The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
78


__ADS_3

Perut Sarah semakin membesar, membuatnya semakin susah untuk bergerak. Sarah sering terbangun tengah malam merasakan punggung dan panggulnya yang nyeri. Anak di dalam kandungannya bergerak dengan lincah saat malam tiba, membuat sang Ibu kesusahan untuk tidur.


"Yama ... tolong kasih tau anak kita, udah malam jangan gelut aja di dalam sana." Sarah meringis menahan kram perut saat si Bayi bergerak.


Yama mengulurkan tangannya dan mengusap lembut perut istrinya itu, "Sudah malam, anak papa cepat tidur. Kasihan mama tidak dapat tidur dengan tenang." Yama mengucapkannya dengan sangat kaku.


Sarah menahan tawanya melihat Yama yang berusaha menjadi lembut. Bagaimana tidak, Yama bukanlah seorang anak yang tumbuh dengan kasih sayang, tetapi Sarah tidak menyerah untuk melibatkan Yama dalam kehamilannya itu. Yama beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan Sarah, membuat Sarah menjadi bingung.


Yama datang kembali membawa sebuah tas besar, Sarah mengamati dengan seksama apa yang akan dilakukannya. Beberapa kali Sarah kembali meringis terkena tendangan super dari si kecil yang sangat aktif di malam hari. Yama mengeluarkan sebuah papan besar, sebuah alat musik tradisional Jepang yang bernama Koto.


Koto adalah sebuah alat musik dawai Jepang dan instrumen nasional Jepang. Panjang Koto sekitar 180 sentimeter (71 inci), dan terbuat dari kayu kiri (Paulownia tomentosa). Jenis yang paling umum menggunakan 13 senar yang digantung di atas jembatan bergerak yang digunakan untuk penyetelan, bagian yang berbeda mungkin membutuhkan penyetelan yang berbeda. Senar Koto umumnya dipetik menggunakan tiga tusuk jari, dikenakan pada tiga jari pertama tangan kanan.


Yama mulai memasang bagian-bagian yang ada, dia juga menyetel Koto nya itu. Sarah mengamati dengan ekspresi wajah terpukau, dia tidak menyangka jika seorang Yakuza dapat bermain musik. Yama mulai memetik alat musiknya itu, alunan musik khas Jepang mengalun.


Yama memainkan sebuah lagu pengantar tidur kuno yang biasa dinyanyikan oleh Megumi untuknya. Edo komoriuta (Edo Lullaby) adalah sebuah lagu tradisional yang berasal dari Edo dan menyebar ke daerah lain di Jepang, hingga menjadi sangat populer saat ini.

__ADS_1


Nen, nen korori yo, Okorori yo.


Bōya wa yoi koda, Nenneshina~


Bōya no omori wa, Doko e itta?


Ano yama koete, sato e itta.


Sato no miyagē ni, nani morōta?


terjemahan InggrisSunting


Diam-a-bye, Diam-a-bye!


Bayiku yang baik, Tidur!

__ADS_1


Kemana perginya pengasuh anak laki-laki saya?


Di luar gunung itu, kembali ke rumahnya.


Sebagai oleh-oleh dari rumahnya, apa yang kamu dapatkan?


Drum mainan dan seruling shō .


Sarah merasakan gerakan dari dalam perutnya berkurang, dia membelai lembut perutnya kemudian berucap, "Oyasuminasai watashi no musuko."


Sarah pun ikut memejamkan mata, dia terbuai dengan alunan melodi yang dimainkan oleh Yama. Yama melirik, melihat kearah istrinya yang rupanya telah tertidur dengan posisi setengah duduk bersandar. Beberapa bantal berada di balik punggung Sarah, menambah rasa nyaman baginya.


Yama menyudahi permainannya, dia beranjak menuju rajang di samping istrinya. Yama merebahkan dirinya, meletakkan tangannya di atas perut Sarah. Dia menyalurkan rasa sayang dan kehangatan bagi bayinya, meskipun tanpa kata yang terucap.


Sebulan kemudian, kepanikan terjadi di dalam rumah sakit. Yama berteriak marah-marah kepada sang Dokter, "Bagaimana bisa seorang Dokter handal diam saja saat melihat pasiennya kesakitan?!"

__ADS_1


__ADS_2