
Dokter sedang memberitahukan kepada Yama kondisi kulitnya ini. Teknik membuat tatto pada seorang Yakuza tidak sama dengan tatto pada umumnya, sehingga sangat sulit untuk di hapus. Dokter memberikan pilihan kepada Yama untuk proses pengahapusan tatto ini.
Ada 3 proses yang dapat ditempuh, yaitu teknik laser, operasi cangkok kulit, dan dermabrasi. Dokter mengatakan sangat sulit untuk melakukan operasi cangkok kulit sebab tatto di tubuh Yama melingkar penuh pada tubuh bagian atasnya. Yama meminta mereka untuk melakukan pencangkokan kulit milik orang lain yang cocok dengannya.
Keberhasilan pada proses pencangkokan ini sangat kecil, sebab tubuh akan menolak kulit baru tersebut dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Yama masih dengan wajah santainya, dia tidak mau tahu bagaimana udaha para dokter. "Aku tidak takut dengan rasa sakit, tetapi aku tidak mau istriku melihat tatto ini lagi," ucap Yama.
Para Dokter memutuskan untuk memakai proses laser dalam operasi kali ini dan melakukan perawatan kulit secara intensif agar tidak menimbulkan bekas luka yang signifikan. Mereka meminta Yama untuk tinggal di rumah sakit selama masa perawatan. Yama mengangguk setuju, Tadashi yang mendengar keputusan tuannya itu segera meminta beberapa pelayan untuk membawa baju Yama ke rumah sakit.
Sore hari telah tiba, Yama memakai pakaian operasi. Dia telah berbaring telungkup di atas meja operasi. Yama meminta agar dirinya tidak dibius, sehingga dia dapat menebus rasa bersalahnya melalui rasa sakit itu.
Alat laser telah di nyalakan, para Dokter telah mengangguk memberi tanda siap untuk memulai operasi. Tetapi sesuatu yang lain terjadi.
BRAK!
Pintu ruang operasi dibuka dengan keras oleh seseorang, dia membawa penjalin megumi. Para Dokter dan perawat terkejut dengan kemunculan wanita ini. Mereka berpikir ada seseorang gila yang salah masuk ruangan.
Ya, dia adalah Sarah. Sarah berjalan maju menghampiri Yama dengan marah. Dia memberi kode kepada para Dokter agar memberinya ruang. Sarah mengangkat penjalin itu dan,
Tok!
Suara nyaring itu berasal dari kepala Yama.
POV SARAH
__ADS_1
Aku memukul kepala Yama agar dia sadar jika masih ada istrinya untuk dimintai pendapat.
"Auh! Kurang ajar! Siapa yang berani memukul kepalaku?!" Teriak Yama dengan bangkit dari tidurnya.
"Aku! kenapa?! hah?! udah nggak butuh istri buat ngambil keputusan?" aku berbicara dengan mata melotot kearahnya.
"Aku akan memukul kepalamu hingga sadaaarrr!" teriakku gemas dengan memukul-mukul Yama.
"Auh! Ampun! Sakura_chan! Auh!" Yama mengaduh dan berusaha melindungi dirinya dari pukulanku, tetapi aku tetap memukul dengan brutal.
"Hentikan!" Yama berteriak keras.
Aku menghentikan pukulanku dan melipat kedua tanganku di dada. Yama mendekatiku kemudian ******* bibirku dihadapan para Dokter. Aku mengalungkan tanganku dilehernya, rasa rinduku akhirnya tersalurkan.
Aku terkekeh geli mengingat kejadian tadi, Yama bahkan tidak marah ketika aku memukulinya. Kita sedang dalam perjalanan pulang. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya saat ini.
"Bagaimana kamu bisa tahu jika aku sedang berada di rumah sakit?" tanya Yama memulai perbincangan.
"Oh, tadi waktu dikantor aku mendengar ada karyawanmu yang lagi ngobrol."
"Tentang apa?"
"Ya tentang kamu lah. Mereka bilang, banyak karyawan yang nggak masuk karena kamu ajak mereka untuk perang. Akibatnya banyak yang terluka dan dirawat di rumah sakit termasuk kamu." Aku menunjuk hidungnya.
__ADS_1
"BAKA! Karyawan yang tidak dapat menjaga rahasia harus di ..." aku memutus kata-katanya.
"Di apa?! hah?! masih mau main rahasia-rahasiaan lagi?! ini penjalin masih belum patah, apa mau kupukul lagi?!" ucapku dengan mata melotot.
"Ampunnn istriku ... Ampun ... " ucap Yama.
Kami tergelak bersama-sama.
************************************************
Hai ... hai ... readers, mampir juga di novel teman pena aku yuk. Pastinya bikin kalian tegang dan ketagihan baca novel ini, yuk intip 👇
Judul : After Darkness
Napen : SkySal
Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.
Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.
Bisakah Elsa melakukannya?
__ADS_1