The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
56


__ADS_3

Yama dan Gin saling berhadapan, mereka memutuskan untuk bertarung ala samurai. Masing-masing telah memegang pedang dan memasang kuda-kuda. Mata Yama terlihat sangat tajam dan mengerikan, sedang Gin sedikit gemetar merasakn aura yang keluar dari Yama.


Gin yang tidak ingin merasa tertekan memutuskan untuk memulai pertandingan. Dia maju dan menebaskan pedangnya, tetapi Yama melewatinya dengan elegan. Dengan cepat Yama memutar tubuhnya, bersiap untuk menerima serangan yang lain.


Gin berlari dengan membawa pedangnnya di samping badannya, kali ini dia tidak menebaskannya. Saat sudah mendekati Yama, tiba-tiba di memutar tubuhnya dengan pedang yang mengayun di samping tubuhnya. Gerakan mendadak itu membuat Yama sedikit tergores.


Sarah menjadi panik saat tahu Yama tergores tepat pada luka nya semalam. Bajunya seketika menjadi basah, luka lama kembali menganga. Gin tersenyum puas.


"Yama! Berhenti bermain-main! Selesaikan dengan cepat atau aku pulang sendiri!" teriak Sarah dari samping.


Dia sangat tahu kemampuan suaminya itu. Dia juga khawatir Yama akan kehabisan darah jika tidak segera menyelesaikan pertandingan ini. Semangat Yama berkobar, senyumnya kali ini bagai seorang iblis. Dia berlari sangat cepat, kemudian mengayunkan pedangnya ke arah Gin.


Gin dengan sigap menangkisnya dengan pedang, pertarungan sengit terjadi. Hingga kemudian Yama memutar pedangnya saat pedang mereka masih saling berpaut, kemudian mendorong Gin keras yang memberinya ruang untuk menebas lehernya.


Sarah mencoba untuk tegar, dia tidak berteriak saat melihat kejadian itu. Sarah melangkah maju dan memeluk Yama, "Kenapa kamu lama sekali!" Sarah memulai konfrontasi.


"Maafkan aku istriku, pemandu jalanku sedang pingsan disana." Yama menunjuk Keiko.


Sarah berjalan menghampiri tubuh Kenjiro yang sudah tidak bernyawa. Dia memeluknya dan mengusap wajah Kenjiro dari dahi ke bawah, hingga matanya terpejam. "Kenapa kamu hadir di pernikahanku dengan cara seperti ini Ken?" tangis Sarah pecah.


Para pengawal membawa tubuh Kenjiro, sedangkan Tadashi membangunkan Keiko. Yama menuntun Sarah menuju mobil, dia tidak memperdulikan rasa nyeri di perutnya itu.


Sarah melihat mayat berserakan di depan gubuk itu, bekas pertempuran tadi. Sekarang Sarah dapat menerima suaminya, dia akan mendukungnya sepenuh hati.


POV SARAH.

__ADS_1


Kami tiba dirumah, aku tidak berani menatap mata Mama. Mama terlihat sangat terpukul mengetahui Kenjiro telah tiada. Mama meminta jasad Kenjiro dimakamkan di Indonesia, tetapi Yama menolak.


"Ken adalah bagian dari keluarga Ito, jadi abunya harus dimakamkan bersama dengan nenek dan kakek," ucap Yama.


Mama tak dapat menolak, sehingga prosesi pemakaman dan penempatan abu, semua Yama yang mengatur. Malam pertama kami tidak indah seperti orang lain, tetapi aku tidak menyesal menikah dengan Yama. Kami bermalam di gedung kematian menunggu abu Kenjiro. Yama memintaku dan Mama untuk pulang, tetapi aku menolaknya.


Aku sudah berganti pakaian, memakai baju lengan panjang berbahan rajut dan celana jeans biru muda. Yama pun sudah mengobati lukanya. Keiko sudah kembali sigap dibelakangku.


Keesokan paginya kami membawa abu Kenjiro di taman sebelah rumah, memberikan kesempatan kepada para kerabat dan teman yang ingin berkabung. Tidak banyak yang datang, mengingat Ken tidak menjalani kehidupannya di Jepang. Beberapa tetangga dan teman bisnis Yama ikut berkabung.


Sore harinya kami berangkat menuju tempat penyimpanan abu. 1 IC untuk 1 keluarga, sehingga kami menempatkan Kenjiro bersama dengan nenek Megumi dan kakek Ito. Mama tidak rela dengan kepergian Kenjiro, aku meneluknya erat berusaha menyalurkan rasa tenang. Hari ini masih di tutup dengan suasana berkabung. Aku tidur sekamar dengan Mama, sedangkan Yama terpaksa menghabiskan malam sendirian saja.


Pagi ini aku terbangun sendirian, aku berpikir jika Mama mungkin sudah berada di meja makan dengan Yama. Aku bergegas kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan bergabung bersama mereka. Tapi, aku tidak melihat Mama.


"Mama memutuskan untuk pulang ke Indonesia." jawab Yama tanpa menurunkan korannya.


"Kok gitu sih? kenapa nggak bilang aku dulu," cerucutku.


Yama menurunkan korannya dan menatapku, "Sampai kapan aku harus menunggu untuk dapat memakanmu," ucapnya lambat.


"Yama! Aku bukan kue yang bisa kamu makan!" teriakku.


"Aku semakin tergoda jika melihatmu marah," ucap Yama sambil melipat koran hari ini. "Lanjutkan," katanya.


Aku meninggalkan sarapanku menuju taman belakang. "Nggak sarapan juga nggak papa, daripada aku yang dimakannya", omelku.

__ADS_1


Aku tidak tahu jika ternyata Yama sedang mengekoriku, langkahnya sangat ringan. Aku terus mengomel sendiri hingga akhirnya suara dehemannya membuyarkan omelanku. "Jangan marah sendiri, marahlah padaku." Yama memutar tubuh Sarah hingga menghadapnya.


"Nggak!" ucapku seraya memalingkan wajah darinya.


"Kenjiro memberi kita kado pernikahan," ucap Yama.


"Apa itu?" Aku menoleh cepat.


Yama memperlihatkan dua buah tiket bulan madu ke Maldives dan sepucuk surat. Aku meraih surat itu dan menatap Yama meminta izin, dia mengangguk setuju. Aku membuka surat itu dan membacanya.


Dear gadis gendutku.


Halo readers, nungguin Sarah baca surat sambil tengok karya teman aku nih, siapin tisu buat baca kisah ini. Bagus dan haru😭👍


Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia


Napen : Sutihat Basti Wibowo


Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???


__ADS_1


__ADS_2