
"Siapa itu Keiko?" tanya Sarah.
"Mm ... dia ... dia adalah ... " Kata-kata Mia terpotong.
"Keiko-chan," panggil Mia.
Sarah memberikan senyum manisnya, berbeda dengan Keiko yang menegang mendengar namanya di panggil. Yama berpesan jika Mia tidak boleh mendekati Sarah, Keiko tahu konsekuensinya jika hal ini terjadi. Keiko menghampiri Mia dan menariknya sedikit menjauh.
"Oneechan, kita ngobrol lain waktu ya."
"Kenapa?"
"Aku sedang tugas menjaga hal paling berharga bagi Tuan Ito." Keiko memberi informasi yang akan disesalinya di kemudian hari.
Mia tersenyum jahat. Dia mempunyai rencana untuk menjatuhkan Yama. Mia berjalan melewati Keiko, dia menjabat tangan Sarah dan memperkenalkan dirinya.
"Oh, jadi kamu kakaknya Keiko?"
"Benar, sedang apa Nyonya besar datang ke kampus?" goda Mia
"Aku kemari untuk belajar pastinya, apa kamu juga belajar disini?" tanya Sarah.
"Aku hanya mengunjungi adik kecil kesayanganku, aku tinggal sendiri sehingga membuatku merasa kesepian."
"Benarkah? aku juga sendiri. Bagaimana kalau kita berteman?" Sarah mengulurkan tangannya.
Bagus! masuk perangkap! Batin Mia. Mereka berjabat tangan dan memutuskan untuk membuat janji temu selanjutnya. Keiko diam tak ikut bicara hingga kelas selsai dan kami dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
"Nyonya muda, Saya mohon kepada Anda untuk menjauhi Mia."
"Kenapa? bukannya bagus aku punya teman lain selain kamu."
"Tapi, Saya rasa Tuan tidak akan menyukai pertemanan Anda dengan Mia."
"Kalau gitu kita rahasiain ajah." Sarah berkata di balik telinga Keiko.
Hari itu berjalan normal seperti biasa, Sarah menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak membocorkan pertemanannya dengan Mia hari ini. Keesokan paginya, Sarah sangat bersemangat untuk memulai harinya. Teman barunya itu sedang duduk menuggu di sebuah cafe tak jauh dari universitas tempat Sarah menempuh ilmu. Sarah melambaikan tangannya tinggi dan di balas oleh Mia, kini mereka bertiga duduk dalam satu meja.
"Kopi?" Mia menawarkan menu kopi.
"Maaf aku sedang hamil, jadi nggak bisa minum kopi. Aku pesan susu strawberry saja." Sarah memesan kepada pelayan di sana.
"Keiko kamu pesan apa?" tanya Mia.
"Mia, kegiatanmu apa nih hari ini?" tanya Sarah.
"Aku ingin berjalan-jalan di daerah pegunungan dan mencari udara sejuk." Mia menutup matanya dan menghirup nafas dalam.
"Aku ikut!" ucap Sarah bersemangat.
"Maaf Nyonya, tetapi Tuan akan mencari Anda." Keiko mengingatkan.
"Dia nggak akan tau kalau kita pulang sebelum malam."
"Iya benar, kita langsung pulang nanti sore." Mia membenarkan kata-kata Sarah.
__ADS_1
Keiko terpaksa mengikuti kemauan Sarah dan mengantar mereka ke daerah pegunungan. Mia mengajak mereka menuju air terjun Nachi. Sesampainya di sana, mereka harus mendaki 135 anak tangga yang menuju ke kuil kecil, Hirō-jinja, yang memiliki view deck dari atas air terjun.
Sesampainya di atas, Sarah merasa kesakitan pada perutnya. Darah merembes keluar kakinya, membuat Keiko menjadi panik. Tidak ada signal di sana membuat Keiko berpikir keras, dia tidak mungkin meninggalkan Sarah sendirian.
Keiko memapah Sarah untuk duduk di dekat kuil dan meminta Mia untuk turun mencari pertolongan. Misi sukses! Batin Mia.
Mia menuruni anak tangga itu dan kembali ke kota, tidam untuk mencari bantuan melainkan melancarkan aksi berikutnya. Mia mengendarai mobilnya menuju tempat di mana Yama biasa menghabiskan istirahat siangnya. Sebuah rumah makan dekat dengan tempatnya bekerja.
Mia menyamar menjadi waiters dan menyuguhkan makanan juga minuman yang rupanya sudah di tambahkan sesuatu ke dalamnya. Yama memakannya tanpa curiga, begitu juga dengan Tadashi. Mia tertawa penuh kemenangan di dalam hatinya.
**Dapatkah Yama menyelamatkan Istri dan juga Anaknya? ataukah dia juga dalam bahaya?**
...****...
Hai readers, baca juga novel jarya teman aku yah.😍👍
Judul : Gadis Pemimpi
By: Bhebz
Terlahir miskin dengan penampilan yang jauh dari kata cantik membuatnya rendah diri. Dia membatasi pergaulan dengan orang-orang di sekitarnya walaupun dia mempunyai banyak mimpi.
Perasaan takut dicemooh dan dirundung membuatnya menjadi anak rumahan. Hanya ibu dan ayah yang menjadi teman sekaligus sahabatnya, tempat berbagi cerita dan mimpi.
Hingga suatu peristiwa menyedihkan membuatnya meninggalkan istana dan sarangnya. Cangkang yang paling nyaman yang dia rasakan. Apakah mimpi-mimpinya akan menjadi nyata di luar sana?
Akankah dia berhasil mengubah takdirnya?
__ADS_1