
Di hari minggu yang cerah, Rama memesan taksi pagi-pagi sekali, bahkan sebelum matahari muncul di ufuk timur. Pemuda itu sudah meminta izin untuk keluar bermain sendirian sebentar, dia ingin menghirup udara segar dan akan kembali sebelum jam makan siang.
Sebenarnya itu hanya alibi, tak ada jalan-jalan, tak ada juga keinginan menghirup udara segar, semua udara rasanya sama, buat apa repot mencari di tempat lain. Rama hanya ingin berkunjung ke tempatnya dulu, dunia bagian gelap yang sudah beberapa tahun ini dia tinggalkan.
Rama berhenti di persimpangan jalan, di dekat rumah tua yang terlihat tak terawat. Pemuda itu melangkah dengan santai dan membuka garasi, di sana ada sebuah motor tua yang tertutup debu sepenuhnya. "Heh, ternyata ada gunanya juga aku menyembunyikan kamu di sini, ya?!" ucap Rama, tangannya menepuk-nepuk jok motor tersebut, membuat debu-debu yang menempel langsung beterbangan di udara.
"Mari kita menjelajah 'Rumah lamaku'!" Rama pun segera menaiki motornya dan mulai mengendarai ke arah yang dia tuju.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
"Woah, mimpi apa kita semalam, ada mangsa empuk yang datang dengan kedua kakinya sendiri kemari!" tawa meledek terdengar menyambut kedatangan Rama ke tempat asalnya. Ah, tak ada yang berubah di tempat ini. Yang kuat akan berkuasa dan yang lemah menjadi budak teraniaya.
__ADS_1
Rama menghela napas lelah, apa sebegitu lamanya dia pergi, sehingga tak ada lagi yang mengenali dirinya. Padahal dia pernah menorehkan namanya menjadi si nomor satu saat masih tinggal di sini sebagai 'Si tanpa Nama'. "Sepertinya kalian bermimpi buruk! Sangat disayangkan, aku yakin kalian sama sekali tak berharap aku kembali, kan?" Rama membuka helm yang menutupi wajahnya.
"Bos, kenapa dia terlihat tak asing, ya?" bisik salah satu bawahan orang yang tertawa terbahak-bahak tadi.
Pria yang dipanggil 'Bos' tadi nampak sedang memutar otaknya, mencoba mengingat sesuatu. "Dimana aku pernah melihat dia, ya?" bisiknya merasa tak asing dengan wajah Rama.
"Astaga, aku benar-benar dilupakan? Ini aku, 'Si tanpa nama'!" ucap Rama setelah cukup lama membiarkan mereka berpikir dan mengingat siapa dirinya.
"Seperti yang terlihat, aku sangat baik. Gimana kabar kalian?" tanya Rama duduk di sembarang tempat.
"Duduk si sini saja, tanpa nama. Di sana kotor?!" kata si bos bergegas bangkit dari peti yang tadi didudukinya.
__ADS_1
"Santai saja!" balas Rama melambaikan tangan seolah tak masalah di mana dia duduk.
"Ah, aku membawakan kalian sesuatu, sebentar ya!" Rama membuka jok motornya dan mengambil kantongan hitam dari dalam bagasi motornya.
"Ini buat kalian!" katanya menyerahkan kantongan hitam tadi, isinya ternyata beberapa roti dan air mineral.
"Ini gak ada racunnya, kan?" tanya si bos khawatir, dia meneguk ludah kasar saking takutnya kalau-kalau yang dia pikirkan menjadi kenyataan.
"Buat apa aku meracuni kalian? Gak ada untungnya juga buat aku!" balas Rama cuek.
"Siapa tahu aja 'Si tanpa nama' pingin balik ke sini, makanya menggunakan cara seperti ini."
__ADS_1
"Ha-ha-ha, tenang saja, aku hanya jalan-jalan sebentar. Aku terlalu sibuk dan aku ingin melihat tempat yang sudah kutinggalkan ini!" pernyataan Rama membuat si bos tadi bernapas lega, tempatnya aman dan tak akan diambil lagi oleh pemuda di depannya ini.