
Dokter memberikan berita buruk perihal keadaan Sarah, Sarah didiagnosis mengalami kekurangan gizi. Sang bayi mengambil semua kebutuhannya pada tubuh Sarah, sebab makanan Sarah tidak mencukupi kebutuhannya. Sarah juga mengaku jika dia tidak meminum vitamin dengan teratur.
Yama mengepalkan tangannya erat, dia melayangkan tinjunya pada dinding kamar hingga menimbulkan retakan di sana.
"Bagaimana bisa kamu tidak meminum vitaminmu dengan teratur?!" Yama bertanya dengan nada tinggi.
Sarah ikut melotot melihat Yama, "Kenapa kamu nggak ingetin aku?! kenapa kamu nggak pernah siapin vitamin itu buatku?! kenapa kamu nggak pernah buatin susu itu untukku?! kenapa kamu lebih mementingkan urusanmu dari pada kami?!" Nafas Sarah menderu, emosinya meluap-luap.
Sang Dokter mundur kebelakang melihat mereka bertengkar, tetapi sedetik kemudian mereka berdua tertawa geli membuat sang Dokter semakin merinding ketakutan.
"Maafkan aku Sayang, aku berjanji akan terus berada disampingmu." Yama mendekap Sarah.
"Maafkan aku juga, aku tahu kamu sangat sibuk. Tapi, aku juga butuh perhatianmu." Sarah mendongakkan kepalanya dan disambut ciuman mesra oleh Yama. Hana yang tumbuh di keluarga Yakuza tidak kaget dengan kejadian seperti ini. Hana berharap Sarah dapat menerima Yama apa adanya.
__ADS_1
Dokter memberitahukan Bahaya Kekurangan Nutrisi Bagi Ibu Hamil kepada mereka berdua setelah acara ciuman itu selesai.
"Berikut ini dampak kekurangan nutrisi pada ibu hamil:
Kekurangan seng dan magnesium dapat menyebabkan preeklampsia dan kelahiran prematur.
Kekurangan zat besi dan vitamin B12 dapat menyebabkan ibu hamil mengalami anemia.
Asupan vitamin B12 yang tidak memadai juga dapat menyebabkan masalah neurologis."
"Sejauh ini saya melihat sang Ibu lah yang kewalahan setelah tubuhnya memberikan kebutuhan gizi yang dibutuhkan si kecil." Dokter menjeda.
"Di tunjang dengan kehilangan banyak darah beberapa waktu lalu, membuat tubuh Nyonya Ito semakin lemah." Dokter menjelaskan dengan hati-hati.
__ADS_1
"Saya akan meresepkan beberapa vitamin dan Saya harap Nyonya Ito makan makanan bergizi tinggi dengan teratur. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah waktu istirahat," jelas sang Dokter.
Yama dan Hana mengangguk - angguk mendengarkan dengan seksama, mereka tampaknya telah memiliki rencana masing-masing untuk Sarah. Dokter telah keluar dari ruangan itu, tersisa Sarah, Yama, Hana, Keiko dan Tadashi.
Sarah yang merasa sedikit pusing meminta izin untuk beristirahat. Hana meminta Keiko untuk mengantarkan dirinya pulang, Hana bermaksud membuat masakan yang bergizi untuk Sarah. Yama memberi instruksi kepada Tadashi untuk membantu di perusahaan.
Kini tinggal mereka berdua saja di dalam ruangan itu, Yama naik keatas ranjang dan membawa istrinya itu ke dalam dekapannya. Sarah merasakan kasih sayang Yama yang melimpah. Yama mencium puncak kepala Sarah penuh kasih sayang.
Mereka terlelap dengan berpelukan. Ranjang yang sempit tak akan memisahkan sejoli itu. Beberapa perawat yang datang untuk mengecek infus Sarah pun menjadi iri dengan kemesraan yang di pamerkan Sarah secara tidak sengaja itu.
Beberapa hari berlalu, Sarah sudah cukup kuat untuk pulang. Berkat makanan rumahan yang dibuat penuh cinta oleh Hana. Sarah menghabiskan semua makanan yang di bawa Hana, membuatnya berangsur membaik.
Kini Yama dan Sarah telah berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Tadashi. Yama bermaksud mengantarkan Sarah pulang, tetapi Sarah mengatakan jika ia ingin berada di dekat Yama sepanjang hari.
__ADS_1
Bak perangko, Sarah benar-benar menempel kepada Yama sepanjang hari itu. Saat berada di toiletpun mereka bersama. Untungnya Yama memiliki toilet pribadi, toilet khusus untuknya dan Sarah.