないけど
arigatou ya Ah aishi teru ja mada tari nai kedo
“Thank you” and, ah, “I love you” just aren’t enough
“Terima Kasih” dan, oh aku rasa tidak cukup hanya dengan mengatakan “Aku Cinta Kamu”
せめて言わせて 「幸せです」と
semete iwa se te ‘ shiawase desu ‘ to?
So let me just say “I’m happy”
Akan tetapi, yang terpenting adalah aku bahagia bersama dengan mu
いつも君の右の手の平を ただ僕の左の手の平が
itsumo kimi no migi no tenohira o tada boku no hidari no tenohira ga
Always the palm of your right hand, just the palm of my left hand
Tangan kanan mu dan tangan kiri ku selalu erat memegang satu sama lain
__ADS_1
そっと包んでくそれだけで ただ愛を感じていた
sotto tsutsun de ku sore dake de tada ai o kanji te i ta
Them gently clasped, I can feel only love
Erat menggenggam, dan aku merasakan cinta mu
日々の中で 小さな幸せ 見つけ重ね ゆっくり歩いた『軌跡』
hibi no naka de chiisana shiawase mitsuke kasane yukkuri arui ta ‘ kiseki ‘
The small bits of happiness we find in each day pile up as we slowly walk this path
Potongan potongan kecil kebahagiaan terkumpul setiap hari di jalan setapak yang kita lalui
僕らの出逢いは大きな世界で 小さな出来事 巡り合えた それって『奇跡』
bokura no deai ha ookina sekai de chiisana dekigoto meguri ae ta sore tte ‘ kiseki ‘
For us to meet by chance is a small thing in this big world but for us to meet was surely a miracle
Mungkin pertemuan ini hanyalah kebetulan di dunia yang besar ini, namun aku yakin pertemuan ini adalah suatu anugrah
うまく行かない日だって 2人で居れば晴れだって!
umaku ika nai hi datte futari de ire ba hare datte!
On days when nothing seems to go right, just being together makes everything better!
Di hari hari yang tampak tidak baik, hanya bersama dengan mu membuat semua nya terasa lebih baik!
"Kalau aku gak bakalan pergi dari kamu Aoi," tiba-tiba Makoto mengatakan itu dengan serius, tentu membuat hati Aoi tak biasa. Benarkah?
"Paling cuman janji doang. Udah, gak usah gombal sama gue!"
Setelah selesai menyanyikan lagu romantis, pak Daiji memberitahukan acara selanjutnya yaitu peraihan prestasi siswa yang meraih nilai tinggi selama ujian sekolah.
"Atas usaha dan kerja kerasnya dalam belajar sampai rela begadang dan ketiduran. Dia berhasil meraih peringkat pertama dan menggeser Ryuji yang selalu mendapat gelar sang juara di tahun-tahun sebelumnya. Dia adalah..."
"Siapa?"
"Kayaknya aku deh!"
"Aoi Mianami!"
Suara riuh tepuk tangan dan ucapan selamat untuk Aoi.
Aoi masih syok. Benarkah? Ia kira tak akan bisa menyaingi Ryuji.
"Terima kasih kepada Tuhan yang sudah memberikan saya kemudahan dalam belajar. Semua ini saya lakukan dengan usaha yang tak sedikit," Aoi tersenyum, tanpa sadar pandangannya bertemu dengan Ryuji. Cowok itu membalas senyumnya.
'Kamu sangat cantik Aoi. Bahkan sampai sekarang cintaku tak berkurang dalam sedetik saja,' batin Ryuji, tak apa posisinya tergeser. Kalau itu membuat Aoi bahagia, hatinya juga ikut senang.
***
Ngaret gak update. Baru pulang dari Sidoarjo.
Ryuji bakal balikan gak sih? Atau pacaran sama Nakura?
__ADS_1
See you-,