
"Kamu kemana aja selama 2 hari ini?" tanyaku dengan membuang muka keluar jendela.
"Aku sedang membuktikan cintaku padamu, aku mendatangi dua kakek mesum itu untuk kemudian melenyapkan mereka."
"Jadi kamu 'ngek' mereka?" aku memberikan gerak isyarat.
"Ya, karena aku memberika surat pengunduran diri dari ketua Yakuza."
Aku melongo, "Ternyata Yakuza juga ada surat pengunduran diri? maaf, bagiku ini baru."
"Tidak perlu meminta maaf, menjadi seorang Yakuza berarti masuk ke dalam keluarga Yakuza. Maka, untuk keluar dari kelompok Yakuza juga harus sopan dan memakai surat izin."
Aku menganggukkan kepala mengerti.
"Bagaimana dengan penjalin ini? Darimana kamu mendapatkannya?" tanya Yama. Saat ini kami sedang berada di dalam kamar. Melepas lelah setelah aku mengerahkan tenagaku untuk memukulinya tadi.
"Kalau ini aku memakainya untuk berlatih pedang dengan Keiko."
"Ini adalah penjalin milik nenek Megumi. Dahulu nenek dan kakek akan memukulku menggunakan penjalin ini jika aku melakukan kesalahan."
"Benarkah? Maafkan aku, aku akan mengembalikannya nanti," ucapku tertunduk sedih.
"Tak apa, semua yang ada dirumah ini adalah milikmu. Tapi, mengapa kamu tiba-tiba ingin belajar bela diri?"
"Untuk gepukin cewek-cewek gatel yang deketin kamu!" Aku memalingkan wajahku yang penuh emosi.
"Aku sangat suka melihatmu cemburu."
"Nggak usah ngerayu, aku lagi capek."
__ADS_1
"Kamu hanya perlu berbaring dan santai saja, biar aku yang bergerak."
**Yah, pasti readers tau donk yang terjadi. Begitulah sore hariku, diisi dengan cinta. Para jomblo silahkan kelon dengan guling masing-masing.**
Kali ini Yama melakukannya dengan lembut, membuatku sangat menikmatinya. Tak terasa matahari sudah berganti bulan, aku membuka mataku saat gemuruh suara perutku membangunkanku. Betapa kagetnya aku melihat jam didinding menunjukkan angka 12 malam.
Aku membasuh diriku dengan air hangat dan bermaksud untuk mencari sedikit makanan di dapur. Aku mengendap-endap seperti seekor kucing yang mencari sisa-sisa makanan. Ada buah anggur dan susu soya di dalam kulkas.
Aku duduk di ruang makan sendirian dalam keadaan gelap, menikmati camilan tengah malamku itu. Terasa tenang dan sunyi, aku memakannya hingga tandas. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar dan bergelung di dalam selimut. Yama yang merasakan adanya pergerakan dariku membuatnya membuka sedikit matanya.
"Darimana Sayang?"
"Makan, aku lapar."
"Kenapa tidak membangunkanku?"
"Kamu boboknya sangat nyenyak, jadi aku nggak mau ganggu. Tidur aja lagi yuk."
Bukan untuk bersantai aku belajar dari kantor, aku mendapat pelajaran dari dua tempat sekaligus. Cara ini membuatku belajar sekaligus terjun langsung ke lapangan dan praktek. Jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, tetapi perutku sudah keroncongan.
"Yama ... " panggilku manja.
"Hmm?" jawabnya singkat dengan mata yang masih fokus pada berkas-berkasnya.
"Yama ..." Aku sedikit meninggikan nada suaraku tetapi tetap manja.
"Apa?" Yama mengangkat kepalanya sedikit dan menatapku.
"Aku lapar, ada camilan nggak?"
__ADS_1
"Lapar? bukankah kita baru saja sarapan?"
"Iya, tapi aku sangat lapar sekali." Aku mengusap perutku.
"Baiklah."
Yama meminta Tadashi untuk membeli beberapa makanan serta minuman. Beberapa saat berlalu, Tadashi datang membawa makanan. "Yama ... kamu yang makan aja yah, aku udah kenyang," ucapku.
Yama mengerutkan keningnya, bingung dengan tingkahku. Akupun tak mengerti mengapa tiba-tiba aku ingin makan, tetapi begitu melihat makanannya langsung menjadi kenyang.
**Adakah yang seperti Sarah?๐คญ**
รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท
Halo semua ... sambil nunggu episode berikutnya, yuk mampir di karya temanku ini. ๐๐
Judul : Protagonis Laki-laki Terlalu Mencintaiku
Napen : Mommynya Judy
Blurb : Judy yang meninggal karena terlalu sedih menonton film dimana melihat akhir cerita Milea dan dilan tak bersama membuat dirinya sesak nafas karena terlalu sedih hingga meninggal dunia dan terpaksa mengikat jiwa ke system 174 dan harus membuat protagonis laki-laki di setiap dunia mencintainya.
Dilan : aku tak bisa merangkai kata, tapi akan aku katakan dengan pasti bahwa aku mencintaimu .
Nathan : kau suka laki-laki yang baik?, maka akan aku wujudkan keinginanmu.
Boy : Sepertinya aku mulai menyukai motor bebek.
Roman : ketika diriku bertemu denganmu, disitulah aku tahu , jika cinta itu bisa membuatku menjadi gila.
__ADS_1