
POV AUTHOR.
Sementara itu di London, keadaan Kenjiro sangat memprihatinkan. Dirinya menjadi berandalan, bahkan dia menggunakan obat-obatan terlarang. Kali ini dirinya sedang berada di sebuah klub malam, berlenggak lenggok menikmati dentuman musik yang keras.
Seorang wanita datang dan menghampirinya, mereka berdua menari bersama mengikuti suara musik yang menghentak itu. Semakin lama semakin panas, sentuhan antara kulit itu memicu sesuatu yang lain.
Ken mengajak wanita tersebut menuju sebuah hotel, mereka melanjutkan kegiatannya di sana. Tapi, sepanjang kegiatan itu nama yang disebut adalah Sarah.
Pagi harinya Ken terkejut saat melihat wanita lain sedang berada di ranjang yang sama dengan dirinya. Tanpa berpamitan, Ken meninggalkan wanita itu sendirian.
Ken mengendarai mobilnya menuju salah rumah salah satu temannya, dia mencari sesuatu untuk menenangkan dirinya.
"Bro, beri gua satu." ucap Ken kepada temannya itu.
"Kenapa? masih nggak bisa move on?" tanyanya
"Tutup mulutmu, b******k!" Ken mengambil botol minuman di atas meja.
__ADS_1
Dia merebahkan dirinya di sofa dan menenggak minuman itu hingga habis.
"Nih," ucap temannya seraya melemparkan barang haram itu, "jangan lupa transfer." sambungnya kemudian.
Kenjiro mengambil ponselnya untuk proses transaksi itu, tapi kemudian ia baru tahu jika saldo yang ada tidak mencukupi. Tak hilang akal, diapun menelepon ibunya.
"Ma, kirim aku uang sekarang ya. Aku lagi butuh banget ma buat kuliah aku." ucapnya.
"Bukankah mama baru mentransfermu beberapa hari yang lalu? apa itu tidak cukup?" tanya Hana lembut.
"Ken, mama masih belum bisa memberikan hak itu ke kamu. Oke, mama akan transfer sebentar lagi." ucap Hana memutuskan sambungan teleponnya.
"Sial banget gua hari ini! udah kejebak sama cewek di hotel, kehabisan uang lagi." keluh Kenjiro.
"Lu mau uang tambahan? Gua tawarin lu kerjaan enak, mau nggak?" tawar temannya itu.
"Kerja apa?" tanyanya sambil meracik barang haram itu.
__ADS_1
"Jual barang ini, untung dapet masih puas make juga." rayunya.
Ken yang saat itu sedang berada dibawah pengaruh obat, tak dapat memutuskan sesuatu dengan baik.
"Oke ... aku ikut." ucap Ken.
"Sarah ... Sarah ... kenapa kamu benar-benar memilih dia ... Sarah." Ken menangis, kadang menjadi sangat emosional saat dirinya berada dibawah pengaruh obat-obatan terlarang itu.
Semua teman-temannya menganggap Kejiro gila, benar-benar tak terawat. Rambut yang tumbuh di jenggotnya pun tak pernah dia rapikan, bajunya lusuh, apartmennya berantakan dan sering absen kuliah.
Sejak saat itu, Kenjiro menjadi salah satu pemasok obat-obatan haram. Beberapa kali, dia dipercaya untuk menangani transaksi besar. Kegiatan ini membuatnya bertemu dengan banyak penjahat, mulai dari kelas teri hingga kelas kakap.
Dirinya sering menjadi perantara transaksi dengan orang Jepang, sebab Ken dapat berbahasa Jepang. Ia menjadi salah satu orang kepercayaan dari Bos temannya yang bernama Boris. Kenjiro tak pernah kekurangan uang ataupun wanita, Boris selalu menyediakan wanita untuknya.
Dia hanya menjual, tidak merampok, membunuh atau memper***a. Dari hari ke hari dia mulai bisa melupakan Sarah, orang yang telah mengambil separuh jiwanya.
Perkenalannya dengan Boris inilah yang akan membawanya kembali bertemu dengan masa lalunya, tetapi mereka bertemu di tempat yang mengerikan.
__ADS_1