The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
79


__ADS_3

"Bagaimana bisa kalian hanya diam saja melihat istriku kesakitan!" bentak Yama.


Semua Orang di dalam ruangan itu menjadi gemetar seketika. Hana menjelaskan apa yang akan di alami Sarah, seketika wajah Yama berubah kelam.


"Sarah memilih untuk lahiran normal, kamu tenang saja. Memang dia harus merasakan sakit, tapi itu setimpal dengan hasilnya." Hana memberi penjelasan


"Kenapa kakek dan nenek tidak pernah memberitahuku? Kenapa aku tidak mendapat pelajaran tentang hal ini sebelumnya?" Yama meremas rambutnya frustasi.


"Yama! diam! bantu usap punggungku!" Sarah memanggil suaminya yang sedang berjongkok di pojok ruangan.


"Maafkan aku Sayang, aku benar-benar tidak tahu jika melahirkan akan membuatmu kesakitan. Aku akan meminta Dokter untuk melakukan operasi caesar."


"Nggak! udah diem aja, kamu disini pegang tangan aku udah cukup." Sarah mendesis lagi merasakan sesuatu yang merobek alat vitalnya.


"Dokter! Dokter! Aku udah nggak tahan lagi. Ini udah bukaan berapa sih?" Sarah berteriak memanggil sang Dokter.


Dokter memeriksa keadaan Sarah, ketuban sudah pecah dan telah mencapai pembukaan 10. Dokter memberi instruksi kepada Sarah untuk mengejan. Yama sangat panik melihat susahnya Sarah saat itu, dia berusaha mengelap peluh di dahi Sarah.


Beberapa kali Sarah mengejan hingga akhirnya dorongan terakhir membuat sang bayi lahir ke dunia. Suara tangisan bayi berjenis kelamin laki-laki itu membuat Hana tersenyum. Yama menangis dengan wajah yang sudah pucat pasi, badannya merosot. Dirinya tak menyangka perjuangan melahirkan akan semengerikan itu.

__ADS_1


Dia merasa telah menyiksa istrinya dan berjanji akan menebusnya seumur hidup. Yama memeluk istrinya, mengecup bibir pucatnya.


"Terimakasih Sayang, terimakasih sudah memberiku satu nyawa lagi untuk kulindungi."


Sarah tersenyum lega mendengar tangis anaknya. Dokter meletakkan sang bayi ke atas dada Sarah, dia menyusu untuk pertama kalinya. Sarah menangis haru melihat buah hatinya yang telah dia lindungi dengan segenap nyawanya itu kini berada di dalam pelukannya.


Kini semua telah bersih dan dipindahkan di ruang perawatan, Sarah tidak ingin jauh dari bayinya sehingga box bayi berada di dalam ruangan itu bersamanya. Hana pulang untuk memasak makanan penambah stamina bagi Sarah, dia mempelajarinya dari ibunya, Megumi. Berkali-kali Yama mengusap wajah mungil yang sedang tertidur itu, baginya ini adalah sebuah keajaiban.


Dunianya yang kejam dan dingin seketika menjadi hangat dan cerah dengan kehadiran Sarah dan bayi mungil itu.


"Yama ... " panggil Sarah.


"Kamu mau kasih nama apa bayi kita?"


Yama tampak berpikir.


"Jangan bilang kamu belum pikirin nama untuk dia." Sarah masih terlalu lemah untuk mengkonfrontasi Yama.


Yama masih berpikir, dia tak ingin salah memberikan nama untuk anaknya. Pintu terbuka, konsentrasi mereka buyar saat Nia, Keiko, dan Tadashi datang. Nia berlari menghambur ke arah sahabatnya itu.

__ADS_1


"Sarah ... kamu jahat banget sih nggak kasih aku kabar."


Sarah tersenyum kecut mendengar pertanyaan Nia. Bukannya tidak ingin memberi kabar, tetapi kehidupannya di Jepang penuh aksi. Seketika suasana ruangan menjadi sedikit ramai.


Hana datang membawa dua kotak besar bekal dan sebuah termos berisi sup khusus untuk Sarah. Hana meletakkan Bekal itu di atas meja dan mempersilahkan semua orang untuk makan. Yama sedang sibuk menyuapi istrinya sup rumput laut buatan sang ibu.


"Tuan Ito, siapa nama bayi mungil ini?" tanya Nia.


Semua mata memandang kearahnya, menunggu nama yang akan diucapkannya.


"Ichiro Ito."


...***...


Hai-hai readers ... mau lanjut kisah Ichiro nggak? kalau saran dari kalian, Ichiro anak mama atau anak papa ya?🤭


penuhin kolom komentar ya, kasih ide buatku😁


lope sekebon buat para readers setiaku😍😍

__ADS_1


__ADS_2