The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
81


__ADS_3

Kini Ichiro sudah berusia 2 tahun, sorot matanya tajam seperti Yama, tetapi akan berubah lembut jika menatap Sarah. Ichiro adalah anak yang sangat aktif, dia sangat suka berlari kesana kemari. Ichiro juga sangat suka mengkonfrontasi Ayahnya, ia juga sangat suka bergelayut manja pada Ibunya.


"Yamaaa ... tolong mandi in Ichiro sekalian yah kalo kamu mandi." Sarah berteriak dari arah dapur.


Yama mengusap wajahnya lambat, hampir setiap hari Sarah memintanya untuk mandi bersama Ichiro. Ichiro menatap tajam ke arah Ayahnya itu, begitupun dengan Yama yang memberikan tatapan mata tak kalah tajam dari Ichi. Mereka membuang muka ke arah berlawanan, kemudian Yama berjalan menuju Sarah diikuti Ichi yang berlarian sambil berteriak memanggil Ibunya.


"Mama ... mama ... Ichi nggak mau mandi sama dia!" Ichiro menunjuk wajah Ayahnya.


"Akupun tidak sudi untuk mandi denganmu." Yama melayangkan protesnya.


Sarah berkacak pingang, dia mengayunkan sendok sayur itu ke arah mereka berdua.


"Kalian berdua harus mandi bersama, jika tidak ... aku tidak mau tidur bersama kalian." Sarah melayangkan ancaman.


Seketika kedua lelaki itu terdiam, mereka menelan salivanya kasar. Ichi memang mempunyai kamar sendiri di sebelah kamar Yama dan Sarah, tetapi dia sering menyelinap tiba-tiba untuk tidur di tengah-tengah mereka. "Yama_san ... Ichiro ... air mandi sudah siap." Hana memanggil mereka dari arah kamar mandi.

__ADS_1


"Ichi datang Obaa_chan ... " Ichiro berlari menyusuri lorong sambil membentangkan kedua tangannya.


Yama masih memangdang istrinya dengan tatapan memelas, tetapi sang istri malah melipat kedua tangannya di dada. Tatapan matanya melotot, membuat Yama berbalik arah dan berjalan dengan gontai. Sekali lagi Hana memanggil Yama, Yama semakin menundukkan kepalanya malas.


"Wah ... airnya sangat pas." Wajah Ichiro berseri, pipinya bersemu merah terkena uap hangat dari air mandinya.


"Kamu benar! Okaa_san memang paling hebat mengukur suhu air." Mata Yama melebar saat dirinya duduk didalam bath-tube itu.


Kedua laki-laki itu memiliki sikap yang sama, sepertinya Ichi meniru sang Ayah. Yama memerosotkan badannya kedalam air, hanya tersisa kepalanya di atas permukaan air. Ichiro menirukan sang Ayah, dirinya ikut tidur terlentang di atas badan sang Ayah. Kepalanya berada di dada bidang nan putih halus milik sang Ayah.


Pertamakali mereka mandi berdua, Ichi tidak menangis melihat tubuh Yama yang bertatto. Ichiro justru menempelkan telapak tangannya ke arah tubuh Yama, matanya berbinar kemudian ia memeluk Yama erat dengan mengelus tatto itu.


"Cih Bocah! kamu tidak akan pernah berani melakukannya, aku melakukannya dengan cara tradisional. Menggunakan sebilah bambu dan tinta." Mata Yama menerawang, mengingat kala dulu pertama kali dirinya mendapatkan tatto itu.


Tatto Yama dikerjakan selama berbulan-bulan, bahkan sang kakek tetap memintanya untuk berlatih dan berkegiatan seperti biasa. Yamamoto Ito tidak suka melihat ekspresi lemah, apalagi dari penerusnya. Yama menghembuskan nafas berat, dirinya merasa lega saat ini dapat hidup normal bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


Tuuuttt !!! Suara itu membuyarkan lamunannya.


"Bajingan kecil! Dasar kurang ajar! berani-beraninya kamu kentut di atas tubuhku!" Yama menurunkan Ichiro ke atas lantai.


Ichiro pun meraih shower dan mengarahkannya ke tubuh Yama, dia menyemprotkan air dingin. Membuat Yama menjadi murka.


"Sakuraaa!! jauhkan Bajingan kecil ini dari hadapanku! Sakuraaa!" teriak Yama.


Sedangkan tawa Ichiro menggema di dalam kamar mandi itu. Sarah dan Hana menggelengkan kepalanya pelan.


"Baru juga akur beberapa menit, udah tengkar lagi. Gimana besok kalo udah gede." Sarah menepuk dahinya pelan.


"Mama juga baru kali ini menemui Ayah yang bersaing sama anak sendiri." Hana pun ikutan menggeleng pelan.


Pertengkaran itu berakhir dengan suara tangisan Ichiro. Sarah duduk dengan posisi Seiza, dia siap menerima keluhan dari Ichiro.

__ADS_1


Saat keluar dari kamar mandi, wajah Ayah dan anak itu berbanding terbalik. Yama tampak berseri dengan senyum lebar menghiasi wajahnya, sedangkan Ichiro berwajah masam dengan awan mendung di atas kepalanya. Yama menghembuskan nafas besar sambil melangkah keluar dari kamar mandi.


Ichiro yang masih marah itu berjongkok dan melakukan sesuatu yang membuatnya menyesal kemudian.😅


__ADS_2