The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
69


__ADS_3

"Bukankah kamu merasa lapar?" Yama mengerutkan keningnya.


"Tadi ..., tapi sekarang udah nggak lagi." Aku menunjukkan cengiran khasku.


"Lalu, siapa yang akan menghabiskan makanan itu?"


"Kamu." Aku menjawab singkat.


"Aku tidak merasa lapar."


"Tapi aku mau lihat kamu makan. Kamu nggak mau makan ya?" rengekku dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mataku.


Ada apa denganku ya? kok aku jadi lebay gini sih? tiba-tiba ingin nangis aja.


"Oke ... oke ... Aku makan, tapi aku minta kamu untuk tidak menangis," ucap Yama panik dengan berlutut di hadapan Sarah.


"Kenapa aku nggak boleh nangis? Huwaa ... " Tangisku semakin keras.


"Aku cuma ingin lihat kamu makan," ucapku sesenggukan.


Entah apa yang terjadi dengan diriku, aku merasa emosiku campur aduk. Kata-kata Yama menjadi sangat sensitif bagiku. Seisi ruangan panik, pasalnya aku menangis seperti anak-anak. Yama menutup kedua telinganya, sedangkan Tadashi yang biasanya bermuka dingin pun menjadi panik.


"Sayang tenanglah, lihat aku makan oke. Aku akan memakan semuanya." Yama membujukku.

__ADS_1


"Cepat! aku nggak suka nunggu lama-lama!" bentakku.


Yama menjadi semakin heran melihat tingkahku yang aneh. Tadashi seperti berbicara dengan seseorang pada ponselnya. "Jangan bicara dibelakangku atau kupotong jarimu!" teriakku marah pada Tadashi.


Seketika ruangan menjadi mencekam, Tadashi diam tak berani bergerak sedangkan Yama mulai menghabiskan makanan yang ada di atas meja. Tak lama kemudian drama kembali muncul, tiba-tiba saja aku merasa sangat ingin di peluk Yama.


"Yama ... peluk aku." Aku menggoyang tangannya manja.


"Tapi aku sedang makan."


"Udah jangan makan terus, nanti kamu gendut. Aku ingin kamu temani aku tidur, aku sangat mengantuk sekali."


Yama menghelaku masuk kedalam bilik di sudut ruangan. Ranjang kapsul yang pas untuk 1 orang, tetapi aku memintanya untuk tidur bersam denganku. "Yama ... kelonin aku. Kamu belai rambut aku donk," pintaku dengan manja.


Yama melakukannya dengan sukarela, tetapi rasa penasarannya masih besar. Aku pun memejamkan mataku, perlahan memasuki alam mimpi. Tangan Yama sangat hangat, membuat aku merasa nyaman.


"Aku ingin makan pecek tempe dengan pete, sambal, dan lalapan. Aku sangat lapar Yama, kamu nggak kasihan lihat aku sangat menderita kelaparan?"


"Jangan bercanda, kamu baru saja menghabiskan makan malammu 15 menit yang lalu."


"Tapi aku benar-benar ingin makan pecek tempe, Yamaaa ... " Aku menggoyang-goyang lengannya manja.


"Sayang, dimana aku bisa mendapatkan pecek tempe? Kenapa bukan tahu saja?" Yama mulai jengah.

__ADS_1


"Kamu ... kamu marah?" ucapku dengan air mata yang lagi-lagi sudah antri di pelupuk mata.


"Ushh ... cup ... cup ... Aku tidak marah Sayang, bagaimana jika kita meminta Mama untuk kemari?" Yama memberikan idenya.


"Benar juga. Mama akan memasak untukku." Aku bersorak kegirangan.


Kulirik Yama sedang melakukan panggilan telepon, raut wajahnya tampak sangat senang dan bahagia. Sayangnya aku tidak dapat mendengar apa pembicaraan mereka. Obrolan mereka berlanjut hingga malam, aku yang merasa di asingkan perlahan mengantuk. Kuputuskan untuk menarik selimutku dan menjemput alam mimpi.


***********************************************


Halo teman-teman, mampir yuk di karya teman aku. Ceritanya sangat menarik, kepoin yuk👇😍


Judul : Kesandung Cinta Anak Bau Kencur


Napen : Yanktie Ino


Steve terpesona pada gadis kecil adik sahabatnya. Dia tak menyangka gadis SMP yang dulu di lihatnya sudah berubah menjadi gadis imoet di matanya


Sari adalah gadis pintar. Namun dia terkenal dengan sebutan putri ice. Sari berprinsip tak mau pacaran bila belum selesai kuliah. Saat ini dia adalah mahasiswa tingkat akhir.


Perjuangan Steve untuk mendapat putri ice banyak sandungannya terutama dari mantan Steve yang tak ingin melepaskan Steve begitu saja


Akankah cinta Steve bisa berlabuh di hati anak bau kencur itu?

__ADS_1


Simak di cerita KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya



__ADS_2