
"Jadi Bu guru suka menghukum Ichi-chan?" Hana tidak percaya dengan pengakuan cucunya itu. Dia memendam amarah atas perlakuan guru itu terhadap cucunya.
"Iya, tapi Ichi nggak mau semua sedih. Ichi hadapi sendiri." Ichiro berusaha sekuat tenaga tidak menitikkan air matanya.
"Jagoan harus kuat, oke. Nanti Obaa-chan akan bantu Ichi."
Mata Ichi berbinar, Hana menjadi tempatnya mengadu. Ichiro sangat peduli terhadap perasaan Hana, sehingga anak itu memiliki pikirannya sendiri untuk menutupi kelakuan Ayumi.
Mobil Yama telah terparkir di salah satu cafe, dia mencari keberadaan wanita cantik yang akan ditemuinya. Senyumnya mengembang saat orang tersebut melambaikan tangannya. Ayumi tampak cantik dengan gaun berwarna kuning cerah.
Mereka terlibat dalam obrolan ringan, Ayumi memainkan perannya sebagai 'guru yang baik' dengan sangat lihai. Dia menceritakan kepintaran Ichiro dan kebaikan-kebaikannya. Yama berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada Ayumi. Sesekali Ayumi membelai punggung tangan Yama dengan sengaja, anehnya Yama justru tersenyum.
Di lain tempat, Hana sedang menghubungi Sarah. Dia menceritakan semuanya, Hana tidak ingin Ichiro menjadi korban lagi. Sarah yang tidak percaya berniat membicarakan hal ini dengan Yama nanti malam.
Malam pun tiba, kedua insan itu kini sedang merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur. Sarah mengambil posisi duduk bersandar, sedangkan Yama masih asyik dengan ponselnya.
"Yama ...," panggil Sarah.
"Ada apa Sayang?" tanya Yama lembut.
"Aku ingin tahu, apakah Ichi bersikap baik disekolah?"
__ADS_1
"Baik, dia anak yang baik dan penurut. Ada apa?"
"Aku mendapat laporan jika ternyata Guru Ichi sering menghukum anak kita."
"Tidak mungkin, Ayumi orang yang sangat lembut. Dia tidak mungkin menyakiti bocah itu."
"Oh, jadi namanya Ayumi?"
"Ya, dia seorang wanita yang baik."
"Kamu kenal sama Ayumi?"
"Kenal, dia adalah guru TK si Bocah."
"Kami hanya beberapa kali berbicara masalah si bocah."
"Dia anakmu dan namanya adalah Ichiro Ito, kamu sendiri yang kasih nama, tapi malah nggak mau panggil namanya."
"Aku hanya sudah terbiasa memanggilnya bocah."
"Tapi ...,"
__ADS_1
Yama sudah mencumbui istrinya itu, dia memulai permainan kesukaannya. Sarah sudah terlihat kegerahan akibat cumbuan panas dari Yama. Kegiatan panas itupun berlangsung lama, hingga keduanya telah mencapai kepuasan bersama.
Hari ini semua beraktivitas dengan normal, Ichiro berangkat bersama Yama sedangkan Sarah bersama Keiko. "Keiko, apa saranmu jika ada seseorang yang menyakiti anakku." Sarah memejamkan matanya di dalam mobil.
"Saya akan memusnahkan mereka."
"Bagaimana jika ternyata suamiku membelanya?"
Keiko tak berani menjawab, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Mobil telah memasuki area parkir kampus, Sarah berjalan beriringan dengan Keiko.
"Saya rasa tuan Ito tidak akan pernah melanggar janjinya." Keiko mencoba membela tuannya itu.
"Aku nggak tahu harus bersikap gimana, dia terlihat sangat mencintaiku. Tapi, kok bisa dia membela orang lain."
"Tuan Ito pasti memiliki alasan."
"Dia nggak pernah ngobrol masalah kerjaannya, bahkan aku jarang mendenganya mengeluh."
"Apakah nona ingin menyelidikinya?"
Mata Sarah langsung berbinar mendengar ide dari Keiko, mereka berbalik berputar arah menuju sekolahan Ichiro.
__ADS_1
Hana tengah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Dia meminta orang tersebut untuk menyamar dan mengintai gerak gerik Ayumi di sekolahan. Di luar dugaan, Hana ternyata memiliki ninjanya sendiri. Jiwa Yakuza dari sang ayah masih berkobar didalam dirinya. Yama pun memiliki misinya sendiri untuk Ayumi, dia mengerahkan beberapa orang untuk terus berada di dekat ayumi.