
Ichi meminta sekantong plastik es batu kepada pelayan di rumahnya. Dia masuk kedalam kamar Sarah, kemudian menguncinya dari dalam. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan tertawa cekikikan.
Ichiro kembali turun untuk berkumpul bersama Sarah, Yama, dan Hana. Tidak ada yang menaruh curiga kepadanya, tak lama kemudian Ichiro mengatakan jika dirinya mengantuk.
"Mama, Ichi ngantuk mau bobok." Ichi menarik tangan Sarah.
Yama dan Sarah mengantar Ichi untuk tidur, sama seperti biasanya Yama selalu melantunkan lagu nina bobok untuk Ichiro. Sarah melihat nafas Ichi yang mulai teratur, tanda jika dia telah terlelap. Pasangan itu kini menuju kamar mereka, setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Yama melompat sedetik kemudian saat pantatnya baru saja menyentuh kasur. Mukanya memerah dan tangannya mengepal, "Bajingan kecil!! sampai kapan kamu akan menggangguku!" teriak Yama.
Sarah terkekeh melihat apa yang telah dilakukan Ichiro kepada Ayahnya itu. Yama hendak keluar dari kamar untuk melayangkan hukuman pada Ichiro, tetapi langkahnya terhenti saat Sarah memeluknya dari belakang.
"Kita menidurkannya dengan susah payah, kamu yakin mau bangunin dia lagi?"
Yama mencoba mengatur nafasnya dan meredakan amarahnya. "Kamu harus membayar kenakalan Ichiro." Yama melayangkan tatapan genitnya.
__ADS_1
Belum sempat menjawab, Yama menggendong Sarah menuju kamar tamu. Malam ini mereka melakukannya sekali lagi di ruangan yang berbeda hingga pagi menjelang.
Pagi ini Sarah bangun kesiangan, badanya terasa remuk kelelahan. Yama benar-benar menghajarnya semalam, meninggalkan banyak bekas kemerahan di sekujur tubuh Sarah. Sarah memutuskan untuk membersihkan diri dan memakai pakaian serba panjang.
'Jadi bangun kesiangan kan aku, dasar Yakuza gila!' umpat Sarah seraya berjalan menuju ruang makan.
Sarah menyantap sarapannya sendiri, seorang pelayan berkata jika Yama dan Ichi sudah berangkat dan Hana sedang ada beberapa urusan di luar. Hari ini Sarah memutuskan untuk tidak masuk kelas, dia ingin mengawasi Ichiro. Entah mengapa hatinya sedikit tidak tenang.
"Keiko, antar aku ke sekolah Ichi."
Ayumi mengetahui aksi penculikan itu, dia malahan menutupi kejadian itu. Setelah Ayumi memastikan mereka kabur, dia memasang wajah paniknya. Kepala sekolah pun turun tangan, tubuhnya gemetaran membayangkan amukan Yama yang masih dikenal sebagai ketua Yakuza.
Ayumi menghubungi Yama, dia bermaksud ingin terlihat baik di mata Yama. Keributan itu membuat Sarah turun dan mencari keberadaan anaknya.
"Dimana Ichiro?" tanya Sarah pada Ayumi selaku wali kelasnya. Ayumi memberikan sorot mata tidak sukanya, dia hanya bersendekap angkuh.
__ADS_1
"Aku tanya sama kamu! Dimana anakku?!" bentak Sarah.
Ayumi yang melihat kedatangan Yama segera berakting, "Maaf Nyonya, Saya lalai tidaj dapat menjaga Ichiro dengan baik." Ayumi memasang wajah tertindas.
Plak! sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ayumi.
"Aku akan membunuhmu kalau sampai anakku terluka!" ancam Sarah dengan suara menggeram, air matanya jatuh seiring dengan langkahnya.
Sarah berbalik bermaksud untuk mencari Ichiro, tetapi badannya membentur sosok pria bertubuh tegap. Yama memberikan sorot mata tajam, Sarah tau jika Yama sangat emosi kali ini.
" Siapa yang membuatmu menangis?" tanya Yama dengan tegas dan sorot mata tajam yang masih ditujukan ke arah Ayumi.
Ayumi yang merasa percaya diri itupun menjawab, "Aku sudah meminta maaf atas kelalaianku, tetapi Nyonya Ito masih memukulku keras. Ini sangat sakit."
Sarah mengepalkan tangannya kuat hingga bahunya bergetar karena amarah yang ditahannya.
__ADS_1