The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
55


__ADS_3

POV AUTHOR.


Suara ledakan tidak hanya memekakan telinga, tetapi juga menggetarkan ruangan itu. Teriakan panik dari orang di luar bangunan membuat seisi ruangan ikut panik.


BRAK! Pintu terbuka lebar, seseorang datang dan berteriak, "Sakura_Chan, lari!" teriak Kenjiro.


Yama dan Sarah menoleh ke asal suara tersebut, ternyata dia adalah Kenjiro. Yama menarik tangan Sarah hendak mengajaknya bersembunyi, tetapi atap kaca itu tiba-tiba pecah dan beberapa orang turun dengan membawa pistol.


Tangan Yama tersentak, ia melihat Sarah yang dibawa pergi oleh orang yang dikenalnya, Haruka. Sarah berteriak meminta pertolongan pada Yama, Yama mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.


Ia meminta samurainya kepada Tadashi, sedangkan keiko mengejar keberadaan Nona nya itu. Sebuah surat dijatuhkan, Yama memungutnya. Isi surat itu mengatakan bahwa, ia akan mengembalikan Sarah dalam keadaan hidup jika stempel itu menjadi barang gantinya.


Para penjahat yang masuk, tidak dapat keluar dalam keadaan hidup. Para pengawal Yama dengan segera meringkus mereka, beruntung tak ada korban jiwa. Berbekal sebuah samurai, Yama pergi menyelamatkan istrinya.


Mobil Van hitam berjumlah puluhan berjajar memanjang mengikuti kemana Tuannya itu pergi. Keiko mengaktifkan GPS nya, ia telah sampai di sebuah kuil tua di tengah hutan. Dia memutuskan untuk berjalan kaki, melihat para penjahat itu melajukan mobilnya lambat.


Tak jauh dari sana, ada sebuah gubuk dengan penjagaan ketat. Keiko melihat Sarah masuk kedalamnya, ia dipaksa oleh dua orang penjaga dengan tubuh yang kekar. Tak lama kemudian, kedua penjaga itu keluar dan berjaga di depan pintu.


Keiko mengambil jalur belakang, ia melihat dari balik celah-celah dinding kayu itu. Sarah terikat dengan posisi duduk, pakaiannya masih lengkap. Keiko bernafas lega ketika melihat kondisi Nona mudanya baik-baik saja.


CEKLEK! Suara pistol yang terkokang membuat Keiko tak berani bergerak, wanita itu mengikat Keiko bersebelahan dengan Sarah. Keadaan menjadi semakin rumit saat ini, Haruka datang dengan seorang pria penuh tatto.


"Oh, jadi ini dia wanita Yama_kun." Pria bertato itu mengangkat wajah Sarah kasar. "Cantik," lanjutnya.


"Jauhkan tangan Anda dari Nona muda," ucap Keiko dengan suara rendah mengancam.


Dak! Haruka menendang keras perut Keiko hingga kursinya terbalik.


"Keiko!" panggilku. Cairan merah sedikit mengalir di sudut bibir Keiko.

__ADS_1


"Nona, lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri." Lelaki itu membelai bahu Sarah.


Keiko berusaha berdiri dan menendang lelaki itu, membuatnya sedikit terpental. Haruka memukul wajah Keiko yang menyebabkannya pingsan. Sakura berteriak ketakutan melihat darah yang keluar dari hidung Keiko.


"Hentikan! jangan sakiti Keiko lagi, apa yang kalian inginkan?" tanya Sarah dengan bahasa jepang seadanya.


"Aku menginginkan sebuah patung giok, apakah kamu tahu dimana Yama_kun menyimpannya?" tanya lelaki itu dengan wajah yang sangat dekat, beberapa inci saja dapat menyentuh bibir Sarah.


"Yama ... Y,yama pasti akan datang! dia pasti akan menyelamatkanku!" Sarah memberanikan dirinya.


Lelaki itu tertawa keras, "Sungguh pria bodoh! Bagaimana bisa dia memilih seorang yang begitu polos untuk menjadi istrinya, sedangkan dia adalah seorang master?"


"A,aku bukan gadis polos!" ucap Sarah dengan sorot mata berani.


"Seekor kucing kecil mulai berani mengigit rupanya." Lelaki itu mencium kasar bibir Sarah hingga sedikit berdarah.


Sarah meludahinya, tetapi Haruka malahan menampar pipi Sarah. Tamparan itu meninggalkan bekas merah dipipinya. Sarah mulai terlihat kesal, seumur hidup dia paling tidak suka dibully. Cukup semasa SMA saja dirinya di perlakukan buruk.


"Lepaskan dia, aku tidak mengijinkanmu menyakitinya!" teriak Ken.


"Apa yang istimewa dari wanita ini, sehingga dia dapat menaklukkan 2 lelaki hebat?" ucap lelaki itu dengan mengusap pipi Sarah.


"Hentikan Gin! Aku akan membunuhmu jika kau sentuh dia sekali lagi!" Ken bersiap untuk maju dengan motornya. Lelaki itu bernama Gin, dahulu dia adalah teman sekolah Yama.


Gin tak mudah digertak, dia menarik paksa pakaian Sarah dan membuatnya robek. Robekan itu membuat kedua gunung Sarah terpampang dengan indah. Sara berteriak histeris, sedangkan Ken melajukan motornya cepat bermaksud menabrak Gin.


Tapi, Gin dengan sigap meletuskan tembakannya tepat di kepala Kenjiro. DOR!


"Tidak! Kenjiro!" Sarah meraung melihat kekasih masa lalunya itu meninggal di tempat. Gin mundur beberapa langkah untuk menghindari motor Ken, kemudian ia mulai bercerita.

__ADS_1


"Sayang sekali aku harus menembak ladang emasku, semua karena kamu wanita sialan!" ucapnya marah.


"Apa maksudmu?" Sarah mencoba bertanya untuk mengulur waktu.


"Kenjiro adalah penyalur narkoba terhebat yang pernah aku tahu. Kita bekerja sama selama di London, hingga kekuasaanku semakin besar dan bermaksud untuk mengalahkan Yama_kun." Gin melanjutkan ceritanya dengan mata menerawang.


"Nasi sudah menjadi bubur, aku akan menikmatimu sebagai gantinya." Gin mulai meraba tubuh Sarah.


Sarah meronta, dia menendang Gin dan menggigitnya hingga cairan merah keluar dari tangannya. "S**lan!" Gin mengumpat dan menampar Sarah.


Tepat disaat tamparan itu dilakukannya, seseorang dengan langkah ringan sudah berada di belakangnya. "Kamu mencariku, mari kita duel satu lawan satu." Yama berbicara dari belakang Gin.


"Bagus, jika aku menang berikan stempel itu padaku." Gin memutar tubuhnya, ia tahu suara itu adalah milik bos Yakuza.


"Baiklah." Yama mundur beberapa langkah untuk memberi Gin ruang.


Tadashi datang melepaskan Sarah dan memberikan jaket milik Yama kepada Sarah. Tadashi meminta Sarah untuk menunggu di mobil, tetapi ia menolak. "Aku akan berada disini, melihat suamiku bertarung."


Bagaimana pertarungan Yama dan Gin selanjutnya ya? 😏😏


Selanjutnya ada Karya apik, 😍👍


Judul : Mengejar Cinta Guru Tampan.


Napen : Ponn Ponn.


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.

__ADS_1


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan.



__ADS_2