
Yama mengangguk mantap, menanggapi pertanyaanku.
"Aku merebahkan diri disampingmu dan berusaha untuk mengatur nafas. Melihatmu yang sudah terbangun membuatku senang, karena akhirnya samuraiku tidak akan mengeras lagi. Tetapi hasilnya di luar kendaliku, aku menyakitimu dan mengakibatkanmu dirawat disini." Yama mengusap wajahnya kasar.
Aku menepuk pundaknya keras hingga ia tersentak kaget. "Lain kali kalau kamu nggak bisa hati-hati, aku akan membuat samuraimu patah!" ancamku dengan suara rendah dan gerakan mematahkan sesuatu.
Yama menelan salivanya kasar, kurasa ia sedang membayangkan samurai kesayangannya itu patah. Aku tidak memaafkannya semudah itu, aku meminta bukti untuk kesetiaannya. Yama berjanji akan membuktikannya.
****
3 hari berada di rumah sakit tidak membuatku ketinggalan pelajaran, pasalnya Sinta tetap datang ke rumah sakit untuk mengupgrade kanji ku. Keiko menggantikanku absen dan mencatat pelajaran yang disampaikan oleh dosen di kampus. Hari ini aku memaksa untuk pulang dan menjalani hari-hari seperti biasa.
Aku pulang bersama Keiko, sebab Yama tidak dapat kuhubungi sedangkan Mama sudah kembali ke Indonesia. Keiko bermaksud membawaku pulang ke rumah, tetapi aku memintanya untu membawaku menuju tempat kerja Yama. Kami langsung menuju ruangan Yama, saat ini waktu menunjukkan pukul 1 siang.
Aku membuka pintu ruang kerjanya tetapi kosong, tidak ada orang. Aku bertanya kepada satpam dan asisten yang berada di depan ruangan Yama, mereka juga tidak mau mengatakan apa-apa. Aku menjadi panik seketika.
"Nona, tenanglah. Tidak akan terjadi hal buruk pada Tuan Ito, percayalah," ucap Keiko.
"Tapi, dia nggak ada disini, ditelpon juga nggak bisa."
"Mungkin Tuan sedang ada keperluan mendadak, mari Saya antar Nona pulang. Saya akan menemani Anda selama Tuan Ito belum pulang."
Kata-kata Keiko membuatku berpikir keras, apa yang sedang terjadi? Akhirnya, aku memutuskan untuk pulang saja. Mungkin nanti malam dia akan kembali.
__ADS_1
Malam telah tiba, kami duduk berdua di meja makan. Hanya aku dan Keiko. "Keiko, ngomong dong Yama ada dimana?"
"Maaf Nona, Saya tidak dapat menjawab."
"Kok kamu gitu sih ... oh ya aku tahu." Aku memasang posisi tegap, "Katakan di mana Yama berad? Ini perintah!"
"Maaf Nona, Anda dapat memukul Saya." Keiko membungkuk siap di pukul.
"Ngapain pukul kamu. Oh ya Keiko, tolong carikan aku guru bela diri dong. Aku ingin bisa melindungi diriku sendiri."
"Saya akan mengajari Nona."
"Nggak mau! Seni bela dirimu jelek! Sama Haruka aja ketangkep, nggak bisa lawan."
Aku berpikir sejenak, "Oke, mulai besok kamu ajari aku yah."
Keiko mengangguk setuju. Kini hari semakin larut, dinginnya malam tak dapat kuhindari. Sangat sepi tanpa kehadiran Yama.
POV AUTHOR
Hari ini Yama bertekad untuk mengundurkan diri, meskipun jabatannya sebagai ketua Yakuza tetapi masih ada para tetua. Yama menemui Iwao dan Juro di salah satu gedung pertemuan dengan seluruh anggota keluarga mereka yang tergabung dalam Yakuza. Yama memberikan Hamonjo di saksikan semua anggotanya.
"Jika kalian ingin bergabung dengan mereka, sekaranglah saatnya." Yama mempersilahkan para anggotanya untuk berpindah.
__ADS_1
Betapa setianya mereka, tidak ada yang mau berpindah. Mereka tetap memilih menjadi bawahan Yama. Yama sangat di gemari di kalangan Yakuza muda, sebab dia memberikan lapangan pekerjaan dan pendidikan. Yama tidak pernah menelantarkan anggotanya.
Iwao dan Juro menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Putih adalah putih dan Hitam adalah hitam," ucap Juro.
"Jika memilih putih harus menyingkirkan hitam." Iwao melanjutkan. Yama mengerti maksud dari kata-katanya, dia sudah siap dengan konsekuensinya.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Hai readers jangan lupa komen dan like ya, share juga boleh. Semoga terhibur dengan bab kali ini.😘
...***...
Baca juga yuk karya temanku, dijamin kalian bakalan baper😍
Judul : Istri Kecil Dosen Muda.
Napen : Susi similikity.
Seorang mahasiswi polos, cengeng dan juga manja di jodohkan oleh orang tuanya dengan Dosennya sendiri yang begitu dingin. Tapi siapa sangka di balik kepolosannya itu dia menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus? Apakah mereka akan saling mencintai?
__ADS_1