
3 hari berlalu dan kami sudah berada di jepang, aku sudah dihajar habis-habisan oleh samurainya selama 3 hari itu. Setiap bangun pagi, aku merasa tubuhku remuk. Dia melakukannya tak kenal waktu, aku berharap dia segera bekerja dan menjadi sibuk.
Hari Yama mengantarku ke kampus, kemudian dia berangkat bekerja. Aku berjalan menyusuri lorong menuju kelasku, Keiko sudah pasti berada di belakangku. "Keiko, kemarilah berjalan disebelahku." Aku mengayunkan tanganku menggapainya.
"Tidak nona, saya akan berjalan di belakang anda."
"Ayo kemarilah, aku pingin ngobrol sama kamu."
"Maaf nona, silahkan anda fokus ke depan."
Aku mundur beberapa langkah dan mensejajarinya. "Nah, gini lebih baik. Bukankah kita ini teman," ucapku dengan menepuk bahunya.
"Ngomong-ngomong kamu ini umur berapa sih?"
"Usia Saya 28 tahun."
"Wah, sama dengan Yama. Apa kalian dulunya berteman? jangan-jangan mantan pacar? ah, nggak mungkin. Ayo, ceritalah Keiko."
__ADS_1
Keiko hanya melihatku jengah, baru kali ini aku melihatnya begitu. Kami tiba di kelas dan Keiko memintaku untuk berkonsentrasi. Aku mencoba berfokus pada pelajaran, tetapi rasa penasaranku lebih besar. Akupun berbisik padanya, "Nanti ceritain aku tentang kamu. Ini perintah!"
Pelajaran pun berakhir, aku meminta izin pada Yama untuk pulang dengan Keiko. Yama memberikan izin, tetapi seperti biasa dia memintaku menemaninya seharian di kantor.
"Ok, ayo ceritalah," pintaku pada Keiko saat kita baru saja masuk ke dalam mobil.
"Baiklah, Saya harap melalui cerita ini Anda dapat mengerti kesulitan tuan Yama." Keiko mulai bicara. Aku mengangguk mantap.
"Kisahku sangat kelam, saat itu masa kejayaan Tuan Ito. Beliau merintis kelompok Yakuza ini bersama 5 orang lainnya. Tuan besar Ito, Ayahku, tuan Akira, tuan Iwao, dan tuan Juro. Di antara ketiganya yang terkuat dan terhebat adalah tuan Ito, kemudian tuan Akira lalu Ayahku. Di mata para Yakuza, seorang istri dan anak perempuan adalah sampah yang tidak berguna." Keiko menjeda. Aku melihatnya menggenggam erat kemudi.
"Dia menjual ibuku kepada Yakuza dari kelompok lain, lalu mereka menjadikanku budak. Kala itu, tuan Muda Yamamoto Ito berkunjung ke rumahku untuk meminta laporan bisnis prostitusi yang di jalankannya. Ayah memanggilku dan memintaku melepas pakaianku di depannya, waktu itu aku berusia 15 tahun. Ayahku menelepon tuan besar Ito, dia berkata jika akan membayar hutang itu dengan tubuhku," lanjutnya dengan suara bergetar.
Aku menutup mulutku tak percaya, air mata sudah berada di ujung dan siap untuk terjun. Keiko sangat panik melihatku dari kaca spionnya. Dia berhenti di tengah jalan yang padat itu, kemudian menuju sisi pintuku dan berlutut hingga menyentuh tanah.
"Tolong maafkan saya Nona," ucapnya.
Aku sangat panik saat itu, banyak orang melihat kami. Klakson mobil bersahutan, beberapa polisi lalu lintas datang dan menghampiri kami. Keiko hanya melirik dengan tajam ke arah mereka, seketika mereka menjadi bungkam dan bergerak mundur.
__ADS_1
Mereka justru mengatur lalu lintas agar berjalan lancar melewati kami. Semua orang berlalu tanpa melihat kami lagi, aku tak mengerti seberapa mengerikannya orang di depanku ini. Aku merasa kasihan melihatnya berlutut di aspal yang panas akibat terik matahari.
"Masuklah," ucapku padanya dari balik jendela. Keiko berdiri, membungkuk lama berterima kasih padaku berkali-kali.
Keiko mulai melajukan mobil perlahan, aku memintanya melanjutkan ceritanya tadi. Keiko menolak, lalu aku menggunakan jurus itu. "Ini perintah! ceritakan!" bentakku.
Penasaran nggak gimana cerita selanjutnya? yuk budayakan like dan komen.๐๐
Ada cerita bagus juga loh dari teman aku, ceritanya menarik. Jangan lupa mampir yah๐๐
Judul : Suamiku CEO Cilok
Napen : Tie tik
Mempunyai cita-cita menjadi istri seorang CEO adalah mimpi sebagian besar seorang wanita, apalagi jika wanita tersebut seorang penulis novel online, pasti khayalannya melampaui batas wajar.
Shasa, itulah nama seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun yang memiliki cita-cita anehโia ingin nasibnya seperti salah satu tokoh film Hollywood yang memiliki suami seorang pemilik perusahaan besar, bahkan Shasa rela menolak lamaran dari anak pak lurah hanya karena cita-cita yang aneh. Akankah harapan Shasa terpenuhi? Mungkinkah Shasa menjadi istri seorang CEO muda seperti cita-citanya selama ini?
__ADS_1