
"Saat itu Tuan muda juga menolak, dia tidak seperti Ayahku. Tuan Besar Ito pun menolak, tapi Ayahku memberinya obat untuk meningkatkan libido. Aku berontak, tetapi semua anak buah Ayah memegangku. Itu adalah kali pertamaku dan sangat menyakitkan." Suara Keiko bergetar. Aku memasang wajah datar tanpa ekspresi.
"Semenjak hari itu, aku di perlakukan seperti binatang yang memuaskan nafsu Ayahku beserta anak buahnya. Hingga suatu hari Tuan muda kembali datang untuk memotong jari Ayahku."
"Memotongnya? kenapa?" tanyaku penasaran.
"Karena Ayahku tidak dapat membayar kewajibannya dan telah di tunda berkali-kali. Saat itu aku tengah dipukuli oleh beberapa pria, mereka melecehkanku dihadapan Tuan muda. Tanpa bicara, Tuan muda mengambil samurainya yang di bawa tuan Akira. Tuan muda memenggal kepala semua orang di sana termasuk Ayahku, kemudian beliau meminta tuan Akira untuk menjadikanku anak angkatnya. Hingga kini Saya berjanji akan setia sampai mati untuk keluarga Tuan Ito." Keiko menutup ceritanya.
Aku tak tahu harus merasa waspada, takut, cemas, atau bangga? Pikiranku mundur beberapa hari yang lalu. Mengapa Yama mau menikahiku jika ada Keiko? Ada apa diantara mereka?
Kami sampai di gedung yang menjulang ini, aku masuk dengan perasaan campur aduk. Saat tiba di lantai atas tempat ruangan Yama, Keiko sekali lagi berlutut di hadapanku meminta ampun. Aku yang notabene tidak suka melihat sesama perempuan dilecehkan, hari ini menjadi mati rasa. Ini terlalu rumit untuk ku terima dalam waktu singkat.
__ADS_1
Aku membuka pintu itu, ternyata pemandangan yang sangat mengejutkan membuatku bergidik ngeri. Beberapa gadis tengah berjajar tanpa busana, emosiku sudah memuncak. Beruntung aku belum menguasai ilmu bela diri apapun, aku berjalan masuk membuat Yama tersenyum gembira dan meminta mereka semua untuk bubar.
Aku meminta mereka untuk tetap di tempat, tidak ada yang boleh meninggalkan ruangan. Kutampar Yama dua kali, terlihat raut wajah marah dan sedih darinya. "Tamparan pertama untuk Keiko, tamparan kedua untuk para gadis itu, dan ini tamparan ketiga untuk membuatmu sadar dan berpikir akan menjadi apa anak kita kelak." Plak! Aku menamparnya sekali lagi keras.
"Tapi ... aku harap tidak mempunyai anak dengan Ayah sepertimu, silakan dilanjutkan kegiatan kalian," ucapku sebelum pergi.
Aku bergegas keluar dari gedung itu, teriakan marah Yama terdengar hingga lift tertutup. Aku memutuskan untuk menjauh sementara waktu, memberi kita berdua waktu untuk berpikir. Keiko masih setia menemaniku, aku memintanya untuk membawaku menuju apartemen baru Yama.
Saat berada di jalan, Keiko kembali bercerita. Meski Yama telah menyelamatkannya, tetapi Yama tidak pernah menyentuhnya. Berbicara pun saat ada perlunya saja. Aku hanya mendengarnya berbicara seperti angin lalu.
Aku meminta Keiko untuk mengajariku cara mengganti kode apartemen ini. Tak kusangka aku memasukkan tanggal pernikahanku dengan Yama. Aku merasa lelah dengan segala emosi yang bercampur aduk. Kuputuskan untuk memejamkan mata sejenak.
__ADS_1
Aku terbangun dengan rasa tertindih di perutku, tangan itu telah melingkar di pinggangku. 'Kurang ajar! lagi-lagi si Keiko mengadukanku pada Yama! Aaa ... Aku tak dapat percaya pada siapapun!' umpatku dalam hati.
Kira-kira apa yang akan terjadi saat itu? nantikan di episode berikutnya yah ... 😘
Halo readers, aku ada rekomendasi novel bagus nih. Jangan lupa mampir juga yah, keberanian seorang gadis dan tekat kuatnya untuk berubah untuk balas dendam.👇😍👍
Judul : Aku Tidak Jelek
Napen : Pipih permatasari
Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.
__ADS_1
Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?