
Ichiro terlalu lemah untuk bicara, tetapi matanya masih sedikit terbuka. Mayumi maju dan berbicara dengan lantang walaupun tubunya gemetar dengan air mata yang masih mengalir.
"Papanya pasti akan datang! Papa Ichi-kun akan memukulmu!"
"Siap dia?"
"Anak emas Tuan, gadis kecil itu anak Tuan Tanaka dari Selatan. Dia menyembunyikan keturunannya disini."
"Lalu dia?" Pria itu menggedikkan kepalanya kearah Ichiro.
"Anak lelaki itu selalu bermain dengan gadis ini, entah siapa dia."
"Huh! ternyata hanya bocah sampah!"
__ADS_1
"Aku bukan sampah ... " ucap Ichiro lirih.
"Aku mendengarmu bocah. Aku sedikit terkesan dengan keberanianmu, jadi katakan siapa kamu?"
"Ich-Ichiro Ito ... " Sangat lirih namun suara itu masih dapat ditangkap oleh gendang telinganya.
Mata lelaki itu terbelalak kaget, dia menculik 2 buah nyawa yang sangat berharga. Tentu saja dengan resiko yang besar, jantungnya berdegup kencang mendengar nama Ito. Dirinya menjadi panik, kini dia mengetahui alasan anak buah Ito yang mengepungnya.
"Buang mereka bocah ini ke sisi kiri kapal dan gadis kecil ini ke sisi kanan kapal. Pastikan pengalihan itu membuat mereka mengejar kalian!"
Semua anak buahnya segera melakukan rencana Ryota. Keiko yang sudah berada di ambang pintu itu tidak jadi masuk, dia memilih momen yang tepat untuk menyelamatkan Tuan mudanya.
Ichiro dan Mayumi di letakkan di dua perahu yang berbeda, kemudian mereka berdua berpencar. Yama dan Sarah yang baru saja datang segera mengikuti salah satu dari perahu itu, mereka berdua memilih mengikuti perahu yang bergerak ke sisi kanan kapal. Keiko sudah lebih dulu menyelinap di bawah terpal di dalam boat yang di tumpangi Ichiro. Hana memilih ke arah sisi kiri kapal, kejar-kejaran berlangsung beberapa menit hingga kapal Ryota tidak terlihat.
__ADS_1
Byur! Suara deburan itu membuat Keiko keluar dari persembunyiannya, Hana pun datang tepat waktu. Hana memberi perintah supaya Keiko segera terjun dan menyelamatkan anak itu. Penjaga itu melompat ke atas perahu yang ditumpangi Hana, membuat gerakan perahu menjadi tidak beraturan.
Hana melepaskan kemudi pada boat itu, walaupun sudah berumur tapi kelincahannya tidak main-main. Hana mengambil wakizachi dari balik punggungnya, menyembunyikan di belakang lengannya. Dia maju dan menggoyang perahu itu, membuat sang penjahat limbung.
Gerakan tak terduga dari Hana memotong tubuh penjahat itu secara vertikal. Dia segera menendang penjahat itu keluar boat. Seketika laut menjadi merah, tetapi Hana masih menunggu munculnya Keiko.
"Keikooo!!" teriak Hana mencari keberadaan Keiko dan seorang anak.
Beberapa saat kemudian Keiko muncul membawa seorang anak laki-laki yang terlihat lemas. Hana sangat panik mengetahui keadaan cucunya itu. Mereka memacu boat dan segera berpindah ke dalam mobil untuk melarikan Ichi ke rumah sakit.
Sementara itu Yama dan Sarah telah mengalahkan lawan dengan mudah sebelum gadis itu dilemparkan ke laut. Dia membawa Mayumi pulang dengan selamat, tetapi kapal Ryota telah berlayar menjauh. Pikiran Yama dan Sarah sangat kalut, dia tidak memperdulikan Ryota yang kabur.
Didalam benak pasangan itu hanyalah Ichiro, anak semata wayangnya. Mayumi menceritakan kejadian yang di alami Ichiro saat berada di dalam ruang tawanan, dia juga bercerita jika banyak anak-anak seusianya disana. Yama menggertakkan rahangnya, hingga suara gigi yang saling beradu itu terdengar keras.
__ADS_1