The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
65


__ADS_3

Sebelumnya Yama sudah memberi kesempatan kepada seluruh anggotanya. Mereka berhak memilih mundur atau berpindah, tetapi mereka semua ingin melindungi Yama. Inilah sebabnya perusahaan Yama terasa sedikit lengang.


70% anggotanya bekerja padanya, kini ia meminta bantuan sang Ibu untuk membantu mengkoordinir perusahaan selama ia pergi. Segala peralatan perang sudah disiapkan, para anggota sudah berjajar di baris depan. Sorot mata mereka tidak menampakkan rasa takut, mereka seperti sedang mengemban tugas.


Dibukanya kipas Juro menandakan dimulainya perang itu. Iwao dan Juro memiliki banyak anak buah, meskipun mereka masih berada di bawah kakek Ito. Anak-anak Iwao dan Juro pun ikut berperang.


Yama mengawasi dari belakang, mencari orang-orang yang akan menjadi targetnya. Dapat! 1, 2, 3, 4 total ia akan menebas 10 orang dalam sekali jalan. Yama seperti sudah memperhitungkan langkahnya.


Ia mulai bergerak dengan gesit, tangannya membawa Samurai peninggalan Yamamoto Ito. 1 tumbang, 2, 3, 4 orang selanjutnya tumbang. Gerakannya tak terlihat, keempat orang yang tumbang tadi membuka jalannya menuju tiga anak Iwao.


Yama menusuk dan menebas dengan ringan, samurainya sangat tajam. Ketiga anak Iwao tumbang, membuat sang Ayah murka. Iwao mengerahkan cucunya yang seumuran dengan Yama.


Langkahnya terhenti, ia menarik nafas tenang. Yama tidak panik dengan keadaan sekitar, ia seperti ratu lebah yang selalu di kelilingi anak buahnya. Ia memperhitungkan langkahnya lagi, tujuannya kedua cucu Iwao.


Ia bergerak maju, Tadashi membuka jalan untuknya. Tadashi seperti dapat membaca pikiran Yama, nyatanya dia hanya terbiasa berada di dekat Tuannya itu. Satu tebasan kuat diayunkan Yama, membuat cairan merah itu mengenai mata saudaranya. Kesempatan ini tidak disia-siakannya, Yama menghabisi cucu terakhir Iwao.


Senyum iblis terulas di bibirnya, sangat mengerikan. Mata Yama berubah menjadi merah, Kedua anak Juro meminta anak mereka untuk meninggalkan tempat. Tadashi mengerti anggukan Yama, dia berlari cepat menuju tempat cucu Juro akan melarikan diri.

__ADS_1


Yah, tebasan itu disesali anak Juro. Juro yang melihat itu sangat marah dan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh pengkhianat di dalam anggotanya yang berarti anaknya sendiri. Kedua anaknya mati ditangan pengikutnya sendiri atas perintah sang Ayah.


"Betapa bodohnya pria tua didepanku ini." Yama berjalan perlahan ke arah Juro. Para pengikutnya tak ada yang menghalangi, mereka tahu kekalahannya.


"Tutup mulutmu bocah! Semua ini berawal karena Yamamoto menikah dengan Megumi! Tak kusangka dapat menghasilkan cucu yang sangat hebat. Aku mengakui kehebatan Yama_chan dan kehebatanmu. Aku menyerah."


Juro mengambil samurainya dan melakukan 'seppuku'. Semua menunduk hormat melihat prosesi itu, termasuk Yama dan para anggotanya. Banyak anggota Yama yang terluka parah, beberapa meninggal dunia.


Yama memerintahkan mereka untuk berobat ke rumah sakit. Biaya akan ditanggung olehnya, termasuk menghidupi anak dan istri yang ditinggalkan hingga mereka dapat hidup mandiri. Anggota Juro dan Iwao masih tak beranjak pergi, mereka terlihat seperti kehilangan arah ketika tuannya mati.


"Barang siapa yang mau ikut aku, silahkan naik di mobil sebelah sana. Ingat, aku bukan lagi seorang Yakuza." Yama pergi meninggalkan merek semua.


Anggotanya tidak berkurang, justru bertambah banyak. Kematiam anggota lama digantikan dengan anggota baru. Kali ini ia menuju rumah sakit dan ingin melakukan sesuatu.


Apakah itu?


...***...

__ADS_1


Kalian penasaran? tinggalin jejak ya, like dan komen juga share. Happy reading 😁😁


...***...


Mampir juga yuk di karya sahabat pena aku, ceritanya nggak kalah seru loh. Masih lingkup permafiaan, yuk intip segera 😍


Judul : Pesona Tuan De Luca


Napen : Komalasari


Matteo de Luca adalah seorang putra mahkota dari Klan de Luca, yang merupakan sebuah organisasi terselubung dan sangat disegani. Sang ayah begitu menyayangi dan melindunginya. Ia seakan memiliki rasa kurang percaya terhadap Matteo, sehingga membuatnya merasa terkekang. Atas dasar itulah, Matteo mencoba melepaskan diri untuk membuktikan bahwasannya ia mampu.


Matteo melakukan transaksi secara ilegal dengan seorang teman lama yang ternyata mengkhianatinya. Dalam kondisi terluka, Matteo melarikan diri ke kota Venice. Di sana, ia bertemu dengan sosok Mia yang kemudian merawat luka dan memberinya tumpangan untuk menginap di kedai milik ayahnya.


Benih-benih cinta mulai tumbuh. Namun, Matteo memilih untuk menjauh dan menolak Mia dengan kasar, sehingga membuat gadis itu pergi dan mencoba membuka hatinya untuk pria lain.


Akan tetapi, ketika Mia memutuskan untuk menikah, Matteo menjadi kalut dan datang kembali serta meminta Mia untuk membatalkan pernikahannya. Terjadilah sebuah penyerangan pada pesta pernikahan Mia, yang kemudian menewaskan ayah serta suami Mia yang baru ia nikahi.

__ADS_1



__ADS_2