
POV AUTHOR
Yama bermaksud untuk mencari Sarah, takut jika terjadi sesuatu sebab Sarah telah pergi cukup lama. Ketika Yama berada dekat dengan kamar tempat Sarah dan nenek Megumi, dia mendengar Sarah berteriak.
"Yama_san! kalau kamu nggak datang sekarang, aku akan pulang!! Dasar Yakuza gila! lekas datang dan selamatkan kami!" teriak Sakura.
Sakura_chan? batin Yama.
Yama berbalik arah menuju kamar kakek Yamamoto Ito untuk mengambil pedang samurai turun temurun itu. Dia membungkuk sebentar untuk memberi penghormatan sebelum mengambil pedang itu, pedang yang sangat tajam dan berkilau.
Senyum mengerikan terulas diwajah Yama, dia berlari tanpa suara langkah kaki layaknya seorang ninja. Yama membuka pintu perlahan, kemudian dia menghabisi satu persatu lawannya dengan tebasan-tebasan cepat tak terkalahkan.
Banyak luka telah diterimanya, tetapi dia tak ingin mundur. Semua pengawal dan penjaga yang ada di rumah itu telah tertidur, akibat obat tidur yang di berikan musuhnya itu. Yama menghabisi semua musuhnya bagai iblis, sisa satu orang yaitu sang pemimpin.
"Mundur, atau aku akan menghabisimu dan melenyapkan klanmu." ucap Yama.
"Mmaafkan saya tuan Ito, saya berjanji tidak akan mengganggu keluarga anda lagi."Ucapnya dengan bersujud dan gemetar.
__ADS_1
Yama mengangkat pedangnya tinggi dan,
CRASHH!!
Kedua tangan orang itu menghilang, teriakan kesakitan pun menggema di seluruh ruangan. Membangunkan tuan Akira yang saat itu juga tertidur pulas.
Tuan Akira segera memanggil ambulans dan bala bantuan, dia melihat Yama berdiri dengan gagah memegang pedang samurai itu. Dalam sekejab, semua bantuan telah datang.
"Kirim orang itu ke tempat klan nya, katakan untuk tidak pernah menyentuh keluarga Ito lagi." perintah Yama kepada Akira.
"Bereskan kekacauan ini, aku tidak mau Sakura melihatnya." perintahnya lagi kepada para anak buahnya.
Yama meletakkan Sakura di atas kasurnya dan mengobati lukanya, hanya sebuah luka kecil di dahi. Kemudian ia bergegas membersihkan dirinya sebelum Sarah bangun, dia tidak ingin terlihat mengerikan.
Beberapa saat kemudian, Sarah telah terbangun bertepatan dengan keluarnya Yama dari dalam kamar mandi. Dengan penampilan Yama yang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, membuat Sarah berteriak kencang.
"Aaa ... a apa yang udah kamu lakukan!" teriak Sarah.
__ADS_1
"Aku baru saja selesai mandi, bagaimana perasaanmu? apakah masih pusing?" tanya Yama mendekati Sarah.
"J jangan mendekat! pake baju dulu sana!" sedetik kemudian dia baru tersadar dan mengecek kelengkapannya.
Masih lengkap. Batin Sarah.
"Kamu ngapain bawa aku masuk ke kamar waktu kamu mandi?!" tanya Sarah marah.
"Bukankah kamu yang tadi memanggilku Yakuza Gila?" sindir Yama.
Sarah menutup mulutnya dan membelalakkan matanya mengingat kejadian tadi. Sarah melompat turun dari atas kasur dengan cepat dan berlari keluar ruangan.
Yama masih memakai pakaiannya dengan santai, kemudian ia baru menyusul Sarah.
"Dimana nenek?! apa penjahat itu membawanya?! nenek dimana?" tanya Sarah panik.
Air matanya turun dengan deras, Sarah memeluk Yama erat. Kejadian tadi masih terekam jelas dikepalanya.
__ADS_1
"Tenanglah, nenek sedang berada di rumah sakit. Aku hanya bisa membantu menolongnya sampai sini, selanjutnya urusan dokter." Ucap Yama, mengelus kepala Sarah untuk menenangkannya.
"Jadi, kamu beneran datang dan menolong kami?" tanya Sarah dengan menengadahkan kepalanya.