The Ugly Duckling

The Ugly Duckling
93


__ADS_3

Mereka dalam perjalanan ke rumah sakit saat mendapat laporan dari Hana. Yama membawa istri tercintanya itu kedalam dada bidangnya.


"Tenanglah, aku tahu Ichiro adalah anak yang kuat." Yama menenangkan.


Mereka bertiga telah berkumpul di depan ICU, menunggu lampu indikator berubah berwarna hijau. Sarah sangat cemas, tiba-tiba tubuhnya limbung, pandangannya menjadi gelap. Yama dengan gesit menangkap tubuh istrinya itu.


Darah merembes dari sela kakinya, membuat Yama membelalakkan matanya dan menjadi semakin panik. Sekali lagi dia berteriak seperti orang kesetanan memanggil para dokter untuk menangani istrinya itu. Keadaan rumah sakit seketika menjadi kacau.


Yama meremas kuat rambutnya, dua orang yang dicintainya kini terbaring tak berdaya. Dia merasa gagal melindungi putra dan istrinya.


"Yama ... tenanglah, Mama percaya mereka pasti dapat melewatinya."


Tanaka bersama anak buahnya datang menghampiri Yama, kedatangan Tanaka membuat lorong rumah sakit menjadi penuh dengan lelaki yang memakai kimono. Semua orang ketakutan dengan kedatangan Yakuza itu, samurai yang terpampang jelas berada di panggulnya menambah tekanan di area tersebut.

__ADS_1


Yama hendak berlutut satu kaki di hadapan Yama, para pengikutnya telah lebih dulu berlutut. Dengan sigap Yama memegang bahu Tanaka dan memintanya untuk berdiri. Tanaka memeluk Yama erat, kedua sahabat itu telah lama tidak bertemu.


Tanaka mengucapkan terimakasih kepada Yama yang telah menyelamatkan Mayumi. Tanaka juga ingin berterimakasih secara khusus kepada Ichiro yang telah melindungi Mayu dengan segenap kekuatannya, bahkan nyawanya yang hampir melayang. Tanaka berjanji akan melenyapkan Ryota untuk membalas jasa Ichiro.


Kepergian Tanaka membuat atmosfir rumah sakit menjadi lebih ringan. Semua kembali normal, kecuali Yama yang masih sama. Keadaannya sangat kacau.


Lampu indikator berubah warna, dokter yang baru saja keluar itu di cecar berbagai pertanyaan dari Yama. Dokter itu menjawab dengan gemetar, tangan Yama telah mencengkeram kerah bajunya.


"Ttuan muda ssudah melewati masa ktitisnya, kondisinya bbu ... bbu ...," dokter tidak berani melanjutkan kata-katanya.


"Aarghh!!!" Yama memukul dinding kuat.


"Tetapi keinginan hidup dari Tuan muda membuatnya bertahan hingga sekarang. Beruntung stock darah dengan golongan AB masih tersedia, sehingga nyawa Tuan muda dapat diselamatkan." Dokter itu merasa lemas setelah menjabarkan kondisi Ichiro dalam 1 tarikan nafas.

__ADS_1


Ichiro akan di pindahkan ke ruang perawatan setelah keadaannya membaik, Hana mengingatkan Yama untuk mengecek keadaan Sarah. Seorang dokter berkata jika Sarah mengalami pendarahan akibat aktivitas yang terlalu padat dalam keadaan hamil. Yama membelalakkan matanya tidak percaya, dirinya berjanji tidak akan membuat Sarah kesakitan lagi, tetapi Tuhan berkata lain.


Entah dia harus merasa senang atau marah, naluri dan pikirannya tidak sejalan. Sarah dan Ichiro di tempatkan di dalam ruang perawatan yang sama. Yama masih memegang tangan mungil Ichiro, dia mengangkat tangan itu dan menempelkannya di pipinya.


"Papa minta kamu segera sadar Ichiro Ito, tidak ada yang menggangguku di rumah." Yama menitikkan air matanya tanpa sadar.


Tangan mungil itu sedikit bergerak, Ichiro membuka matanya perlahan. Bibirnya bergerak-gerak tanpa suara, Yama segera menekan tombol di atas bangkar tempat Ichiro terbaring. Ichi menarik lemah lengan baju Yama, memberi isyarat untuk mendekat.


"Akhirnya Papa datang ... " Suara Ichi lirih hampir tak terdengar.


"Papa disini, papa janji akan menjaga Ichiro lebih baik lagi."


"Jangan cengeng." Ichiro berusaha menarik bibirnya membentuk lengkungan.

__ADS_1


__ADS_2