
Sarah memekik pelan saat Yama dengan tiba-tiba menggendongnya, dia membawa pujaan hatinya itu menuju kamar. Yama tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia ******* bibir istrinya lembut. Tangannya sudah bergerilya memberikan gelenyar kenikmatan pada sang istri, Sarah sangat menikmati sentuhan suaminya itu.
Tubuh mereka menyatu, menyalurkan rasa cinta. Suara ******* memenuhi ruangan itu, diiringi dengan lantunan musik dari hewan malam. Sarah tergeletak lemas, meladeni Yama sangat menguras tenaganya. Rasa kantuk meliputi dirinya, Sarah terlelap dalam dekapan Yama.
Tak lama setelah itu, suara kenop pintu di buka paksa membangunkan Yama. "Ma, mama ... ma, Ichi mau masuk."
Yama menggeser tubuhnya perlahan, menggantinya dengan bantal sebagai bantalan untuk Sarah tidur. Kemudian ia memakai kimononya, membuka pintu untuk anaknya. Yama menggendong Ichiro, menepuk-nepuk punggunggnya perlahan sambil bersenandung.
Ichiro meletakkan kepalanya di dada sang Ayah, detak jantung Yama seirama dengan senandung yang di lagukannya itu. Beberapa saat kemudian, Yama membawa kembali Ichiro ke kamarnya. Dia mengecupnya sebentar lalu kembali menuju ranjangnya.
Yama bermaksud untuk tidur, tetapi tangan Sarah tidak sengaja menyentuh miliknya yang hanya di tutupi kimono itu. Yama menggeram menahan gairahnya. 'Bisa-bisanya dia menggodaku disaat dirinya kelelahan. Aku tidak akan melepaskanmu Sakura.'
Gerakan Yama itu membangunkan Sarah, "Yama! Apa yang kamu lakukan? bukannya kita baru aja melakukannya?"
"Kamu membangunkan milikku lagi. Samuraiku sudah siap." Mata Yama diliputi gairah.
__ADS_1
Sarah sekali lagi melayaninya, tubuhnya benar-benar lelah. Dia hanya mengikuti permainan suaminya itu. Yama melepaskan cairan itu untuk yang kedua kalinya dalam semalam.
Mereka berdua terengah dan saling berpelukan. "Aku udah ngantuk banget, jangan minta lagi!" Sarah memukul dada Yama pelan.
"Aku tidak dapat memastikannya, kamu sangat menarik." Yama mengecup kening Sarah.
"Aku mencintaimu," ucap Yama.
Rupanya Sarah sudah berangkat menuju dunia mimpi. Yama menarik selimut untuk menutup tubuh polos istrinya itu. Ia tersenyum bahagia melihat wajah polos Sarah saat tertidur, Yama pun ikut terlelap beberapa saat setelahnya.
"Jangan sampai bola matamu keluar melihatnya, kamu boleh menyentuhnya." Yama mengedip genit.
"Yama!"
"Bukankah semua yang ada padaku adalah milikmu?" Yama menyimpan kedua tangannya di belakang kepala.
__ADS_1
"Yama!" Sarah memukulnya dengan bantal.
Yama menangkap bantal itu, kemudian menarik Sarah dan mengkungkungnya. Senyum menyeringai menghiasi wajah tampannya. Sarah memalingkan wajahnya yang memerah. Pasangan itu melakukannya sekali lagi sebelum memulai hari.
Sarah mencoba mengatur nafasnya saat Yama telah melepaskan miliknya. Ichiro sudah merengek di depan pintu, membuat Sarah mengabaikan Yama yang saat itu masih meminta untuk di manjakan. 'Dasar bajingan kecil! dia sangat mengganggu!'
Sarah merengkuh Ichiro yang sudah cemberut ke dalam pelukannya. Dia membawa Ichiro untuk sikat gigi dan mengganti bajunya. Hana mengajak Ichiro bermain di taman samping rumah, sedangkan Sarah membersihkan dirinya.
**3,5 tahun kemudian**
"Hati-hati di jalan Sayang." Sarah melambaikan tangannya ke arah Yama dan Ichiro.
Ichiro sudah bersekolah di salah satu sekolah kanak-kanak ternama. Yama akan mengantar jemput anaknya setiap hari. Kehidupannya mulai normal, tapi tak merubah panggilannya terhadap Ichiro.
"Bocah, jangan berbuat keributan disekolah!." Yama memperingatkan Ichiro.
__ADS_1
"Aku punya nama, namaku Ichiro!" Ichi menatap tajam ke arah Ayahnya itu