
Yama memberi nama anaknya Ichiro Ito, nama ini berasal dari Ichi yang artinya sama dengan Yama yaitu anak pertama dan 'ro' dari Kenjiro. Ichiro sepenuhnya berarti anak pertama atau anak sulung sedangkan Ito memiliki arti benang. Ichiro lah yang nantinya akan membangkitkan kembali kisah Yakuza, menyambung bagian-bagian persaudaraan yang terputus dan usang.
Sarah terdengar merintih kesakitan di dalam kamarnya, membuat Yama tidak dapat memejamkan matanya.
"Apakah sangat menyakitkan?" tanya Yama dengan gelisah.
"Sakit banget! ini udah lecet dan berdarah." Sarah merintih kesakitan memperlihatkan ****** sebelah kirinya.
"Dasar bajingan kecil! aku tidak akan pernah memaafkanmu karena telah menyakiti istriku!" Yama mengepalkan tangannya.
Sarah tertawa kecil diiringi dengan desis kesakitan, "Kalo kamu bilang Ichi adalah bajingan berarti bapaknya lebih bajingan lagi."
"Lagian, anak sendiri kok dimusuhin!" Sarah melirik sinis ke arah Yama.
"Aku tidak pernah menyentuhmu sejak ada dia." Yama merajuk, membuat Sarah semakin gemas.
__ADS_1
"Bukannya kamu dulu sering menyiksa orang? kenapa sekarang jadi lemah begini?" Sarah mengejek Yama.
"Tidak sama, mereka memang pantas untuk disiksa. Kamu adalah istriku yang memberikan dia nyawa, kenapa dia suka sekali menyiksamu?" Yama terlihat frustasi saat Sarah kembali merintih.
Semenjak anaknya lahir, Yama tidak memanggil anaknya dengan benar. Sering kali dipanggil 'dia', 'bocah', atau pun ' bajingan cilik'. Rasa cemburunya terlalu besar, dia juga tidak rela melihat istrinya yang kesakitan dan kelelahan karena ulahnya.
Sarah meletakkan Ichi di dalam box bayinya, kemudian ia menuntun Yama untuk berbaring bersamanya. Sarah menagkup wajah Yama yang kusut itu, "Yama ... Ichi adalah anakmu, darah dagingmu, jangan pernah menolaknya. Sudah kewajibanku menjadi seorang ibu untuk menyusui dan merawat dia, aku nggak pernah merasa menyesal."
"Tapi, aku sangat tidak suka melihatmu kesakitan. Berani-beraninya dia menyiksamu setiap hari." Yama mengalihkan pandangannya.
"Lihat aku, aku bahagia. Aku menjadi wanita yang sangat bahagia dan beruntung di dunia ini, memiliki suami dan anak yang menyayangiku."
"Ish, keras kepala banget sih. Udah ah bobok aja!" Sarah berbalik memunggungi suaminya.
"Sayang ... jangan marah, aku sangat ingin menyentuhmu. Tapi, kamu selalu bilang ini sakit itu sakit. Aku jadi bingung mau sentuh yang mana."
__ADS_1
Sarah tertawa lepas, sedetik kemudian dia menurunkan suaranya ketika Ichi sedikit bergerak.
"Ayo aku bantu." Sarah melakukan tugasnya sebagai istri untuk menuntaskan kebutuhan suaminya, membuat Yama tidak akan pernah berpaling pada perempuan manapun.
*8 bulan kemudian*
"Yama! lihat Ichi udah bisa berdiri!" Sarah bersemangat melihat buah hatinya yang dapat berdiri. Hana pun bertepuk tangan memberi irama kepada Ichi.
Yama berlari secepat kilat, dia tidak ingin melewatkan pertumbuhan anaknya. Alangkah kagetnya mereka bertiga melihat Ichi berjalan tertatih ke arah Yama.
"Kemarilah bocah, aku akan menangkapmu." Yama membentangkan kedua tangannya.
Ichi tidak terjatuh sama sekali hingga sampai di pelukan Yama, menyalurkan rasa cinta yang mereka miliki. Tapi, tak lama kemudian Ichi memukul muka Yama.
Pok! Pok!
__ADS_1
"Sarah! singkirkan bajingan cilik ini dari hadapanku!" Yama berteriak, tetapi tangannya masih menopang anak tercintanya itu.
Sarah dan Hana tertawa keras melihat anak dan Ayah yang sayang tetapi tak akur itu. Hari-hari mereka lalui dengan berbagai tingakah konyol dari Ayah dan anak itu. Rumah besar yang dulunya sepi, kini menjadi ramai dengan kehadiran Ichiro.