The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
40


__ADS_3

"Yama ...," panggilku mendayu. "Tolong ambilkan handuk dan bajuku dong," ucapku masih dari balik pintu kamar mandi.


"Keluar dan ambil sendiri," ucapnya. Dia sedang duduk di sofa tunggal yang menghadap langsung ke arah kamar mandi.


Aku melongok, " Yama! aku nggak bawa baju ... tolongin aku lah."


"Tidak!" tolak Yama.


Aku memakai handuk nya melingkar di dadaku, dengan tekad kuat akupun melangkah keluar dari kamar mandi. Aku benar-benar ingin memukulinya. Yama masih duduk di sofa dengan menatapku tajam.


"Ngapain lihat-lihat! Nggak mau bantu ya udah, aku ambil sendiri! Tutup mata!" perintahku.


Aku gemas sekali dengan tingkahnya itu. Aku membuka lemari pakaian yang ada di sana, semuanya sudah tertata rapih. Aku memilih pakaian santai, celana pendek dan over size tee.


Aku hendak menuju kamar mandi lagi, tiba-tiba tubuhku terasa melayang. Yama menggendongku dari arah belakang. "Yama! Hentikan! Aku mau pakai baju!" teriakku.


Dia menggendongku ke atas kasur membuatku sangat kaget. Beruntung ikatan handukku kuat sekali. Yama sudah berada di atasku, kali ini aku benar-benar ketakutan.


"Yama ... maaf, bisa nggak minggir? aku mau pakai baju nih," ucapku dengan gemetar.

__ADS_1


Dia tidak mendengarkanku, dirinya sudah ******* habis bibirku ini. Aku berusaha mencari akal untuk kabur. Aku memukul punggungnya keras tetapi tidak membuatnya berhenti.


Ceklek! suara pintu terbuka. Yama menoleh, ternyata itu adalah Kenjiro. Aku memberikan gerak bibir yang berarti tolong aku. Ken menangkap kode dariku.


"Wah, pagi-pagi udah ada gulat," ucapnya santai berjalan masuk ke dalam.


Yama menutup pahaku yang terpampang jelas, kemudian ia memintaku untuk memakai pakaian di dalam kamar mandi. Aku mengucapkan terimakasih pada Kenjiro dengan isyarat gerak bibir lagi. Yama mengerutkan keningnya, merasa ada yang tidak beres. Kemudian ia menoleh ke arahku, aku bergegas lari menuju kamar mandi.


Dasar gila! bener-bener deh si Yakuza itu! udah kelewatan ini namanya. Nanti malam aku mau tidur sama Mama aja. Tekadku dalam hati.


"Ada apa mencariku?" tanya Yama.


"Itu urusanku," ucap Yama dengan duduk di sofa tunggal favoritnya itu.


"Yah, tapi telingaku sakit dengar teriakannya," ucap Ken.


Aku terkekeh geli mendengar percakapan mereka berdua dari dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian aku melangkah keluar dari kamar mandi dengan pakaian tadi. Kemudian Yama masuk ke dalam kamar mandi dengan melewatiku, dan berbicara sesuatu.


"Aku akan menghabisimu nanti malam," bisik Yama ditelingaku.

__ADS_1


Aku bergidik ngeri. Kuputuskan untuk segera keluar dari kamar meninggalkan Yama dan Kenjiro. Aku mencari-cari keberadaan Mama, ternyata beliau ada di ruang keluarga.


"Ma," panggilku dengan mengambil posisi duduk disebelahnya. Mama hanya mengangkat sedikit kepalanya, menungguku bicara.


"Nanti malam Sakura boboknya sama Mama aja," ucapku.


"Kenapa?" tanya Mama.


"Ada orang gila di kamar, Sakura nggak mau sekamar sama dia," ucapku.


" Orang gila?! mana ada orang gila bisa masuk ke dalam rumah ini? kamu serius sayang?" tanya Mama serius.


"Ada kok ma, dia paksa aku tadi pagi," cerucutku.


"Paksa kamu apa?" tanya Mama lagi.


"Ah Mama ... Kenapa kalian suka banget godain Sakura sih," rengekku.


"Siapa yang menggoda? Bukankah kamu yang menggodaku lebih dulu?" ucap Yama yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


__ADS_2