
Tubuh Sarah bergetar hebat karena amarahnya yang memuncak, tangannya mengepal. Dia berbalik dan melayangkan tangannya hendak memukul Ayumi, tetapi sebuah tangan kekar mencekal tangan Sarah. Sarah menatap tajam kearah Yama, membuat Ayumi semakin percaya diri jika Yama akan membelanya.
"Aku tidak mau tanganmu digunakan untuk memukul sampah." Yama menarik Sarah kedalam pelukannya, kemudian memberi aba-aba kepada anak buahnya untuk menangkap Ayumi.
Perkelahian terjadi, semua anak-anak telah diamankan. Bahkan kini di area sekolah itu hanya menyisakan Ayumi, Yama, Sarah, dan anak buahnya. Sarah meminta Keiko untuk menuju pelabuhan dan menyelinap ke dalam kapal kargo tempat Sarah melihat anak kemarin di sembunyikan.
"Tunggu! mau apa kalian?!" teriak Ayumi masih mempertahankan aktingnya.
"Tidak usah berpura-pura lagi, aku telah mengumpulkan banyak bukti untuk memenjarakanmu," ucap Yama.
"A,apa maksudmu? Saya tidak mengerti situasi ini Tuan Ito."
__ADS_1
Sarah bergeming melihat perlakuan Yama terhadap Ayumi, dia memutuskan untuk menjadi pendengar.
"Aku tahu kejahatan yang telah kamu lakukan dengan ketua Yakuza dari daerah barat. Jangan pikir jika aku akan diam saja melihat daerahku kau usik." Kata-kata Yama berhasil membuat Sarah dan Ayumi kaget.
Sarah tidak menyangka jika keputusan Yama mundur dari dunia Yakuza akan menyebabkan daerahnya menjadi tidak aman, sedangkan Ayumi tidak menyangka jika dirinya sudah tertangkap basah.
"Karena aku sudah tertangkap basah, mari kita selesaikan ini." Ayumi terkekeh, karakternya kini sangat berbeda dengan aktingnya tadi.
Sarah mengambil kuda-kuda, selama ini Sarah masih menekuni seni bela dirinya tanpa sepengetahuan Yama. Ayumi tertawa mengejek, dia mengeluarkan tanto (sejenis belati Jepang) dari balik bajunya. Yama diam saja, dia ingin tahu kemampuan Sarah yang memintanya untuk tidak ikut campur.
Dia sudah melihat kebengisan Sarah akan muncul jika menyangkut anaknya. Ayumi meju dengan cepat kearah Sarah dan mengayunkan tanto nya, tetapi Sarah melompat mundur dengan licah. Tak berhenti disitu, Ayumi tetap maju dan terus mengayunkan tantonya ke arah Sarah hingga dia terdesak.
__ADS_1
Crash! Lengan kiri Sarah tergores, mengalirkan darah segar. Sarah meringis kesakitan, Yama masih bergeming. Tak melepaskan kesempatan, Ayumi merangsek maju dengan tanto yang masih setia melekat di tangannya. Sarah bersiap, dia mengangkat lengannya saat Ayumi hendak menghunuskan pedang ke arah Sarah. Sarah menghadapi lawan seolah-olah memanfaatkan guillotine, namun menghadap ke arah individu dan memutar kepala mereka ke samping, menciptakan hiperfleksi leher yang sangat berbahaya di samping saat pinggul diangkat dan wajah ditarik ke atas, untuk mencoba menerapkan tekanan ekstrim dan kerusakan pada serviks tulang
belakang.
Dia memelintir kepala Ayumi dengan cepat dan sekuat tenaga, hingga suara renyah yang berasal dari kepala Ayumi terdengar. Darah mengalir perlahan dari sudut bibir Ayumi. Melihat hal itu, Sarah segera melepaskannya dan menarik Yama menuju mobil.
"Bereskan," ucap Sarah kepada salah satu anak buah Yama.
"Tadashi! cepat!" Sarah berteriak memanggil Tadashi yang masih melongo tak percaya dengan kehebatan Nyonya muda nya itu.
Yama semakin takjub melihat kehebatan Sarah, dia tidak menyangka jika istrinya dapat menyesuaikan diri dengan kehidupannya.
__ADS_1