Terpaksa Menikahi Om Om

Terpaksa Menikahi Om Om
33. Reuni


__ADS_3

Aoi membuka pintu belakang rumah dengan hati-hati. Langkahnya mengendap-endap, semoga saja Makoto tidak tau.


Tapi saat melewati ruang tengah, Makoto tidak ada, TV pun juga masih menyala.


"Mana dia?"


"Oh, kayaknya di ruang tamu. Mungkin baca koran," Aoi melangkah masuk ke kamarnya. Malam ini sangat melelahkan, tapi untuk perasannya tidak. Karena Ryuji lah sekarang menjadi penyemangatnya.


***


Aoi menyipitkan matanya. Jendela kamarnya sangat terang karena cahaya matahari. Jam berapa ini?


Aoi melihat jam wekernya.


9 pagi.


"Kok aku gak di bangunin sih?" Aoi bergegas menuju dapur, biasanya Makoto membangunkan jam 5 pagi.


"Om Makoto?" suara Aoi menggema di seluruh ruangan.


Saat tiba di dapur, Aoi tak menemukan keberadaan Makoto. Dimana pria itu berada?


"Kemana sih?" Aoi melangkah menuju ruang tamu, mungkin saja Makoto masih tidur di sofa.


Di ruang tamu, Aoi tak menemukan Makoto.


Aoi mencoba menghubunginya. Tapi nomornya tidak aktif.


"Dia kenapa sih? Main ngilang gitu aja gak ngabarin," gerutunya kesal.


Aoi mencoba mengirimkan pesan. Tapi status Makoto tidak aktif dan centang satu. Sekali lagi Aoi mengubunginya, tidak aktif.


Tak tau kemana lagi, sampai Aoi harus pergi ke sekolah. Mencari Makoto dengan gila mencoba menyetir lamborghini dengan mengebut.


Tak peduli suara klakson dan makian para pengguna jalan. Asalkan Aoi bisa bertemu dengan Makoto.


Sampai di sekolah, Aoi berlari menuju kantor guru. Memanggil Makoto tapi pria itu tidak ada.


"Ada keperluan apa Aoi mencari pak Makoto?" tanya bu Sanae beralih menatap Aoi.


"Apa pak Makoto mengajar?" tanya Aoi ragu-ragu.


Bu Sanae menggeleng. "Tidak Aoi. Pak Makoto tidak masuk hari ini tanpa keterangan apapun," rasanya heran mengapa Makoto tiba-tiba tak ada kabar.


"Oh gitu ya bu. Makasih," Aoi tak tau harus mencari dimana lagi.


"Lo kemana sih?" Aoi kembali memasuki mobilnya, enah tempat apa lagi yang ia cari.


"Dimana ya?" Aoi berpikir.


Ting!


Aoi mengambil ponselnya di dashboard.


...Grup kelas 12 Ipa 1 ...


Maki Shiroyama


Setuju gak kalau besok kita reuni? Di rumahnya Aoi. Gimana?


09:10 am


Hikari Fumitsu


Setuju banget! Soalnya promenade kemarin cuman sebentar. Pak Daiji sih nyuruh kita pulang, gak mau pulang malam gitu.


09:11 am

__ADS_1


^^^Anda^^^


^^^Loh? Kok ke rumahku? Emang tempat lain gak ada?^^^


^^^09:12 am^^^


Haruka Meido


Udahlah Aoi, biar semuanya tau rumah kamu. Boleh ya?


09:13 am


Hatsuki Maetani


Heem, kita setuju kalau di rumah kamu Aoi. Sekalian ada yang pingin kenalan sama ortumu tuh @ryuji.


09:14 am


^^^Anda^^^


^^^Hatsuki! Jgn add dia ah. Kalau ketauan gimana?^^^


^^^09:15 am^^^


Ryuji


Iya ada apa? Kangen ya? Padahal baru ketemu kemarin. Emang rindu berat.


09:16 am


Ciitt!


Aoi syok. Karena terlalu fokus dengan ponselnya, ia hampir menabrak seorang anak laki-laki kecil.


Aoi menghampiri anak itu.


Takeshi mengangguk. "Iya kak, aku baik-baik aja. Lain kali kakak jangan ngebut kalau nyetir. Bahaya," ucapnya menasehati.


"Maaf ya dek?" untung saja dirinya tak celaka.


Semua ini karena Ryuji dan Makoto. Dua laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya berhasil mengobark-abrik hatinya.


***


Aoi duduk di ayunan. Masih memikirkan keberadaan Makoto.


"Besok? Kalau mereka kesini, dan om itu balik lagi gimana?" tanya Aoi panik. Ia harus memikirkan ide paling top agar Makoto mau menyembunyikan dirinya dengan benar. Bukan seperti saat itu, Makoto ketauan tertangkap basah Haruka dan Fumie. Aoi terpaksa berbohong.


