The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
33


__ADS_3

Sarah menengadahkan kepalanya bertanya kepada Yama, "Jadi, kamu beneran datang dan menolong kami?"


"Ya, aku datang sesuai permintaanmu. Aku memang Yakuza gila yang dapat melahapmu sekarang juga." ucap Yama kemudian dengan ******* lembut bibir Sarah.


"Terimakasih s sayang." ucap Sarah gagu ketika mengucapkan kata-kata sayang.


Yama semakin mengetatkan pelukannya, dia merasa cintanya telah terbalas.


"Aku berjanji akan selalu ada dan melindungimu selamanya." ucapnya lagi.


Mereka menikmati momen indah ini selama beberapa saat, kemudian Sarah ingin menjenguk nenek.


"Aku ingin ketemu nenek, bisa nggak kita lihat nenek sekarang?" tanya Sarah.


Yama menganggukkan kepalanya, mereka berdua segera menuju tempat parkir untuk mengambil mobil dan menjenguk nenek di rumah sakit. Yama yang masih belum sehat betul, terlihat sangat kelelahan. Sarah mengetahui hal itu, dirinya bertekad untuk memeriksakan keadaan Yama juga.


Setibanya di rumah sakit, Yama merasa sangat lelah sekali. Sakitnya belum sembuh, masih di tambah luka setelah berperang tadi. Tapi, dia masih bertahan hingga tiba di kamar rawat nenek. Nenek masih belum sadar, ia terlalu banyak kehilangan darah.


"Maafkan kelalaian saya tuan muda," ucap Akira.

__ADS_1


Yama menendang keras perut Akira, dengan tangan masih di dalam saku celananya. Tendangan itu membuat Akira terpental dan kesakitan, tapi tak butuh waktu lama untuk ia berdiri kembali. Akira tahu konsekuensi apa yang akan didapatnya.


"Aku tidak akan memo**ng tanganmu untuk membayar kelalaianmu, aku minta carikan aku seorang pengawal lelaki yang setia dan pintar," ucap Yama.


"Baik tuan," jawabnya.


"Yama, kamu juga harus periksa ke dokter. Kamu bilang sendiri ya, bahasa Jepangku masih belibet," ucap Sarah dengan cengiran khas.


"Aku tidak apa-apa," ucapnya.


"Kalau nggak mau periksa, aku pulang nih," ancam sarah.


"Halo Yama_kun, sudah cukup lama kita tidak bertemu. Oh, siapa gadis cantik ini?" tanyanya.


"Jangan banyak bertanya, cepat periksa aku," perintah Yama.


"Oke, oke, tapi nanti aku ingin berkenalan dengannya," ucap dokter itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sarah.


"Kalian berdua periksalah di tempat lain, jangan disini jika tidak bisa tenang," ucap Sarah dengan kemampuan seadanya.

__ADS_1


Dokter itu sedikit menahan tawanya mendengar aksen Sarah.


"Apa kamu tidak mengajarinya dengan baik?" tanya dokter itu.


"Aku akan menghabisimu jika masih banyak bicara," ancam Yama.


"Baiklah," ucapnya.


Dokter itu melakukan pemeriksaan pada Yama, kemudian ia mengobati luka-luka yang ada pada badannya.


POV SARAH.


Aku mendengar dokter itu sedang memesan makanan, mungkin aku salah mengartikan atau dia sedang lapar. Pemeriksaan telah selesai, Yama sedang bersandar pada sofa sedangkan dokter itu memanggilku untuk bergabung duduk di sana. Aku berjalan dan kemudian duduk di sebelah Yama.


"Hai, namaku Kazuo. Aku sahabat Yama_kun." ucapnya.


"Halo, namaku Sarah. Aku calon istri Yama, kamu tolong bantu transletin dong," pintaku pada Yama.


Yama tampak sedikit terkejut dengan kata-kataku tadi. Kemudian Yama mentranslate kata-kataku itu. Kami tak banyak mengobrol sebab aku masih belum fasih berbahasa Jepang.

__ADS_1


Nenek terlihat sedikit bergerak, aku bergegas menghampirinya. Kulihat nenek membuka matanya perlahan, dengan segera kutekan tombol yang berada di atas ranjang. Aku memegang tangannya lembut.


__ADS_2