The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
76


__ADS_3

Sarah mengulurkan sebelah tangannya dan diterima oleh Mia tanpa rasa curiga. Mia menganggap jika Sarah sudah sangat putus asa atas apa yang menimpanya. Kehilangan anak dan video panas suaminya bersama Mia yang telah dilihatnya.


"Sebelum itu, aku ingin bertanya 1 hal." Sarah memberikan ekspresi datarnya, Mia menghentikan niatnya dan berkacak pinggang.


"Katakan, aku akan menjawab pertanyaan itu sebagai permintaan terakhirmu."


"Apakah kamu benar-benar berniat mencelakai bayi di dalam kandunganku ini?"


"Dasar bodoh!" tawa Mia menggelegar, "untuk apa aku mengajakmu ke air terjun dengan tangga begitu banyak, sudah sangat jelas maksudku untuk menggugurkan keturunan Ito!" Mia melotot ke arah Sarah.


Sarah menyunggingkan senyum tipisnya, dia mengangguk pelan dan mengulurkan tangnnya. Saat Mia meraih tangan Sarah, dengan sigap Sarah mencengkeram lengan bagian atas Mia dan memelintir tangannya. Mia kaget dan menjatuhkan jarum itu.

__ADS_1


Mia berontak dan melepaskan diri dari Sarah. Duel 1 lawan 1 sedang terjadi dan disaksikan Yama melalui siaran langsung ponsel Hana. Yama menginstruksikan agar segera kembali menuju rumah sakit secepatnya.


Jarum infus sekali lagi merobek pembuluh darah Sarah, tetapi dia tidak merasakan kesakitan itu. Beberapa pengawal masuk hendak membantu, tetapi Sarah mengangkat sebelah tangannya. "Dia milikku, aku akan menghabisi siapapun yang ingin menyakiti bayiku!" ucap Sarah penuh penekanan.


Beruntung Sarah mempelajari sedikit gerakan bela diri dari Keiko. Mia merangsek maju memberikan tinjunya, Sarah juga maju dengan menunduk sedikit lebih rendah dari tinjuan Mia.


Crash! Suara itu begitu nyaring terdengar. Darah menetes perlahan. Bukan darah Sarah, melainkan darah milik Mia. Mia tidak tahu jika Sarah menyembunyikan belatinya di balik tangannya.


Darah menyembur keluar, badannya lemah tak berdaya. Lantai yang penuh dengan noda darah itu menjadi sangat licin. Mia terpeleset oleh darahnya sendiri dan jatuh terjungkal ke belakang.


Mia terkapar pasrah, dia menungu hemubusan nafas terakhirnya. Sarah pun ikut tumbang, darah yang keluar dari pembuluh darahnya itu cukup banyak. Hana segera keluar dari tempat persembunyian dan memerintahkan para penjaga untuk mengurus sisanya.

__ADS_1


Seorang dokter berlari dengan panik bersama beberapa perawat, mereka takut dengan ancaman dari Yama. Dengan segera para perawat menutup luka itu dan memindahkan Sarah ke ruang VVIP lainnya. Tangan kanan dan kirinya telah terluka, infus dipasang pada lengan bagian atasnya.


Sedangkan tangan satunya terpasang infus dengan kantong berwarna merah, Sarah membutuhkan donor darah akibat perkelahiannya tadi. Perkelahian pertamanya dalam mempertahankan bayi yang berada didalam kandungannya. Yama berlari di sepanjang lorong rumah sakit, diiringi kedua asistennya.


Pintu di buka dengan keras, Hana memberi bahasa isyarat dengan menempelkan jarinya di mulut, tanda agar mereka tenang. Sarah terbaring pucat tak sadarkan diri, bibirnya tak semerah biasanya. Yama melangkah mendekat, dia duduk disamping ranjang dan membelai lembut pipi Sarah.


Yama menyapukan ibu jarinya di bibir Sarah lalu mengecupnya lama, membuat sang empunya bibir membuka matanya. Sarah menepis tangan Yama yang hendak membelainya. Yama tidak menerima penolakan dari Sarah sehingga ia menarik Sarah untuk berada di dalam pelukannya.


"Terimakasih sudah bertahan dan berjuang untuk anak kita. Aku berjanji tidak akan membuatmu menderita lagi." Ucapan Yama di akhiri dengan ciuman dikepala Sarah.


Sarah meremas pakaian Yama, dirinya berjanji akan menjadi kuat demi bayi yang di kandungnya. Sarah melepaskan pelukannya dan bertanya, "Bagaimana dengan keadaan anak kita?"

__ADS_1


Yama segera memanggil dokter untuk membawa alat usg ke tempat Sarah dirawat dan melakukan pemeriksaan pada kandungannya. Dokter kandungan datang, dia melakukan pemeriksaan dan mengatakan jika bayi yang dikandung dalam keadaan baik-baik saja. Usia kandungan Sarah kini menginjak 7 minggu. Sayangnya dokter memberikan kabar buruk perihal keadaan Sarah.


__ADS_2