"Tapi permintaan mereka buat reuni ke rumahku itu bagus juga. Lagian mama sama ayah juga belum pulang," Aoi sangat setuju jika semuanya reuni di rumah, selain ramai pasti juga seru.


"Oke deh, aku setuju. Lagian aku udah lulus. Gak perlu ada yang di tutupi lagi. Mereka berhak tau aku siapa. Asalkan gak ada niat buruk," dengan seperti ini, mungkin Aoi bisa lebih terbuka dengan semua temannya.


***


"Duh, panas banget sih. Ini bener jalan mau ke rumahnya Aoi?" tanya Maki.


Cuaca yang terik meskipun baru jam 7 pagi menyengat kulit siapa saja.


Haruka mengangguk. "Maaf ya? Mobilku tadi mogok. Jadi jalan kaki deh. Eh, tapi dekat kok. Bentar lagi keliatan rumahnya," Haruka yang membawa mobil Alphard-nya khusus para cewek-cewek 12 Ipa 1.


Hatsuki mengangguk. "Iya. Gak apa-apa kok," Hatsuki tersenyum tipis.


"Yang cowok numpang mobilnya siapa?" tanya Hikari.


"Mitsuiko sama Ritsuo. Jangan harap deh mereka sampai duluan. Cowok emang ribet, ada aja bawaan barangnya," Fumie mulai menggerutu, pengaruh mood dari rumah membuatnya bete seharian.


"Bukannya cewek ya?" tanya  Norika bingung.

__ADS_1


"Itu, rumahnya Aoi. Ayo kesana, dia udah nungguin kita tuh," seru Haruka menunjuk pekarangan rumah Aoi yang seluas lapangan futsal.


"Astaga! Ini bukan rumah lagi Haru. Jelas-jelas ini istana!"


"Jadi Aoi...kaya?!"


"Kenapa gak bilang-bilang ya?"


"Aoi!" panggil Fumie setengah berteriak.


Aoi menoleh. "Eh? Kalian udah datang? Yang cowok-cowok mana?"


"Masih mager!" jawab Fumie ngegas.


"Masa sih?" tanya Aoi masih tak percaya.


"Reuniannya di ruang makan aja ya? Lumayan luas. Kalau mau nonton TV di ruang tengah aja. Yuk masuk," Aoi menunjukkan beberapa pintu keluar, kalau yang sama bisa saja ada yang nyasar.


"Aoi, rumah sebesar ini kamu tinggal sendirian?" tanya Norika sangat penasaran. Pasti Aoi bukan keluarga biasa.


"Orang tuaku masih di luar kota Nori. Kalau kerjaannya selesai, baru deh bisa pulang," bahkan Aoi tak pernah mendapatkan telepon dari mama atau sang ayah.


"Aoi? Aoi! Aoi!"


Suara teriakan Mitsuiko itu membuat Aoi segera menghampiri cowok itu, pasti kebingungan dengan segala isi rumahnya.


"Kirain lama. Yuk masuk," Aoi mempersilahkan Mitsuiko dan yang lainnya masuk.


"Hai," Ryuji menyapanya.


Deg!


"K-kamu juga ikut reunian? Tapi kan kita beda kelas," banah Aoi, Ryuji hanya terkekeh.


"Temen-temen kamu yang ngajak aku buat datang. Kapan lagi kan kita bisa quality time?"


"Iya juga ya? Hehe, ya udah semuanya bakalan kumpul di belakang rumahku. Cocok banget buat bakar BBQ," Aoi menggamit tangan Ryuji tanpa ragu.


***


Di belakang rumah yang dekat dengan kolam renang, ternyata Maki sudah membawa BBQ-nya. Yang lain hanya membantu Maki agar cepat selesai dan bisa makan. Sebagian juga memilih makan dengan camilan yang di bawa.


"Aoi, coba deh liat di langit. Lagi ada petasan yang indahh banget," Ryuji menunjuk langit yang begitu indah dengan hiasan cahaya petasan.


Mata Aoi berbinar. "Wahh, cantik banget. Kenapa pas ya sama malam reuni kita?"


"Mungkin aja mereka tau kalau ada yang lebih spesial yaitu kamu," Ryuji memulai gombalan mautnya.


"Cieee!" seru semuanya kompak.


"Yang udah punya pacar lupa sama sahabat sendiri. Huhuhu jadi sedih aku," ucap Fumie pura-pura sedih.


"Langgeng terus ya sampai nikah!" seru Norika paling bersemangat.


Dan Aoi berharap begitu. Lebih baik menikah dengan orang yang di cintai daripada tidak sama sekali dalam artian keterpaksaan.


***


Dia bilang ada cicak pdkt, haha mana ada? Balik lagi mood-nya di semangatin.


Bwt bab udah lengkap aku susun jadi 92 bab. Yeay!


Seneng apa sedih?


Jelas endingnya udah ada dong.


See you-,

__ADS_1


__ADS_2