The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
54


__ADS_3

Pagi ini aku dibangunkan oleh suara gaduh, ternyata banyak orang telah berkumpul di dalam kamar. Aku menutup tubuhku dengan selimut karena malu. Yama masuk kedalam selimut dan berkata, "Ohayōgozaimasu, putri tidur."


Yama mengecup bibirku sekilas, beberapa orang di luar sana terdengar ricuh saat Yama masuk kedalam selimutku. Mereka berkata jika sang pengantin pria sudah tidak sabar. Yama memberikan senyum tulusnya padaku sebelum ia keluar dari dalam selimut, sangat tampan.


"Sakura, ayo cepat mandi. Kamu masih perlu berdandan." Mama membuka selimutku.


Aku bergegas masuk ke dalam kamar mandi, yang berada di dalam kamar adalah para pelayan perempuan yang nantinya akan membantuku bersiap. Tiba-tiba saja ada seorang pelayan perempuan yang mengetuk pintu kamar mandi, dia hendak membantuku mandi. Tentu saja aku menolaknya, cukup Keiko yang melihatku.


Mama bersikeras memaksa seseorang membantuku untuk mandi dan berpakaian, "Aku hanya akan membuka pintu kalau Keiko yang membantuku," ucapku dari dalam kamar mandi.


Tak lama kemudian Keiko datang dan mengetuk pintuku, aku membukanya. Dia hanya kuperbolehkan membantuku keramas dan menggosok punggungku, selebihnya di berada di pojokan menghadap dinding. Setelah ritual mandi selesai, Keiko membantuku memakai kimono polos sebelum kemudian para wanita di luar memakaikan Uchikake dan pernak perniknya.


Aku melihat diriku di cermin, memutar-mutar tubuhku. Kini aku akan menjadi istri dari orang Jepang, seorang Yakuza. Sinta berada di sini juga, ia memintaku untuk kembali melafalkan janji pernikahan dalam bahasa jepang. Aku berlatih sebelum acara dimulai.


Kami semua berangkat menuju kuil tempat Nenek dan kakek Ito menikah dulu, aku yang tidak mengerti hanya ikut saja. Awalnya sang pendeta menolak, sebab usiaku masih 18 tahun. Ketentuan di negara Jepang, sang pengantin harus berusia 20 tahun atau lebih. Ketika mereka berusia 20 tahun, maka upacara kedewasaan diadakan.


Aku akan menikah sebelum melakukan upacara kedewasaan. Mama menjelaskan jika kami adalah generasi ketiga dari keluarga Ito dan harus segera menikah. Sang Pendeta akhirnya menyetujui permintaan Mama, entah bagaimana cara mereka mengurus segala dokumen untuk pernikahanku ini.


Di awal upacara pernikahan, kami dimurnikan oleh pendeta Shinto.  Kemudian kami berpartisipasi dalam sebuah ritual yang dinamakan san-san kudo. Selama ritual ini, mempelai aku dan Yama bergiliran menghirup sake, sejenis anggur yang terbuat dari beras yang difermentasikan, masing-masing menghirup sembilan kali dari tiga cangkir yang disediakan. Ritual ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan.


Upacara ditutup dengan mengeluarkan sesaji berupa ranting Sakaki (sejenis pohon keramat) yang ditujukan kepada Dewa Shinto. Tujuan kebanyakan ritual Shinto adalah untuk mengusir roh-roh jahat dengan cara pembersihan, doa dan persembahan kepada Dewa.


Setelah ritual selesai, siang ini kami menuju sebuah gedung modern. Aku dibawa mereka masuk kedalam sebuah kamar ganti, mereka membantuku berganti pakaian. Sebuah gaun putih yang indah dengan kerudung putih. Aku yang baru pertama kali meneguk sake merasa sedikit pusing, Keiko segera memberiku segelas susu untuk menetralkan sake tadi.

__ADS_1


Wajahku masih merah dan kepalaku terasa pusing, Mama memutuskan untuk menunda acara selanjutnya selama 2 jam kedepan. Yama memintaku untuk tidur, dia terlihat sangat gemas padaku, "Aku tidak akan mengampunimu nanti malam."


Aku biasanya bergidik ngeri mendengar kata-katanya itu, tapi di bawah pengaruh sake membuatku berkata ngelantur, "Aku tunggu kamu nanti malam," ucapku dengan menggigit sedikit bibir bawahku dan menggekarakkan jari telunjukku. Yama terlihat menahan sesuatu, dirinya memilih untuk meninggalkanku bersama dengan Keiko.


1 jam aku terlelap, Mama membangunkanku perlahan dan memintaku meminum obat pereda sakit kepala. Beberapa menit kemudian, aku sudah merasa lebih baik. Beberapa orang bergegas merapikan make up dan pakaianku.


Mereka menuntunku masuk ke dalam hall, betapa terkejutnya aku melihat Yama berdiri di altar dengan jas hitam. Dia menungguku dengan senyum manis, sikapnya tegap sangat gagah dan tampan. Aku berjalan ke arahnya dan mengembangkan senyumku.


Yama mengulurkan tangannya menyambut kedatanganku, dia menatap mataku lekat hingga kami berhadapan. Seorang pendeta datang untuk menjadi saksi kita. Yama mengucapkan janji, kemudian giliranku.


Watakushi wa kono Dasei to kekkonshi


Fufu to narou to shite imasu


Soudenai tokimo


Kono hito o aishi


Kono hito o uyamai


Kono hito o nagusame Kono hito o


tasuke

__ADS_1


Watakushi no inochi no inochi no kagiri .


Pria ini, saya menikah. Tidak peduli apa situasi kesehatannya. Saya akan mencintai orang ini. Hormati orang ini. Hibur orang ini. Bantu orang ini. Sampai mati Melindungi kesetiaan. Aku bersumpah.


Aku mengucapkan janji dengan berurai air mata bahagia dan haru. Yama memasangkan cincin di jari manisku, kemudian ia membuka kerudungku dan mencium lembut bibirku. Semua tamu undangan bersorak bahagia.


Naas, sesuatu yang buruk terjadi. BOM! Suara ledakan terdengar. BRAK! Seseorang membuka pintu Hall keras. Dia adalah ...


Bantu Like dan Komen yah teman-teman, supaya Emak semangat up. Makasih 😍😘.


Sambil nunggu up dari Author, silahkan baca Karya temanku ini.


Judul : Zafrina mendadak nikah.


Karya : Emma Risma.


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa meni



Seru banget nih cerita mendadak menikah dengan gebetan, yuk baca. 😍👍

__ADS_1


__ADS_2